Senyum yaitu menggerakan bibir dengan menaikkan antara dua sudut bibir dengan wajah berseri dihadapan orang lain. Tersenyum merupakan salah satu cara sederhana untuk mengatasi banyak hal.  Memberikan senyuman kepada orang lain tidaklah perlu menunggu rasa senang datang menghampiri diri kita, karena justru dengan senyumlah dapat membuat diri kita menjadi lebih relaks dan tidak mudah stres. Dilansir dari sumber nu.online.id menurut riset dokter dari Universitas Stanford bahwa senyum selama lima menit masih lebih baik bagi kesehatan dibandingkan dengan bekerja keras selama lima jam.

Beberapa orang menganggap bahwa senyum merupakan perilaku sepele, namun justru senyuman mengandung kekuatan yang dapat menyehatkan manusia dari segi jasmani dan rohani. Seperti sabda Rasulullah Saw tentang pentingnya tersenyum di hadapan orang lain:

عن أبي ذرقال قال لي النبي صلى الله عليه و سلم لا تحقرن من المعروف شيئا ولو أن تلقى أخآك بوجهٍ طليق رواه مسلم والترمذي

Artinya: ”Dari Abu Dzar Ra. Ia berkata bahwa rasulullah Saw berkata kepadaku, kamu jangan mengecilkan kebaikan sekecil apapun, meski kau hanya menampakkan diri dengan wajah berseri di hadapan saudaramu.” (HR. Muslim dan At-tirmidzi).

Senyum merupakan salah satu sedekah yang tanpa mengeluarkan rupiah. Seperti sabda Rasullah Saw. “Senyum kalian bagi saudara adalah sedekah.” (HR Tirmidzi dan Abu Dzar).

Allah memberikan pahala bagi seorang muslim yang dengan iklas memberikan senyumannya kepada oranglain hingga orang tersebut merasa senang. Bukan hanya kepada orang lain namun kita juga harus tetap terbiasa tersenyum dihadapan orang terdekat kita tak terkecuali dalam sebuah keluarga antara suami dan istri. Seperti yang Rasulullah pesankan pada putrinya Siti Fathimah Ra.

يا فاطمة أيما امرأة تبسمت في وجه زوجها إلا نظر الله لها بعين الرحمة

Artinya, “Wahai Fatimah, tiada seorang istri yang tersenyum dihadapan suami kecuali Allah akan memandangnya dengan pandangan kasih (rahmat).”

Senyum yang dianggap sebagai sedekah atau ibadah adalah senyum hangat yang dapat membuat oranglain yang melihatnya merasa senang dan tenang, lalu bagaimana dengan senyum mengejek atau senyum tertawa mengolok-ngolok? Tentu senyum seperti itu sangat tidak dianjurkan dan bahkan Allah tidak menyukainya, karena senyuman seperti itu dapat menyakiti oranglain, maka islam melarang seseorang yang tersenyum dengan tujuan mengejek atau menghina orang lain.

Tidak jarang ketika dalam perkumpulan beberapa orang melempar senyum dengan wajak mengejek dan menghina orang lain dan tindakan tersebut sangatlah tercela. Seperti yang disebutkan sahabat Ibnu Abbas bahwa tersenyum dan tertawa dalam arti menghina merupakan dosa yang tercatat. Jika senyum adalah dosa kecil maka tertawa adalah dosa besar. Karena senyum mengejek dan menghina merupakan bentuk dari tindakan yang dapat menyakiti perasaan orang lain dan Islam melarang tindakan yang dapat menyakiti perasaan orang lain.

Oleh: Taqiya ps

Foto oleh mentatdgt dari Pexels

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/103824/ini-keutamaan-senyum-istri-untuk-suami-dalam-hadits-nabi

https://www.nu.or.id/post/read/42945/senyum-sehatkan-jasmani-dan-rohani
https://www.nu.or.id/post/read/101556/sedekah-tidak-harus-rupiahhttps://islam.nu.or.id/post/read/124698/hukum-melempar-senyum-mengejek-dan-tertawa-menghina-orang-lain?_ga=2.149305522.521239200.1606193153-1140958626.1561154026

Leave a Comment