Fase dalam suatu hubungan adalah bertemunya makhluk adam dan makhluk hawa yang dikat dengan suatu janji suci yakni pernikahan, dan salah satu tujuan setelah menikah adalah untuk melahirkan makhluk baru yang dititipkan Allah kepada kita. Allah menitipkan makhluk baru atau anak ke dunia melalui perantara kita dalam keadaan suci bersih tanpa dosa dan tentunya kita harus menjaga dan merawatnya dengan baik bukannya malah merusaknya, karena semua akan dipertanggungjawabkan esok. Anak merupakan amanah besar yang diberikan Allah SWT. Lalu bagaimanakah cara mendidik anak dengan baik?

Menjadi orang tua tentulah tidak mudah, dari mengandung, melahirkan, membesarkan hingga mendidik dengan usaha dan ilmu yang dimiliki. Anak bagaikan kertas putih yangmana tergantung bagaimana orangtua akan mengisinya, dicoret-coretkah atau diukir dengan tulisan yang indah. Orangtua tentu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk para buah hatinya. Namun apakah sudah benar cara mengasuhnya? Orangtua tentu juga manusia biasa yang adakala nya mempunyai kesalahan dan tidak sempurna terutama dalam merawat anak yang tidak semudah yang dipikirkan. Tapi tidak ada salahnya jika kita bisa berusaha mendidik anak agar menjadi anak yang soleh solehah berguna dunia akhirat.

Kunci untuk membentuk anak yang soleh solehah tentu harus dimulai dari diri kita sendiri karena anak yang soleh dan solehah merupakan asset bergarga bagi orangtua. Ada 4 kunci agar anak kita bisa menjadi anak yang soleh solehah yaitu pertama, dengan memberikan rizki yang halal. Orangtua pastinya harus memenuhi segala kebutuhan buah hatinya dan mencukupinya. Dalam memenuhi kebutuhan anak harus dipastikan berasal dari rejeki yang halal karena Allah tidak menyukai segala sesuatu yang berbau haram.

Kemudian yang kedua yaitu orangtua harus benar dalam memilih guru dan anak harus benar dalam ajaran guru bisa mendekatkan anak pada kiai dan pesantren. Meskipun nanti tidak menjadi kiai adakalanya bisa dekat dengan kiai.

Yang ketiga yaitu menjadi orangtua yang bijak yang bisa mengerti anak-anaknya dan menjadi tauladan dalam kehidupan sehari-hari karena setiap tindakan, perilaku, ucapan orangtua bahkan kebiasaannya baik buruk maupun tidak mudah ditiru pleh anaknya. Contoh beberapa kasus buruknya yaitu ketika anak ditanya oleh guru ngajinya kenapa tidak solat maka si anak menjawab karena orangtuanya dirumah juga tidak solat maka dia mengikutinya. Karena mungkin saja anak berpikir jika solat merupakan hal baik kenapa orangtua tidak melakukannya maka si anakpun mengikutinya. Dalam memerintah anak pun juga harus disertai dengan tindakan atau contoh, bukannya seperti menyuruh anak untuk solat sedangkan orangtuanya masih asik menonton tv. Alangkah baiknya jika orangtua menyuruh anaknya solat dan orangtua pun sudah menggunakan mukena tanda bahwa juga akan menunaikan solat.

Dan yang terakhir—tapi bukan sebenarnya akhir—yaitu terus memohon kepada Allah, selalu mendoakan agar anak-anak kita menjadi buah hati yang soleh dan solihah dan berbakti kepada orangtua. Karena kita hanyalah hamba Allah yang sangat lemah dan tidak mempunyai kekuatan apa-apa tanpa adanya karunia dari Allah.

Semoga dengan tips di atas dapat sedikit banyak membantu kita dalam mempersiapkan atau memperbaiki dalam mendidik anak yang mana dimulai dari kita dahulu.

Sumber:

https://www.nu.or.id/post/read/68730/tiga-kunci-sukses-mendidik-anak-sholeh-sholehah


https://www.nu.or.id/post/read/58557/empat-kunci-membentuk-anak-shalih

Oleh: Taqiya Putri Salsabila

Foto: Photo by Shirota Yuri on Unsplash

Leave a Comment