Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah Hari Santri Nasional (HSN) untuk tahun ini. Menjelang peringatan HSN 2018, panitia mengadakan grebeg santri sebagai salah satu rangaian kegiatan. Grebeg ini berupa pawai santri yang di ikuti oleh 33 pondok pesantren se-DIY. Masing-masing pondok pesantren akan menampilkan sesuai dengan tema yang telah di pilih. Rute perjalanan pawai di sepanjang Jalan Malioboro, mulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali, memasuki halaman gedung DPRD DIY untuk tampil di depan tamu undangan dan juri kemudian berakhir di titik nol kilometer.

Dalam pawai ini mengambil empat periode penting dalam sejarah kepesantrenan dan Indonesia. Periode pertama yakni peran santri pada periode Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah dan kontingen diwajibkan untuk memakai penanda berupa surban. Kedua, peran santri dalam periode perjuangan KH Hasyim Asy’ari hingga lahirnya “Resolusi Jihad” yang menjadi ujung tonggak dari peringatan hari santri, 22 Oktober 1945 setiap kontingen di wajibkan untuk membawa kitab kuning. Ketiga, peran santri dalam periode kemerdekaan maka kontingen ini diwajibkan menggunakan penanda yang berhubungan dengan garuda dan keempat, santri pada periode masa era milenial dengan penanda dibebaskan sesuai dengan kreasi peserta.

Untuk meramaikan Hari Santri Nasional 2018, serangkaian kegiatan juga diadakan di masing-masing kabupaten dan kota se-DIY. Adapun selain grebeg santri, akan diadakan berbagai kegiatan Festival Santri di lapangan Ali Maksum dan Festival Panggung Krapyak di selatan komplek pesantren Krapyak pada 10-12 Oktober 2018.

Dalam festival santri akan diadakan pameran pusaka peninggalan dan karya ulama Nusantara, pentas seni para santri, pameran lukisan kiai dan santri, workshop seni, serta bazar dari berbagai organisasi santri dari berbagai daerah. Festival Panggung Krapyak akan digelar pada tanggal 11 oktober, pukul 19.00 hingga selesai. Menghadirkan panggung hiburan dan dakwah dengan menggunakan Panggung Krapyak sebagai latar dan ikonnya, menampilkan beberapa pertunjukan seni religi santri. Di antaranya yakni pertunjukan musik ala santri, wayang suket, wayang Islam Nusantara, video maping, dan banyak yang lain.

Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X membuka grebeg santri dan dalam sambutannya menyampaikan pesan bahwa santri harus menggunakan teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan upayanya untuk menjaga agama, jiwa, nalar, keluarga, dan martabat. Serta grebeg santri ini mengingatkan kita bahwa Indonesia kaya akan budaya sehingga patut untuk dijaga dan diperjuangkan. (Luai)

Leave a Comment