Ashif bin Barkhoya merupakan sosok figur yang berperan penting dalam bertemunya Raja Sulaiman dengan Ratu Bilqis. Beberapa mengatakan bahwa Ashif merupakan sepupu dari Nabi Sulaiman, akan tetapi sebagian yang lain mengatakan bahwa Ashif merupakan sekretaris dari Nabi Sulaiman. Sebagaimana dikisahkan dalam Al-Qur`an Raja Sulaiman sendiri merupakan sosok yang memiliki kelebihan dapat berbicara dengan semua makhluk mulai dari hewan, tumbuhan, bahkan semua yang berasal dari negeri ghoib.

Dikisahkan Nabi Sulaiman merupakan Raja yang wilayah kekuasaannya sangat luas. Pada suatu hari, Nabi Sulaiman menginginkan seluruh makhluk yang berada di bawah kekuasaannya untuk berkumpul. Akan tetapi, ketika “pengabsenan” tidak dijumpai sosok burung hud-hud dalam majelis tersebut. Nabi Sulaiman bertanya kepada Hud-hud tentang alasan mengapa ia tak ikut berkumpul pada hari itu.

Burung Hud-hud pun menceritakan bahwa ketika seluruh makhluk berkumpul, ia sedang berpatroli menuju arah Yaman tepatnya daerah Saba’. Ketika sampai di tempat tersebut, ia menjumpai suatu kerajaan besar yang dipimpin oleh seorang wanita. Akan tetapi, Hud-hud melihat ada yang aneh di kerajaan tersebut, yakni mereka tidak menyembah Allah akan tetapi menyembah matahari dan bintang-bintang.

Mendengar cerita Hud-hud, Nabi Sulaiman tertarik untuk mencari tahu lebih dalam mengenai siapakah ratu dari kerajaan tersebut. Diperintahkanlah Hud-hud untuk menyampaikan surat kepada Ratu Saba’. Setelah Ratu membaca surat dari Nabi Sulaiman, Ratu Saba’ terpancing untuk mendatangi kerajaan Nabi Sulaiman. Keesokan harinya Ratu Saba’ memerintahkan prajurit dan pasukannya untuk bersiap-siap menuju kerajaan Nabi Sulaiman.

Mendapat kabar bahwa Ratu Saba’ yang bernama Bilqis tersebut hendak menuju kerajaan Nabi Sulaiman, beliau mengadakan sayembara bagi siapapun yang dapat memindahkan kerajaan Ratu Bilqis ke hadapannya. Kemudian, Jin Ifrid menawarkan kepada Nabi Sulaiman dan menyatakan bahwa ia dapat memindahkan kerajaan Ratu Bilqis dengan hanya waktu dari Nabi Sulaiman duduk hingga sebelum Nabi Sulaiman berdiri dengan sempurna. Ia menawarkan kemampuannya dengan menyombongkan diri bahwa ia kuat dan dapat dipercaya.

Akan tetapi, Nabi Sulaiman menginginkan waktu yang lebih cepat dari yang ditawarkan Jin Ifrid kepadanya. Datanglah seorang pemuda dengan kharismanya yang terpancar jelas. Ia adalah Ashif bin Barkhoya, yang menawarkan kemampuannya untuk memindah kerajaan Ratu Bilqis hanya dalam satu kedipan mata. Nabi Sulaiman sangat bersyukur dan gembira mendengar tawaran tersebut. Ashif pun berhasil membuktikannya. Ia berhasil memindahkan singgasana Ratu Bilqis yang berada di Yaman menjadi di Baitul Maqdis, Palestina dalam satu kedipan mata.

Nabi Sulaiman dan segenap orang yang menyaksikan terkesima akan kehebatan Ashif. Lalu apakah yang membuat Ashif memiliki kehebatan yang melebihi Jin Ifrid? Ini adalah contoh nyata bahwa Allah memiliki hamba-hamba eksklusif yang sudah tidak lagi dipusingkan perihal surga dan neraka. Asif merupakan sosok figur yang beribadah kepadan Allah bukan karena takut akan neraka dan menginginkan surga. Akan tetap, ia beribadah hanya karena cinta. Cintanya kepada Sang Pencipta membawanya pada tingkatan yang lebi tinggi dari manusia lainnya.

Ashif bukan seorang ilmuwan, akan tetapi ia adalah seorang ahli tasawuf yang mengamalkan banyak tarekat. Dikarenakan ia dekat dengan Allah, sehingga ia memiliki kelebihan-kelebihan yang tak disangka-sangka. Begitu banyak ilmu laduni yang ia terima langsung dari Allah. Sehingga tak heran jika di kalangan kajian-kajian yang membahas ilmu tasawuf, ia sangat dikenal dan sangat menjadi panutan. Apa yang ada dalam hati Ashif dan ia niatkan, maka niscaya akan terjadi termasuk berpindahnya istana Ratu Bilqis. Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa Ashif dahulunya adalah seorang ahli maksiat. Meski demikian, ia kemudian bertaubat dan menjadi hamba yang sangat taat.

Sumber: Disarikan dari pengajian kitab Tanwirul Qulub oleh Ustaz Thoifur

Oleh: Khusnul Amalia

Foto: by Sandra Ahn Mode on Unsplash

Leave a Comment