Ahad (8/9) berlangsung pembukaan acara Harlah ke-30 Komplek Q yang diikuti oleh seluruh santriwati Komplek Q di Musala Barat. Acara dimulai pukul 08.00 WIB yang dimeriahkan oleh hadroh Tsamrotul Muna. Usai membawakan beberapa lagu, acara dibuka oleh Reni Wahyuni sebagai pembawa acara dan dilanjutkan sambutan dari ketua panitia.

Dalam  sambutannya Hafidhoh Ma’rufah selaku ketua panitia menyampaikan runtutan peristiwa yang terjadi setelah Komplek Q berdiri. Komplek Q lahir pada 22 September 1989 atas wasiat dari Mbah Ali. Bulan berikutnya, November di Krapyak diadakan Mukmatar NU, dan pada bulan Desember KH. Ali Maksum wafat.

Selain itu, ia menyampaikan makna dari logo Harlah ke-30 Komplek Q yang memiliki tiga garis di bawahnya. Tiga garis ini memiliki makna konsep trilogi ukhuwah dalam Islam yangini dicetuskan oleh KH. Ahmad Shiddiq. Trilogi ukhuwah yang terdiri dari ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah. Konsep trilogi ini dicetuskan sebelum Muktamar tahun 1989. Dengan ini Komplek Q lahir pada peristiwa besar yaitu pada tahun yang sama dicetuskannya trilogi ukhuwah.

Dengan mengangkat tema “Santri Milenial Membangun Peradaban Bangsa” bertujuan untuk membekali santri untuk menyiapkan masa depan dengan serangkaian acara yakni Workshop Binding Book, Foto & Video Contest, Workshop Content Creator, Workshop Shibori, dan serangkaian acara lainnya.

Dalam akhir sambutannya Hafidhoh berpesan, “Jangan jadi santri yang alfa dalam mengisi peradaban bangsa”.

Asmak Anisah

Leave a Comment