Pada gelaran peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, Pondok Pesantren Al Munawwir Komplek Q, Krapyak Yogyakarta menggelar upacara. Upacara dilaksanakan di halaman pondok pusat, pada Minggu, 21 Oktober 2018. Pada upacara kali ini, Kepala Polisi Sektor Sewon Komisaris Polisi Paimun, S.H. bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan kali ini, kapolsek menyampaikan tentang awal mula ditetapkannya tanggal 22

Yusuf Thoha atau yang lebih akrab disapa Pak Yusuf merupakan salah satu ustaz yang mengajar di Komplek Q. Beliau telah mengajar sejak Komplek Q berdiri. Sebelum Komplek Q berdiri seperti sekarang, hanya ada pengajian Riyadus Sholihin dan Kifayatul Akhyar untuk semua kalangan dan juga belum ada kamar-kamar. Setelah Muktamar NU yang dilaksanakan di Krapyak pada tahun 1989

Salah satu tema yang diusung dalam Muktamar Pemikiran Santri 2018 adalah Pesantren, Women Ulama, and Social Trasformation : Challenges and Prospects. Diskusi yang dilaksanakan pada Kamis, 11 Oktober 2018 ini dihadiri 3 dari 4 narasumber yang sudah ditetapkan. Acara ini berlangsung di Aula G Pondok Pesantren Krapyak.  Ketiga narasumber tersebut adalah Syekh Bilal Al Mahmud Afifi Ghanim

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah Hari Santri Nasional (HSN) untuk tahun ini. Menjelang peringatan HSN 2018, panitia mengadakan grebeg santri sebagai salah satu rangaian kegiatan. Grebeg ini berupa pawai santri yang di ikuti oleh 33 pondok pesantren se-DIY. Masing-masing pondok pesantren akan menampilkan sesuai dengan tema yang telah di pilih. Rute perjalanan pawai

Muslih Ilyas atau yang lebih dikenal dengan sapaan Pak Muslih. Beliau merupakan salah satu santri Mbah Warson dan salah satu ustaz yang mengajar di Komplek Q. Beliau mengajar di Komplek Q sejak beberapa tahun setelah Komlek Q berdiri, atas dawuh langsung dari Bapak beliau mengajar di Komplek Q. “Slih, kowe mulang tafsir Jalalain (Sli, kamu mengajar tafsir

Dzawin Nur Ikram, santri asal Bogor ini merupakan finalis kompetisi stand up komedi di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Latar belakangnya sebagai santri, sering ia jadikan sebagai bahan ketika tampil. “ Kenapa sering bicara tentang santri, biar orang tahu kalau santri itu nggak cuma kumuh, tapi bisa masuk tv, “ ujar mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah

Malam Kamis, 10 Oktober 2018, panggung krapyak penuh sesak oleh santri yang menyaksiskan malam kebudayaan yang masuk dalam serangkaian Road to Hari Santri 2018. acara ini dibuka oleh penampilan grup musik Sholawatan Emprak Jawi dari Pesantren Kali Opak. Selanjutnya acara dipandu oleh MC kocak Alit Jabang Bayi. Alit dan satu temannya lagi berhasil membuat penonton tertawa riuh

Ada yang menarik dari tim paduan suara pada peringatan upacara hari santri nasional tahun ini. Tim paduan suara yang berisi sekitar 16 santri ini terbilag terbentuk secara mendadak. Bagaimana bisa dikatakan mendadak? Nova Aliyatul, salah satu anggota tim paduan suara mengungkapkan, bahwa dua minggu sebelum upacara, Sidiq, Koordinator Divisi Sosial dan Budaya dari pengurus pusat Al Munawwir

Berdirinya PP Al Munawwir Komplek Q pada tahun 1989 tidak bisa lepas dari peran para santri putra yang mengaji langsung kepada K.H. A. Warson. Satu di antara santri tersebut adalah Ustaz Suhadi Chozin. Pada tahun 1983, lelaki asal Blitar tersebut hijrah ke Krapyak, tepatnya di Komplek L. Sebelum Komplek Q berdiri, Bapak—sapaan akrab para santri kepada K.H.

  • 1
  • 2