Bulan dzulhijjah termasuk satu diantara bulan-bulan yang dimuliakan (asyhurul hurum). Secara keseluruhan, ada empat bulan yang disebut dengan asyhurul hurum dalam Islam, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Hal tersebut dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim;
إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram serta satu bulan yang terpisah yaitu Rajab Mudhar, yang terdapat di antara bulan Jumada Akhirah dan Sya’ban.”

Pada bulan dzulhijjah terdapat banyak keutamaan yang bisa diraih teruatama pada sepuluh hari pertama. Diantara keutamaan-keutamaannya yaitu dengan melakukan amal saleh, seperti melaksanakan ibadah haji dan umroh, melakukan ibadah kurban bagi yang mampu, memperbanyak ibadah sunnah baik shalat, puasa, maupun berdzikir. Mengenai hal tersebut telah dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam Al-Adzkar;
واعلم انه يستحب اكثار من الاذكار في هذا العشر زيادة على غيره ويستحب من ذالك في يوم عرفة اكثار من باقى العشر

“Ketahuilah bahwa disunnahkan memperbanyak zikir pada sepuluh awal Dzulhijjah disbanding hari lainnya. Dan di antara sepuluh awal itu memperbanyak zikir pada hari Arafah sangat disunnahkan.”

Adapula dalil mengenai anjuran memperbanyak dzikir pada sepuluh hari awal dzulhijjah adalah;
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan…..” (Surat Al-An’am ayat ayat 28).

Imam An Nawawi, Ibnu Abbas, Asy-syafi’i, dan jumhur ulama memahami bahwa kata ayyamul ma’lumat dalam ayat diatas adalah pada sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah.

Lafaz zikir yang sangat dianjurkan untuk dibaca, terutama pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah kalimat tahlil, takbir dan tahmid. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Thabrani, Nabi Saw. bersabda;
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ وَلاَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيْهِنَّ مِنْ هَذِهِ اْلأَيَّامِ، فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّكْبِيْرِ وَالتَّحْمِيْدِ –

“Tidak ada amal yang dilakukan di hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan pada tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari itu.”

Selain itu, pada bulan dzulhijjah umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. Namun pada tanggal 10 dzulhijjah dilarang untuk berpuasa, karena bertepatan dengan ‘idul adha. Sebagaimana dikutip al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, Imam Nawawi menjelaskan:
والمراد بالعشر ها هنا الأيام التسعة من أول ذي الحجة

“Yang dimaksud sepuluh hari di sini ialah sembilan hari, terhitung dari tanggal satu Dzulhijjah”

Dari kesembilan hari tersebut ada puasa yang disebut dengan puasa Arafah yaitu puasa pada 9 Dzulhijjah. Ada juga puasa tarwiyah yaitu puasa pada tanggal 8 Dzuhijjah. Pada hari tarwiyah dan arofah tersebut sangat dianjurkan untuk berpuasa.

Dalam hadis riwayat Imam Nasa’i, Nabi Saw. bersabda;
صوم عاشوراء يكفر السنة الماضية وصوم عرفة يكفر السنتين الماضية والمستقبلة

“Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

Sumber: https://islami.co/tiga-amalan-di-bulan-dzulhijjah-keutamaannya-menghapus-dosa-yang-lalu/

Oleh: Husna Nailufar

Foto: by Jan Kaluza on Unsplash

Leave a Comment