Mungkin ada sebagian dari orang tua menyampaikan harapan mereka kepada kalian, misalnya kedua orang tua menginginkan kamu nanti kuliahnya jurusan ini atau kalau sudah lulus kerja harus jadi gini atau nanti kalau punya pasangan harus seperti ini. Kedua orang tuamu bilang seperti itu karena menurut mereka termasuk dari kebaikan kita. Tapi, masalahnya apakah yang mereka lakukan ini benar-benar terbaik buatmu? Setiap kali kamu mendengar harapan-harapan orang tuamu, apakah kamu justru merasa tertekan atau stres? Bahkan tidak jarang, kita merasa terbebani untuk memenuhi harapan mereka.

Kenapa  orang tuamu sangat berharap denganmu? Apakah kita harus menuruti setiap harapan mereka untuk kita? Sering kali perkataan yang dilontarkan orang tua punya makna yang baik, bisa jadi pujian atau harapan mereka. Tetapi, terkadang ada orang tua yang terbiasa terus-menerus memberikan nasihat karena merasa orang tualah yang paling benar. Di sini mereka lupa apa yang mereka harapkan bisa jadi bukan yang terbaik buat diri anaknya. 

Pertama-tama kamu harus tahu dulu, kenapa sih orang tua memberi harapan ke kamu seperti ini? Satu hal yang cocok dibahas ialah mengenai parental pride. Parental pride adalah rasa bangga yang dialami orang tua terhadap anaknya. Rasa bangga itu hadir ketika mereka rasa kamu sudah menjadi apa yang mereka harapkan, misalnya ketika kamu mendapatkan nilai yang bagus bahkan mendapat peringkat terbaik. Parental pride ini wajar, tapi bisa jadi sebagai suatu masalah ketika kebanggaan ini lebih ditujukan kepada keberhasilan mereka sebagai orang tua daripada keberhasilan anaknya sendiri. Kesannya orang tuamu bangga sama diri mereka sendiri karena anak mereka menjadi seseorang yang sesuai dengan harapan yang mereka inginkan, bukan karena keinginan anaknya sendiri.

Satu hal yang perlu kamu pikirkan lagi, ketika orang tuamu menyampaikan harapan kepada kamu, apakah harapan itu selalu buat kebaikanmu atau justru buat kebaikan mereka? Terus apa akibatnya jika parental pride ini kita rasakan secara terus menerus? Kita menjadi terbiasa melihat diri kita sendiri dari kacamata orang tua. Kamu akan lakukan yang terbaik menurut orang tua kamu. Padahal bisa jadi yang diinginkan orang tuamu bukan yang terbaik buat dirimu, tapi terbaik buat mereka. Sehingga orang tua merasa bangga dengan diri mereka sendiri karena merasa sesuai dengan keinginan orang tua. Kemudian dirimu sendiri merasa kehilangan perasaan mengenai jati dirimu yang sebenarnya. 

Kamu bingung terhadap dirimu sendiri dan apa yang sebenarnya kamu inginkan. Kita bingung mana keinginan kita sama keinginan orang tua kita, jadi keinginan itu bercampur aduk. Ketika kamu gagal memenuhi ekspektasi orang tua, padahal ekspektasi itu telah bercampur aduk, akhirnya perasaan gagal juga campur aduk. Kamu merasa gagal terhadap dirimu sendiri dan ekspektasi orang tuamu. Padahal gagal tersebut merupakan dua hal yang berbeda. 

Ketika kita merasa bahagia telah membuat mereka bangga, tapi apakah kita sadar bahwa sebenarnya ini dilakukan untuk siapa? Lalu ketika kita mengalami kebingungan seperti ini, apa yang perlu kamu lakukakan? Tapi hal ini sulit dilakukan ketika orang tuamu begitu parental pride terhadap dirimu, satu bantahan saja dianggap menjadi anak durhaka. Tapi disaat yang sama, kamu juga tidak mau hidup di atas mimpi-mimpi orang tua.

Yuk, kamu bisa lakukan hal ini jika kamu mau hidup di atas mimpi-mimpimu sendiri!.

Pertama, yang harus kamu lakukan adalah dengan cara mengkomunikasikan kepada orang tua secara asertif karena menjadi hal yang utama yang bisa kamu lakukan untuk menyelesaikan masalah ini. Kamu sebaiknya pahami dulu apa yang kamu mau lakukan. Cari mimpimu terlebih dahulu. Apakah mimpimu berbeda dengan mimpi orang tuamu ataukah selaras. Kamu harus bisa memberikan definisi mimpimu kepada orang tuamu. Kemudian kamu buktikan pada orang tuamu apa yang kamu inginkan.

Kamu bisa memberikan definisi cita-citamu yang jelas kepada orang tuamu dan hal itu membuat dirimu bahagia. Kemudian kamu bisa mencari tahu kenapa orang tua punya harapan tertentu terhadap diri kamu. Mungkin bisa jadi harapan itu termasuk mimpi orang tua yang tidak terwujud. Sehingga kamu bisa lebih mudah mendekati mereka untuk membicarakan masalah ini. Kalau orang tuamu masih protes dengan dirimu, tanyakan pada orang tuamu, apakah mereka tidak menginginkan dirimu bahagia versi dirimu sendiri? Atau bagaimana? Yuk, pelan-pelan belajar komunikasi secara asertif kepada orang tuamu dan berupaya membuat mereka yakin terhadap keinginanmu.

Oleh: Novia Purnamasari

Sumber : https://youtu.be/WMVY2CLS3c4

Photo by Victória Kubiaki on Unsplash

Leave a Comment