Rabu malam Kamis (19/06), santri putri komplek Q melaksanakan agenda rutinan di bulan Syawal, yaitu sowan-sowan ke ndalem asatiz dan beberapa pengasuh PP Al-Munawwir. Pengurus pondok membagi santri-santri menjadi tiga rombongan dengan dua ketua rombongan di masing-masing rombongan. Kegiatan sowan tersebut dilakukan ba’da salat maghrib dengan titik kumpul di depan musala barat.

Banyak hal yang didapat oleh santri dari kegiatan sowan-sowan ini. Selain menjalin silaturrahmi dengan keluarga asatiz, para santri pun juga mendapat wejangan dan do’a. Ketika sowan ke ndalem Gus Kholid misalnya, para santri mendapatkan do’a dengan membaca al-fatihah untuk segala hajat/keinginan agar hasilnya maqsud, bermanfaat, dan barokah.

Ketika sowan ke ndalem Pak Hadi, banyak pesan yang beliau sampaikan kepada para santri.

“Jalinlah silaturahmi kepada guru-guru yang masih bisa dijangkau meski hanya setahun sekali. Semoga Allah memberikan maaf bagi kita yang ber-mu’asyarah. Semoga selalu diberi kesehatan, kemanfaatan dunia dan akhirat.”

Beliau juga berpesan kepada para santri agar menghabiskan masa kuliahnya di pondok. Jangan sampai boyong dengan alasan ingin mengerjakan skripsi di kos/rumah agar lebih tenang. Beliau berharap kepada para santri agar mengerjakan tugas akhir maupun skripsi di pondok. Hal ini dimaksudkan agar mendapatkan barokah pondok, hikmah, serta riyadah dari Mbah Munawwir sehingga hasil maqsud dan bermanfaat di dunia dan akhirat. Di akhir pesan, beliau menyampaikan jangan lupa dengan para guru-guru yang telah mengajari sejak kecil, kirimkan al-fatihah kepada mereka dalam do’a-do’a.

Tidak jauh berbeda ketika para santri sowan ke ndalem pasangan ustaz-ustazah, yaitu Pak Mawardi dan Bu Diana. Beliau berdua memberikan pesan agar para santri tetap sabar dalam mencari ilmu. Selain itu, beliau juga mendo’akan agar para santri mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah, serta menjadi calon istri yang sholihah. Aamiin.

Oleh: Badiatus S

Leave a Comment