JOMBLO

Posted on 3 views

Bicara soal “Jomblo”, siapa yang tidak tahu istilah tersebut? Hampir seluruh kawula muda paham dengan istilah ini. Jomblo adalah seseorang yang belum memiliki pasangan, baik dalam jangka waktu yang lama maupun pendek. Seiring berjalannya waktu, istilah “Jomblo” memiliki banyak macamnya, di antaranya timbul karena faktor kondisi yang dialami si “Jomblo”, mulai dari Jomblo Fisabilillah, Jomblo ngenes, Jomblo terhormat, atau bahkan Jomblo sejak embrio, ya kayak yang baca! Yang nulis juga…Wkwkwk. Yuk, kita bahas beberapa istilah Jomblo tersebut.

Yang pertama, Jomblo Fisabilillah. Istilah ini diperuntukan bagi para jomblo yang memiliki prinsip nggak mau pacaran sebelum halal. Jadi, maunya nikah dulu baru merajut keuwuwan gengs. Model jomblo kaya gini biasanya terkesan sangat menjaga pergaulan terhadap lawan jenis.

Yang kedua, Jomblo ngenes. Model jomblo kayak gini biasanya Jomblo yang sudah tidak betah dan sudah jenuh dengan kejombloannya. Alias sudah bosen sendiri. Model Jomblo kayak gini lebih sering pasrah, ya ibaratnya hidup yang dijalani waallah hu a’lam, dateng jodoh cepat Alhamdulillah, kalau masih lama ya sudah. Bukan kategori ikhlas, tapi ya udah aja gitu.

Yang ketiga, Jomblo terhormat. Tipe jomblo kaya gini biasanya berusaha terlihat biasa-biasa saja dengan status jomblonya. Lebih serjng menyibukan diri dengan hobi atau pekerjaan. Walaupun sebenarnya dari lubuk hati terdalam ada rasa ingin punya gandengan. Jomblo tipe ini juga biasanya pandai menyimpan rasa penasarannya pada si dia.

Nah, tipe terakhir dari pembahasan kali ini adalah Jomblo sejak embrio. Model jomblo kaya gini benar-benar belum pernah pacaran, ya udah gitu aja definisinya.

Ngomong-ngomong soal jomblo, kalian salah satu dari tipe di atas apa nggak?? Atau mungkin justru tipe lain selain dari yang udah dibahas? Sebagai jomblo yang baik, harus tetap punya prinsip dan tujuan hidup. Karena hidup nggak melulu soal cinta pada lawan jenis. Ada cinta pada orang tua yang harus selalu dipenuhi, ada cinta kepada Allah Ta’ala yang harus selalu dirawat, dan ada cinta kepada diri sendiri yang tidah boleh terlupakan.

Agar menjadi jomblo yang berkualitas tinggi, sebaiknya banyak-banyak mengisi waktu luang dengan melakukan hal-hal positif karena dapat meningkatkan kadar kereligiusan seseorang sehingga mampu membentengi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai karena terlalu memikirkan status “Jomblo” membuat terjerumus pada kemaksiatan, seperti pergaulan bebas, narkoba, minum minuman keras, dan lain sebagainya. 

Oleh: Silfi Ainunnisa

Photo by Praveesh Palakeel on Unsplash