Perasaan aku udah lama di pondok, kok nggak pinter-pinter? Kayaknya nggak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah di pondok, gimana ya? Kalau begini, apa bedanya di pondok sama di kos? Pertanyaan-pertanyaan semacam  itu sering diucapkan oleh  para santri, baik santri baru, santri yang sedikit lebih lama, terutama santri lama yang tak kunjung boyong.

Lalu, benarkah belajar di pondok tidak menghasilkan sesuatu? Tentu tidak.

Segala sesuatu yang kita lakukan pasti akan memberi dampak kepada kita, asal kita melakukannya dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah.  Sebagaimana ungkapan من جد وجد dan من سار على الدرب وصل.   Lingkungan pun mempengaruhi diri kita. Jika kita berkumpul dengan tukang ghibah, kita juga akan kecipratan dosanya. Jika berkumpul dengan orang shalih, maka kita juga akan kecipratan berkahnya.

Pondok pesantren adalah tempat yang tepat. Di pondok pesantren, santri bisa mujalasah (belajar bersama ulama). Mujalasah merupakan majelis yang diberkahi dan insyaAllah berkahnya nular ke kita. Berkah itu bermacam-macam bentuknya, bisa berupa berkah waktu, berkah harta, berkah ilmu, dll.  Namun, jangan berharap bisa mendapatkan hal tersebut secara instan.

Apa yang kita peroleh dari majelis ilmu seringkali tidak terlihat. Hal itu tumbuh sebagaimana pertumbuhan manusia yang terkadang tidak disadari. Sebagai contoh, anak kecil yang kita temui setiap hari tentunya pertambahan tingginya tidak kita sadari. Sebaliknya, anak kecil yang jarang kita temui dalam jangka waktu lama, kita akan mengetahui dan melihat perubahan tinggi dari anak tersebut, sama halnya dengan yang terjadi pada diri kita selama di pondok, bisa saja perubahannya baru terlihat kelak setelah keluar dari pondok.

Tidak perlu pusing memikirkan hasil. Yang harus kita lakukan adalah berhusnudzon kalau yang kita lakukan pasti membuahkan hasil. Akan tetapi, apa yang kita lakukan bisa jadi belum berbuah atau tidak terasa buahnya oleh kita. Tugas kita hanya melakukan kewajiban dengan sebaik mungkin. Setelah itu, tunggu keutamaan dari Allah.

Kutipan ngaji al-Manhajus Sawi bersama Ustaz Jalil.

2 Comments

Leave a Comment