Banyak dari kalian mungkin sedikit asing dengan Hari Satelit Palapa, tentunya. Karena Hari Satelit Palapa ini tidak diperingati seperti Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, Hari Kartini, atau hari-hari bersejarah lain yang diperingati secara terbuka, baik dengan lomba-lomba ataupun upacara di setiap sekolah. Nah, oleh karena itu simak baik-baik yuk tentang sejarah Hari Satelit Palapa berikut ini. 

Konon katanya tepat pada tanggal 9 Juli 1976 silam, Indonesia pertama kali meluncurkan satelit pertama milik negara yang bernama Palapa A1. Kenapa dinamakan palapa? Karena nama ini diambil oleh presiden Soeharto dari sumpah yang diikrarkan oleh Mahapatih Gajah Mada yaitu sumpah palapa.

Pada saat itu, Indonesia menjadi negara berkembang pertama yang meluncurkan satelit, yang dinamakan Satelit Palapa. Peluncuran satelit ini menelan biaya yang cukup besar pada saat itu, yakni hingga $1 miliar dolar AS. Hal ini diungkapkan Joshua Barker, dalam jurnalnya yang berjudul “Engineers and Political Dreams: Indonesia in the Satellite Age“.

Indonesia tidaklah menjadi negara satu-satunya yang memiliki satelit pemancar. Namun, kala itu Indonesia menempati posisi ketiga setelah Kanada dan Amerika Serikat. Satelit Palapa A1 dapat menjangkau pancaran sinyal tak hanya dalam negeri saja, tetapi juga dari berbagai macam negara, terutama negara tetangga seperti Filipina, Malaysia, Singapura, serta Thailand.

Adanya pemasangan satelit ini bukan tanpa maksud dan tujuan. Namun jelas memiliki tujuan karena ditinjau pentingnya penyebaran komunikasi di era zaman orde baru kala itu. Pemerintah bekerja sama dengan perusahaan umum untuk pengelolaan satelit ini, yakni Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel), atau yang sekarang ini akrab disapa dengan sebutan PT. Telkom (Telekomunikasi Indonesia).

Lalu apa saja spesifikasi dari Satelit Palapa A1? Satelit ini memiliki spesifikasi yang serupa dengan satelit domestik yang pertama kali dipasang Kanada dan juga Amerika, kenapa? Karena satelit ini dibuat oleh satu perusahaan yang sama, yaitu Hughes Aircraft Company. Palapa A1 memiliki 12 transponder (transmitter responder) dengan kapasitas setara 6000 sirkuit suara atau 12 saluran televisi warna. Tampak dari fisik, Satelit Palapa A1 memiliki tinggi 3,41 meter dengan diameter 1,9 meter dan memiliki bobot yang lumayan besar, yakni 574 kilogram.

Selain mengirimkan pancaran sinyal untuk menerima data acara dari televisi, satelit pun memiliki fungsi lain yakni seperti mengirimkan panggilan telepon antar negara, memperkirakan cuaca dengan mengukur awan, angin, dan suhu atmosfer dari luar angkasa.

Setelah Palapa A1, pemerintah menggantinya dengan Satelit Palapa A2, satelit ini merupakan cadangan yang dioperasikan apabila Satelit A1 mengalami kegagalan. Setelah itu ada Palapa B1 pada tanggal 18 Juni diterbangkan. Juga banyak lagi satelit yang Indonesia punya.

Adanya berbagai satelit ini merupakan momentum bagi tumbuh kembang teknologi komunikasi di Indonesia hingga hasilnya dapat kita nikmati di masa sekarang. Satelit sudah menjadi teknologi vital bagi kehidupan manusia. Semoga kita dapat memanfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya. Selamat Hari Satelit Palapa!

Oleh: Syarifah Zaidah

Foto: Kompas.com

Leave a Comment