Foto: Dokumentasi Komplek Q

Dilansir dari JawaPos.com, Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahadil Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama dalam siaran persnya pada 29 Mei 2020 meminta pesantren memperpanjang masa belajar di rumah. Hal itu disebabkan oleh pertumbuhan kasus terkonfirmasi positif yang masih tinggi dan belum adanya perhatian dan kebijakan khusus pemerintah untuk menangani Covid-19 di pesantren.

Menindaklanjuti informasi tersebut, pada penghujung Mei, Pondok Pesantren Al Munawwir Komplek Q mulai bergerak untuk mendukung program pemerintah, yaitu persiapan masa transisi menuju adaptasi kebiasaan baru–New Normal. Baik pengurus pondok maupun pengurus Madrasah Salafiyah III (Masaga) menyadari bahwa di tengah pandemi terdapat peluang dan tantangan di depan mata, khususnya bagi pondok pesantren salaf. Pada rapat perdana pengurus Masaga (30/5), telah terbentuk tiga kepanitiaan dan konsep skenario pembelajaran (Madrasah Diniyah–Madin) online. Tiga kepanitiaan tersebut adalah Panitia Ujian Masuk Santri Baru (UMSB), Panitia Praktik Pengalaman Mengajar (PPM), dan Panitia Wisuda Masaga Tahun 2021.

Seiring dengan penyempurnaan struktur panitia, skenario Madin online pun telah dimatangkan pada rapat kedua pengurus Masaga yang dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 14 dan 15 Juni. Rapat ini disusul dengan permohonan izin kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q dan sowan online kepada Kepala Madrasah Salafiyah III. Tidak hanya sampai di sana, mekanisme Madin online meliputi teknis dan tata tertib yang telah disepakati pun disosialisasikan kepada dewan asatiz dan seluruh santri Masaga dengan dibantu pengurus kelas. Tujuannya agar terjalin komunikasi yang efektif antara pengurus, asatiz, dan santri, sehingga proses pendampingan pun dapat berjalan dengan lancar.

“Seperti yang diungkapkan para pengasuh pesantren se-DIY lewat aplikasi Zoom, ‘Dalam keadaan apapun, pesantren harus tetap eksis’, begitu kiranya. Oleh karena itu, pengaosan secara online bisa menjadi salah satu upaya agar survive dengan keadaan”, ujar Hafidhoh Ma’rufah–Lurah Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q. Dukungan penuh yang telah diberikan oleh rekan-rekan pengurus dan juga ridha dari pengasuh menjadi alasan kuat mengapa Komplek Q perlu siasati pembelajaran secara online di tengah pandemi.

Pada 23 Juni lalu, pengajian bandongan online via live streaming di kanal Youtube Almunawwir Komplek Q telah dimulai. Pengajian online ini dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis. Beriringan dengan hal tersebut, pada penghujung Juni telah berangsung pemantapan persiapan Madin online yang melibatkan pengasuh, kepala madrasah, perwakilan asatiz, pengurus Masaga, dan perwakilan dari pengurus Komplek Q. Rapat yang dilaksanakan melalui Google Meet tersebut merupakan pertanda bahwa Madin online sudah dimulai. Pada Rabu (1/7), santri Masaga memulai kembali pengajian melalui berbagai media. Mulai dari grup WhatsApp sebagai media komunikasi utama, juga berbagai aplikasi pendukung lainnya, seperti Zoom, Google Meet, Youtube, bahkan Live Instagram.

Di tengah pandemi ini, kita dituntut untuk kreatif dan membuka mata akan hal baru, termasuk dalam menyelenggarakan pembelajaran online ini. Sehingga pandemi bukan lagi sebagai tantangan, tapi peluang agar pondok pesantren bisa tetap eksis dan tidak tergerus zaman.

“Pengurus Madin semoga bisa bersatu agar terasa enteng di masa pandemi”. (Ustaz Agus Najib, S.Ag.–Kepala Madrasah Salafiyah III)

Oleh : Ela Nurmalasari

Leave a Comment