Berbincang mengenai kesehatan di masa saat ini pasti tidak akan ada habisnya. Ahad, 21 April 2019 Pondok Pesantren Al Munawwir  Komplek Q mengadakan acara Bincang Kesehatan dengan mengambil tema “Tingkatkan Kepedulian dengan Edukasi P3K”. Bincang kesehatan ini juga merupakan serangkaian acara yang masuk dalam acara April MOP (Miracle of Pesantren) tahun ini.

Pukul 09.20 WIB acara dibuka oleh moderator dari santriwati Komplek Q sendiri yaitu Dian Mar’atuz Zakiyyah sementara pemateri berasal dari Klinik Pratama BKM Ali Maksum, diataranya yaitu dr.Sirojuddin, dr.Ali, dan Kak Ummi. Kehadiran santriwati di musala barat begitu antusias pagi itu.

Menginjak materi yang pertama, disampaikan oleh dr.Sirojuddin yang berjudul “Kondisi Emergensi”, dalam hal ini banyak materi-materi yang menjelaskan dengan rinci, tentang bagaimana penanganan kejadian yang kerap terjadi di lingkungan pesantren khususnya, seperti: tidak sadar diri, kejang, perdarahan, nyeri dada, tersedak, luka bakar, tersengat listrik, dan mimisan. Kondisi emergensi seperti ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Tentunya, langkah pertama ketika emergensi terjadi yaitu meminta bantuan dan jangan panik.

Kemudian materi yang kedua disampaikan oleh dr. Ali, dengan penyampaian yang sedikit humor itu membuat peserta kali ini lebih bersemangat. dr. Ali membawakan materi mengenai “Demam Berdarah dan Magh”. Keduanya merupakan masalah yang kerap terjadi di kalangan santri sendiri, sehingga materi mudah diterima dengan baik.

Membahas mengenai kesehatan, tentunya kita tidak luput dari yang namanya kebersihan bukan? Kebersihan merupakan nomor satu. Kebanyakan penyakit disebabkan dari keadaan yang kotor. Sehingga penyakit berkembang biak dengan cepat. Salah satunya yaitu demam berdarah. Kehidupan santri yang hidup dengan banyak orang harus pintar-pintar dalam menjaga segala kebersihan. Deman berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aides aigepty. Jaringan penyakit ini disebabkan kurang memperhatikan kebersihan. Pencegahannya dengan menggunakan 4Mplus yaitu menguras, menutup, mengubur dan memantau. 4 Mplus tersebut  merupakan pencegahan yang sangat dini dalam menjaga kebersihan.

Memasuki pembahasan berikutnya yaitu mengenai magh, yang pada dasarnya penyakit ini disebabkan dari individunya sendiri, seperti kurang memperhatikan pola makan yang teratur, sehingga menyebabkan asam lambung naik. Pencegahannya sebagai santri juga harus memperhatikan pola makan yang teratur, jangan membiasakan makan karena persepsi melainkan karena kebutuhan.

Pemateri yang ketiga yaitu Kak Ummi, yang membicarakan mengenai informasi BKM Pratama Ali maksum itu sendiri. Klinik ini terletak di Jalan KH. Ali Maksum, Rt.34/Rw.10, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada akhir tahun 2018, klinik ini telah bekerja sama dengan layanan BPJS, sehingga mempermudah bagi kalangan siapa saja yang mempunyai kartu BPJS dapat menggunakannya di Klinik Pratama BKM Ali Maksum.

Pola hidup sehat yang bagaimana khususnya untuk pera santri yang terbatas dengan segala fasilitas yang ada, tentunya pola-pola yang sederhana tetapi dapat membantu tubuh kita sendiri tetap memiliki energi dalam beraktifitas, diantaranya yaitu; selalu bersyukur kepada Allah swt, tetap ikhtiar dalam melakukan segala aktifitas dan usaha, membiasakan makan karena kebutuhan,olahraga (15-30 menit per-hari), dan olahjiwa karena tidak hanya raga saja yang bisa sehat untuk beraktifitas tetapi jiwa juga harus sehat dalam mengatur pola pikir yang positif dalam menyikapi apapun baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

 

Oleh: Erfika

Leave a Comment