Pada Hari Ahad, 7 Juli 2019, santri kelas khomis Madrasah Salafiyah Tiga mengikuti kegiatan pembekalan terkait pelaksanaan Praktik Pengalaman Mengajar (PPM) dan pembuatan tugas akhir di Musala Barat, Pondok Pesantren Al Munawwir Komplek Q. Pembekalan kali ini bertema “Santri Sholihah: Berbagi Ilmu dan Berkhidmah”.

 Kegiatan ini dimulai sejak pagi hingga siang hari dengan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Bapak Abdul Mustaqim dengan materi metodologi penelitian. Selain dijelaskan mengenai teori penelitian, setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan rencana judul penelitian dan latar belakangnya. Kesempatan ini menjadi ruang bagi setiap peserta untuk mendapatkan penilaian dari pemateri.

Kalau membuat judul dan latar belakang jangan muter-muter, lebih baik yang langsung dapat dipahami maksudnya, sehingga lebih efektif dan tidak bertele-tele,” pesan Pak Mustaqim. Beliau juga berpesan agar para santri melakukan penelitian terkait tugas akhir yang sesuai dengan bidangnya, dengan harapan agar penguasaan materi dapat dicapai secara maksimal.

Dilanjutkan pada sesi kedua diisi oleh Ibu Nursaidah yang membahas mengenai metodologi belajar-mengajar. Sesi ini dilakukan setelah break sholat dzuhur, untuk menyegarkan semangat para peserta, pemateri melakukan beberapa ice breaking, sekaligus sebagai pengetahuan tambahan bagi peserta agar dapat mengatasi suasana bosan dalam kelas ketika sedang mengajar. Selain dengan presentasi dan praktik, Bu Nursaidah juga menunjukkan film pendek yang berjudul 2+2=5. Film tersebut menggambarkan seorang guru yang otoriter dalam mengajar.

“Seorang guru hendaknya selalu terbuka dalam mengajar. Ketika salah ya harus berani meminta maaf dan mempersilakan muridnya untuk melakukan koreksi atau masukan. Tidak boleh sakit hati atau memaksa pendapatnya yang paling benar,” kata Bu Nursaidah menjelaskan nilai moral film pendek tersebut.

Kemudian kegiatan pembekalan ditutup dengan foto bersama pemateri. Apriliya Mayasari, salah satu santri kelas khomis, mengatakan bahwa meskipun pada sesi tanya-jawab hanya diberikan waktu yang terbatas, tetapi santri cukup mendapat pencerahan mengenai beberapa hal terkait penulisan tugas akhir dan praktik pengalaman mengajar, terutama bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang ilmu pendidikan maupun penelitian.

“Kegiatan ini diadakan sebelum PPM karena memang diharapkan agar para santri kelas khomis mendapatkan gambaran terkait PPM yang mereka laksanakan. Begitu juga dengan tugas akhir. Berhubung PPM menjadi syarat untuk pengajuan tugas akhir nantinya. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Dwi Maryam, ketua panitia PPM 2019.

Meskipun terdapat beberapa kendala, kegiatan pembekalan tersebut dinilai cukup lancar melihat partisipasi aktif dari santri kelas khomis sebagai peserta. “Sebenarnya belum dapat dinilai seberapa besar pembekalan kemarin membantu para santri karena baru bisa dilihat saat praktik mengajar langsung dan pengajuan tugas akhir, tapi melihat bagaimana respon santri di kegiatan tersebut sepertinya positif,” lanjutnya.

 

Oleh: Nazifatul Ummi A

Leave a Comment