Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, santri adalah orang yang mendalami agama Islam, orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh, dan orang yang saleh. Kata santri jika ditulis dalam bahasa Arab berasal dari 5 huruf yaituس،ن،ت،ر،ي ,

  • س yaitu سافق الخير  yang berarti pelopor kebaikan. Santri harus bisa amar ma’ruf nahi munkar.
  • ن yaitu ناسب العلماء  . Santri harus menjadi penerus ulama’ .
  • ت yaitu تارك المعاص . Santri adalah orang yang meninggalkan maksiat.
  • ر yaitu رضى الله . Santri sudah sepatutnya mendapat ridho Allah.
  • ي yaitu اليقين . Santri sudah tidak diragukan lagi keilmuannya.

Ada pula yang berpendapat bahwa kata santri berasal dari bahasa Inggris yaitu sun yang berarti matahari dan three yang berarti tiga. Jadi, santri adalah matahari tiga. Matahari tiga tersebut adalah Iman, Islam dan Ihsan. Santri dan pesantren merupakan sebuah kesatuan. Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan non formal yang biasanya mempelajari ilmu keagamaan dan dibimbing oleh seorang guru yang biasa dikenal dengan istilah kiai.

Pesantren merupakan miniatur Indonesia. Di pesantren, santri tidak hanya berasal dari satu daerah, namun santri berasal dari seluruh pelosok  Nusantara. Mereka bertemu dalam satu tempat yang dinamakan pesantren dan merasa menjadi sebuah keluarga. Para santri biasanya memiliki rasa kepedulian yang tinggi. Di pesantren, para santri dibekali berbagai macam ilmu. Pesantren zaman dahulu terkenal dengan keilmuan agamanya, namun pesantren saai ini tidak hanya membekali santri dengan ilmu-ilmu agama saja. Mereka juga dibekali dengan ilmu umum dan ketrampilan. Dengan belajar ilmu umum dan ketrampilan, santri diharapkan siap menghadapi masa depan.

Melihat fenomena sekarang, banyak santri yang berkiprah di bidang politik. Banyak pejabat yang merupakan alumni pesantren. Bahkan beberapa tahun silam presiden Indonesia, K.H. Abdurrahman Wahid merupakan seorang santri dan berasal dari keluarga santri.

Pada tahun 2018, jumlah santri di Indonesia mencapai 4.048.720 orang. Hal tersebut merupakan potensi yang luar biasa bagi Indonesia. Hal tersebut merupakan investasi bangsa dalam hal mencerdaskan anak bangsa. Para santri dididik di pesantren agar siap menghadapi kehidupan yang semakin maju. Mereka harus siap dengan tantangan-tantangan zaman sekarang. Dunia internet semakin berkembang. Banyak aplikasi-aplikasi baru. Santri juga dituntut mengikuti perkembagan zaman.

Bukti konkret santri dalam mewujudkan ungkapan “ dari santri untuk negeri ” adalah dengan mengikuti perkembangan zaman. Misal saja menggunakan media online dalam berdakwah atau kajian-kajian.

Bakti santri untuk negeri sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Ketika terjadi pertempuran di Surabaya melawan tentara NICA yang dipimpin oleh A.W.S.Malllaby. Para santri yang dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy’ari dengan gigih mempertahankan Indonesia. K.H.Hasyim Asy’ari menyerukan bahwa membela tanah air hukumnya wajib. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 22 Oktober 1945. Untuk mengenang peristiwa tersebut, mulai 22 Oktober 2015 sampai tahun selanjutnya diperingati sebagai hari santri sebagai wujud mengenang resolusi jihad.

Pesantren dibagi menjadi tiga bagian.

  • Pesantren tradisional yakni pesantren salafi, belum ada lembaga formal seperti sekolah.
  • Pesantren modern yakni pesantren yang sudah ada lembaga formal.
  • Pesantren gabungan keduanya yakni tetap mempertahankan kesalafannya dan juga mulai menerima perkembangan zaman.

Dengan adanya hal tersebut, menjadi bukti bahwa santri tidak terlekang zaman. Sekarang ini, kebanyakan pejabat berasal dari kalangan santri. Misal saja rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof K.H. Yudian Wahyudi. Beliau merupakan alumni pesantren. Dosen-dosen kita juga banyak yang alumni pesantren. Jadi, jangan ragu lagi kalau mau masuk pesantren. Jangan berpikiran santri itu kurang pergaulan. Justru santri lebih mudah beradaptasi. Kalau mau nyantri tidak usah mikir mau jadi apa kelak, yang terpenting adalah ilmu bermanfaat dan barokah.

Para santri tetap berpegang pada hadits Nabi yang berbunyi :

خير الناس انفعهم للناس

“ sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Maka dari itu, santri berusaha dengan segigih-gigihnya agar bermanfaat bagi manusia lain. Para santri juga memiliki jiwa sosial tinggi. Mereka sudah terbiasa hidup dengan berbagai orang dari berbagai daerah.

Para santri diharapkan mampu menjadi pendongkrak bagi negara di era milenial ini. Melihat era saat ini, banyak generasi muda yang mengalami kemerosotan moral. Mereka memanfaatkan gadget dan media sosial agar dikenal dengan istilah hits. Akan tetapi, mereka mengabaikan permasalahan sosial di sekelilingnya. Bahkan mereka lebih peduli dengan gosip-gosip dan berita hoax. Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan sangat membantu mencerdaskan kehidupan bangsa lewat para santri. Santri memiliki kecerdasan spiritual yang luar biasa. Ilmu yang diperoleh di pesantren menjadi bekal mereka untuk membangun masyarakat. Mereka terbiasa belajar, mengaji dan menghafal di pesantren. Dengan proses tersebut mereka terbiasa fokus dengan sebuah tujuan. Sebagai generasi milenial, santri juga harus mampu membaca alam kauniyah dengan pemikiran yang terbuka. Banyak hal yang telah santri baktikan untuk negeri ini. Dan banyak pula sosok pemimpin negeri yang berasal dari kalangan santri. Misal saja Syaifudin Zuhri (mantan Menteri Agama), Khofifah Indar Parawansa (mantan Menteri Sosial dan Pemberdayaan Perempuan), Gus Yasin (Wakil Guberrnur Jawa Tengah), K.H. Abdurrahman Wahid (mantan Presiden Republik Indonesia).

Santri juga terbiasa kritis terhadap permasalahan. Mereka di pesantren terbiasa dikusi, musyawaroh dan lain-lain. Pengabdian mereka juga tidak diragukan lagi. Misalnya saja di pondok mereka terbiasa mengabdi dengan kiai. Kejujuran mereka juga diatas rata-rata. Sehingga terwujud generasi yang terealisasi sempurna sebagai alat peningkatan moral dan menjawab berbagai tantangan di negeri ini dengan tetap menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara. Dengan adanya hal tersebut, santri merupakan pribadi motivasi, jiwa kepemimpinan, solidaritas dan intelektual yang tingi. Ayo mondok. Pesantrenku keren.

oleh : Wiwid (2b)

Leave a Comment