Setiap Jum’at Pon, musala barat PP Al-Munawwir Komplek Q dipenuhi oleh ibu-ibu jamaah pengajian. Di luar musala, beberapa santri berbaris menyambut jamaah yang baru datang. Hari ini, warga, pengasuh, santri, ustadz dan ustadzah berkumpul menjadi satu untuk saling berbagi ilmu di satu majelis yang biasa disebut dengan ‘Pengajian Jumat Pon’.

            Sesuai namanya, pengajian ini diadakan setiap Jum’at Pon. Pengajian digelar di musala barat PP Al-Munawwir komplek Q mulai pukul 16.00 sampai 17.00 WIB. Sebelum acara, ada simaan Alquran oleh santri tahfiz putri. Setelah itu, acara dimulai dengan pembacaan basmalah, kalimat syahadat dan tahlil yang dipimpin oleh Bu Nyai Khusnul Khotimah Warson, pengasuh PP Al-Munawwir Komplek Q. Acara selanjutnya adalah mauidhoh hasanah dan diakhiri dengan doa.

            Ust. Suhadi Chozin, Ust. Muslih Ilyas, Ust Agus Najib dan Ust Fairuzi Afiq Dalhar adalah ustadz-ustadz yang biasa mengisi mauidhoh hasanah. Tiap pengajian diisi oleh ustadz yang berbeda, dengan materi yang berbeda pula. Hal ini dimaksudkan agar memberi nuansa baru di setiap pertemuan.

            “Agar tidak bosan”, Bu Nyai Khusnul Khotimah, yang biasa dipanggil Ibu.

            Tiap ustadz menyampaikan materi sesuai dengan even yang sedang berlangsung, seperti Maulid Nabi dan tahun baru Islam. Di luar even-even besar itu, materi yang disampaikan meliputi amalan sehari-hari seperti thaharah, keutamaan sholawat, dll.

            Dalam memberi penjelasan, tiap ustadz memiliki ciri khas masing-masing. Contohnya adalah Ust Agus Najib yang selalu menyelipkan sholawat dalam ceramahnya. Lantunan sholawat yang diiringi musik hadroh diharapkan dapat menambah semangat jamaah yang mengikuti pengajian.

            Ada cerita menarik di balik pengajian Jum’at pon. Pengajian ini dirintis oleh Ibu (Bu Nyai Khusnul Khotimah Warson) sejak Bapak (KH. Warson Munawwir) masih ada. Sebelum mendirikan pengajian, Ibu minta ijin ke Bapak dan Bapak mengiyakan. Akhirnya, dengan persetujuan Bapak, diadakanlah pengajian rutin setiap Jum’at Pon. Pengajian yang diadakan untuk memperingati hari lahir Bapak ini, awalnya hanya memiliki beberapa jamaah. Seiring berjalannya waktu, jamaah semakin banyak. Bahkan, sekarang mencapai hampir 200 orang. Selain untuk bersedekah di hari lahir Bapak, pengajian ini juga dimaksudkan untuk menciptakan kedekatan antara pondok dan masyarakat sekitar. Dengan diadakannya pengajian, beliau berharap silaturrahmi antara warga dan pondok pesantren tak pernah putus dan semakin erat. Selain itu, juga menjadi sarana dakwah untuk mengajarkan nilai-nilai Ahlussunnah wal jamaah kepada penduduk sekitar. Beliau berharap jamaah mendapat manfaat ilmu dan barokah dari diadakannya pengajian ini.

Oleh : Axelda Martha

Leave a Comment