Islam adalah agama yang sangat memperhatikan umatnya, salah satunya ialah ketika Allah Swt. menimpakan musibah kepada hambanya agar manusia itu dapat lebih bersabar dan bertambah syukurnya. Salah satu musibah yang dimaksud ialah datangnya penyakit yang menimpa pada tubuh kita. Kita sebagai seorang umat Islam harus dapat menyikapi hal-hal demikian dengan tetap bersabar dan tetap mengingat Allah, bahkan hal ini harus tetap disyukuri. Dalam ini, Yasin Yusuf—seorang mubaligh NU asal Blitar, Jawa Timur—pernah berkata, “kalau ada orang sakit malah tambah rajin beribadah, maka lebih baik didoakan sakit saja agar senantiasa menyebut nama Allah.”

Dalam kitab Al-Muqtathofat li ‘Ahlil Bidayah karya KH. Marzuki Mustamar pengasuh PP. Sabiilul Rosyad, Gasek, Malang, Jawa Timur menerangkan mengenai beberapa doa yang dianjurkan dibaca guna kesembuhan penyakit dan diperbolehkannya mengangkat tangan ketika berdoa. Hal ini termaktub dalam bab empat kitab Al-Muqtathofat, yang isinya:

      1. Diperbolehkannya Doa untuk Penyembuhan

        Dalam kaitannya mengenai diperbolehkannya berdoa, ini juga menuju pada pembahasan mengenai diperbolehkannya ruqyah guna penyembuhan. Rukiah memiliki arti membantu orang lain dari penyakitnya dengan lafal-lafal yang berasal dari dalil qath’i. Di sini rukiah tidak harus untuk setan, jin atau sejenisnya tetapi juga dapat untuk luka kecil maupun besar. Sebagaimana hadis Rasul yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim (Muttafaq Alaih):

        عن عاءشةرضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا اشكى الإنسان الشيء منه, أو كانت به قرحة أو جرح, قال النبي صلى الله عليه وسلم بأصبعه هكذا, ووضع سفيان بن عيينه الراوي سبابته بالأرض ثم رفعها وقال: “بسم الله, تربة أرضان, بريقة بعضنا, يشفي سقيمنا, بإذن ربنا.” متفق عليه. (رياض الصالحين: 901)

        Artinya: Dari Aisyah ra. bahwasannya Nabi Saw. itu apabila ada seseorang yang mengeluh karena ada sesuatu yang dirasa sakit pada dirinya atau ada luka, kecil atau besar, maka Nabi Saw. berdoa dengan menggunakan jari tangannya. Sufyan bin ‘Uyainah yang meriwayatkan hadis ini menunjukkan cara menggunakan jari itu, yakni telunjuknya diletakkan di bumi lalu diangkat dan di waktu meletakkan itu mengucapkan – yang artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ini adalah tanah bumi kita, dicampur dengan ludah sebagian dari kita, dengannya dapat disembuhkan orang sakit di antara kita, dengan izin Tuhan kita.” (Riyadhus Shalihin: 901)

        Dengan demikian Allah menciptakan segala sesuatu pastilah bermanfaat untuk sesuatu yang lain. Sedang doa guna meminta kesembuhan dari penyakit adalah:

        وعنها أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يعود بعض أهله يمسح بيده اليمني ويقول: “اللهم رب الناس أذهب البأس واشف أنت الشافي لاشفاء إلاشفاؤك شفاء لايغادر سقما.” متفق عليه. (رياض الصالحين: 902)

        Artinya: Dari Aisyah ra. pula bahwasannya Nabi Saw. pada suatu waktu meninjau setengah dari keluarganya yang sakit. Beliau Saw. mengusap dengan tangannya yang kanan dan mengucapkan – yang artinya: Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah kesukaran yakni penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkau sajalah yang dapat menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan daripada-Mu, yakni kesembuhan yang tidak lagi meninggalkan penyakit.” Muttafaq Alaih (Riyadhus Shalihin: 902)

        Doa di atas dibaca oleh Rasulullah ketika beliau mengunjungi keluarganya, terlebih di saat salah satu dari keluarganya ada yang sedang sakit. Hadis lain mengenai doa untuk kesembuhan ialah sebagai berikut:

        وعن أبي عبد الله عثمان بن أبي العاص رضي الله عنه أنه شكى إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وجعا يجده في جسده فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ضع يدك على الذي تألم من جسدك وقل : بسم الله – ثلاثا – وقل سبع مرات : أعوذ بعزة الله وقد رته من شر ما أجد وأحاذر. رواه مسلم. (رياض الصا لحين : 905)

        Artinya: Dari Abu Abdillah yaitu Usman bin Abu Ash ra. bahwasanya ia mengadu kepada Rasulullah Saw. karena adanya suatu penyakit yang diderita di dalam tubuhnya, lalu Rasulullah bersabda padanya: “Letakkanlah tanganmu pada tempat yang engkau rasa sakit dari tubuhmu itu, kemudian ucapkanlah “Bismillah” tiga kali, lalu ucapkanlah pula sebanyak tujuh kali – yang artinya: “Saya mohon perlindungan dengan kemuliaan Allah dan kekuasaanNya dari keburukannya sesuatu yang saya peroleh dan saya takutkan.” HR. Muslim (Riyadhus Shalihin: 905)

      2. Sunnah Mengangkat Tangan Saat Berdoa

        Hadis mengenai disunnahkannya mengangkat tangan ketika berdoa telah diriwayatkan dalam kitab Tirmidzi yakni sebagai berikut:

        روينا في كتاب الترمذي, عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا رفع يديه في الدعاء لم يحطهما حتى يمسح بهما وجهه

        Artinya: Diriwayatkan kepada kami dalam kitab Tirmidzi, dari Umar ra.: bahwa Nabi Saw. bila mengangkat tangan saat berdoa tidak menurunkannya sampai mengusap wajah dengan kedua tangannya.

        Dalam hadis lain disebutkan bahwa tangan yang ketika diturunkan dalam keadaan kosong tersebut, maka oleh Allah akan diisi dengan sesuatu kebaikan yang tidak nampak oleh kita sebagai makhluk-Nya.

        عن سلمان رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “إن ربكم حي كريم يستحيي من عبده إذا رفع يديه إليه أن يردهما صفرا.” أخرجه الأ ربعة إلا النسائي, وصححه الحاكم.

        Artinya: Dari Salman ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Tuhanmu Pemalu dan Pemurah, Dia akan malu terhadap hamba-Nya bila ia mengangkat tangan kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dengan tangan kosong.” HR. Imam Empat selain Nasai. Hadits shahih menurut Hakim.

    Maka jelaslah bagi kita untuk mengamalkan perkara di atas, karena telah ada dalil qathi yang benar-benar telah menjelaskan mengenai perbuatan tersebut. Untuk itu hendaknya kita dapat mengamalkan doa-doa di atas dalam kehidupan sehari-hari kita.

  1. Oleh: Nur Kholifah Akrom

    Pengajian Kitab Al-Muqtathofat li ‘Ahlil Bidayah Ustaz Moh. Thoifur

Leave a Comment