Sejarah Singkat Berdirinya Komplek Q

Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q adalah lembaga pendidikan Islam swasta (non-pemerintah). Dirintis sejak 22 september 1989 oleh (Alm.) K.H. Ahmad Warson Munawwir yang merupakan putra (Alm.) K.H. Muhammad Munawwir (Pendiri Pondok Pesantren Al-Munawwir). Berdirinya Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q dilandasi oleh wasiat K.H. Ali Maksum kepada K.H. Ahmad Warson agar mendirikan pesantren untuk santri putri yang ingin belajar ilmu agama sembari menimba ilmu di lembaga pendidikan umum.

Pada mulanya, santri yang mengaji di kediaman Kiai Warson adalah lima orang santri putra dari komplek sekitar. Pada saat itu Kiai Warson membuka pengajian kitab Riyadus Shalihin dan Alfiyyah Ibnu Aqil yang disampaikan secara sorogan. Selain itu, beliau juga membuka program takhassus Bahasa Arab tiap pukul 08.00-11.00 WIB yang diampu langsung oleh beliau.

Perkembangan Komplek Q dari tahun ke tahun cukup progressif. Pada 1426 H/2005 M, tercatat jumlah santri PP Al-Munawwir Komplek Q kurang lebih 300 santri putri. Jumlah tersebut pernah mengalami penurunan drastis pasca gempa 2006 sehingga hanya menyisakan 150 santri. Namun pada tahun 2014 jumlah santri Komplek Q telah kembali meningkat hingga mencapai hampir 350 orang santri.

Pada dekade 1990-an pokok kegiatan santri Komplek Q adalah pengajian kitab dan pengajian Al-Qur’an. Pengajian kitab dilakukan dibeberapa tempat dengan menggabungkan santri putra dan putri. Setelah asar santri putri mengikuti diniyyah di komplek pusat. Kemudian pada malam hari selepas maghrib, pengajian kitab dilaksanakan di Komplek Q yang diampu langsung oleh Kiai Warson. Beberapa santri putra juga mengikuti kelas ini di ruang yang telah diberi satir atau pembatas.

Pengajian lain yang dilaksanakan bersama Kiai Warson dilakukan setelah subuh. Adapun kitab-kitab yang dikaji antara lain Muhadzdzab, Tafsir Maraghi, Kifayatul Akhyar, dan Alfiyah Ibnu Aqil. Sementara itu pengajian Al-Qur’an diampu oleh Nyai Khusnul Khotimah–istri Kiai Warson–dibantu beberapa santri senior. Sebagian santri Komplek Q yang menghafal Al-Qur’an menyetorkan hafalan mereka kepada Nyai Khusnul Khotimah.