Puasa Enam Hari Bulan Syawal dan Keutamaannya

Posted on 1 views

Bulan suci Ramadan telah usai, tapi kenikmatan ibadah pada bulan Ramadan merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT. masih terasa dan rasa sedih muncul ketika Ramadan pamit pergi. Syawalpun sudah tiba.

Pada bulan Syawal, dianjurkan untuk puasa enam hari. Waktu pelaksanaan puasa enam hari di bulan syawal itu terserah kapan saja, yang penting pada bulan Syawal. Utamanya puasa sunah Syawal dilakukan setelah hari Raya Idul Fitri, yaitu pada tanggal 2-7 Syawal.

Akan tetapi, jika ingin berpuasa diluar tanggal itu meskipun tidak berurutan tetap mendapatkan keutamaan puasa sunah Syawal. Bahkan apabila orang menqadla puasa atau menunaikan nadzar  puasanya pada bulan Syawal, orang tersebut tetap mendapatkan keutamaan seperti mereka yang melakukan puasa sunah Syawal.

Sebagaimana keterangan Syekh Ibrahim Al-Baijuri dalam kitabnya, Hasyiyatul Baijuri ‘ala Syarhil ‘Allamah Ibni Qasim menjelaskan bahwa puasa Syawal tetap dianjurkan meskipun seseorang tidak berpuasa Ramadan seperti diingatkan sebagian ulama mutaakhirin. Tetapi, yang jelas seperti dikatakan sebagian ulama bahwa seseorang mendapat keutamaan sunah puasa Syawal dengan cara melakukan puasa qadha atau puasa nadzar pada bulan Syawal.

Sebagian ulama menerangkan bahwa orang yang melakukan puasa sunah, seperti senin-kamis, puasa ayyamul bidh (13, 14, 15) yang disunahkan setiap bulan, dan puasa Nabi Daud tetap mendapat keutamaan puasa Syawal.

Apa saja keutamaan-keutamaan puasa sunah Syawal?

Pertama, puasa sunah Syawal sebagai penyempurna puasa Ramadan. Seperti halnya dalam menyempurnakan salat fardhu dengan melaksanakan salat sunah rawatib, yakni qabliyah dan ba’diyah. Begitu juga dengan puasa Syawal untuk menyempurnakan puasa Ramadan.

Kedua, pahala puasa Syawal seperti pahala berpuasa setahun. Sebagaimana hadis Nabi dalam kitab Shahih Muslim bahwasanya siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti pahala berpuasa setahun penuh.

Ketiga, membiasakan puasa setelah selesainya puasa Ramadan adalah tanda diterimanya puasa Ramadan. Sesungguhnya Allah SWT. apabila menerima amal kebaikan seseorang, akan menganugerahi ia untuk berbuat kebaikan setelah itu.

Keempat, puasa Syawal sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT.. Sebagaimana hadis Nabi yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwa siapa saja yang berpuasa Ramadan dengan dasar iman dan berharap pahala, juga ridlo Allah, maka dosa yang lalu akan diampuni. Dengan adanya ampunan dari Allah, sudah sepatutnya kita bersyukur dengan melakukan ketaatan berupa puasa Syawal.

Kelima, ibadah yang dilaksanakan pada bulan Ramadan tidak terputus. Bukan berarti bulan Ramadan selesai, amal ibadah yang telah dilakukan juga selesai. Akan tetapi, hendaknya berusaha mempertahankan kualitas dan kuantittas ibadah di bulan-bulan selanjutnya sebagaimana bulan di bulan Ramadan.  Sehingga puasa Syawal dapat dikatakan sebagai wujud usaha yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan ibadah yang telah kita lakukan pada bulan Ramadan.

Wallahu a’lam.

Oleh: Fina Izzatul Muna

Photo by RODNAE Productions from Pexels

Sumber:

https://islam.nu.or.id/post/read/120430/lima-keutamaan-puasa-sunnah-syawal

-https://islam.nu.or.id/post/read/69614/hukum-puasa-syawal-dan-waktu-pelaksanaannya#:~:text=Di%20bulan%20ini%20kita%20dianjurkan,melakukan%20puasa%20di%20bulan%20Syawal.&text=Idealnya%20puasa%20sunah%20Syawal%20enam,yakni%20pada%202%2D7%20Syawal