Komplek Q megikuti lomba kebersihan lingkungan pondok pada Selasa (12/11). Kegiatan ini sebagai respon proposal yang diajukan Pengurus Pusat Pondok Pesantren Al-Munawwir kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pondok Pesantren Al-Munawwir ditunjuk oleh Kecamatan Sewon sebagai pondok yang bisa berpartisipasi dalam lomba ini dikarenakan Pondok Pesantren Al-Munawwir merupakan salah satu pondok yang belum pernah menjuarai lomba kebersihan ini.

Kegiatan yang dilakukan adalah survei lingkungan pondok. Komplek Q menjadi pondok yang dipilih dan disoroti perihal bank sampah mengingat bank sampah hanya berjalan dibeberapa pondok seperti Kompek IJ dan Komplek Q.

Kegiatan dimulai dengan adanya ceremonial di Aula G dan dihadiri oleh DLH Kementrian Agama, Asosiasi Pesantren-Pesantren dan beberapa pegawai kecamatan Sewon. Lomba ini merupakan program bersama dari Kabupaten Bantul.

Setelah ceremonial, survei lokasi diawali dari Komplek AB baru kemudian survei ke Komplek Q sekitar pukul 14.00 WIB. Komplek Q mendapat kesempatan untuk menjelaskan program bank sampah yang sudah berjalan hampir satu tahun. Tujuan bank sampah adalah mengurangi volume sampah yang semakin hari semakin banyak, namun hanya sebatas pemisahan  sampah basah dan kering, belum sampai  bagaimana mengelola sampah kering.

Dalam pengelolaan sampah kering, Komplek Q bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al Imdad. Selain itu, Komplek Q juga pernah bekerja sama dengan bank sampah Gemah Ripah. Dalam internalnya sendiri, bank sampah dikelola oleh Divisi Ekonomi dan Kebersihan. Hasil penjualan bank sampah nantinya dikembalikan ke fasilitas pondok.

Bu Hartini—selaku pegawai kecamatan berharap agar bank sampah dapat diolah lebih lanjut di kemudian hari. Beliau juga menyarankan untuk mengajukan proposal ke Dinas Lingkungan Hidup baik berupa mesin pengolah sampah atau kerja sama dengan DLH untuk mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat.

“Minimal dari komplek sudah ada tempat pilah sampah sendiri. Monggo dilanjutkan, ini sudah luar biasa. Temannya yang belum, diajak biar mau. Yang ikhlas dan tetap bersemangat untuk mengembangkan sampah kering tersebut,” tambahnya.

Oleh: Anu’ma Syifaus S.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *