Konon wanita seringkali merasa cemas jika dirinya tak kunjung menemui kondisi haid di tiap bulannya. Hal ini disebabkan karena wanita khawatir dengan keadaan tubuhnya jika mengalami telat haid atau mungkin saja dia memang sudah ingin menikmati hidup, sejenak, tanpa melakukan ibadah mahdhah—haha. Akan tetapi, sebenarnya kondisi tersebut adalah hal yang wajar terjadi jika tidak lebih dari seminggu hingga dua minggu. Alih-alih periksa ke dokter, wanita biasanya menggunakan jalan pintas seperti meminta jempol kakinya diinjak oleh wanita lain yang sedang haid, ada pula yang dengan embel-embel wanita yang haid di hari pertama.

Hal ini menjadi keunikan tersendiri untuk menutupi kecemasan yang menyelimuti dirinya. Kemungkinan, banyak berhasilnya cara tersebut pernah diteliti oleh Alexandra Alvergne dari Oxford University, tentang penelitiannya mengenai synchronise period atau disebut sinkronisasi masa haid. Ia menyebutkan bahwa keadaan ketika wanita yang lama tinggal bersama dan dengan ikatan yang kuat cenderung mengalami masa haid yang hampir bersamaan pula. Oleh karena itu, tak heran jika ketika wanita berada pada lingkungan yang sama dan dalam kurun waktu yang tidak singkat, ia bakal memiliki siklus haid yang berdekatan. Akan tetapi, Alexandra juga menjelaskan bahwa bisa jadi kemungkinan tersebut adalah acak yang berhasil dibuktikan dalam sebagian penelitian, namun pada penelitian lain hasilnya kurang valid.

Selain itu, pola makan juga sebenarnya tidak mempengaruhi periode haid. Dan kebiasaan injak jempol kaki yang tidak ada hubungannya sama sekali. Keduanya lebih diterima sebagai mitos abadi walau sulit dibuktikan secara ilmiah tapi tetap bisa dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar. 

Alih-alih dianggap mitos, namanya juga usaha, Bos.

Oleh: fn

Referensi Mojok.co

Photo by Estée Janssens on Unsplash

Leave a Comment