Sebagai makhluk hidup, manusia membutuhkan tidur sebagai pemberian hak bagi tubuh yang telah digunakan selama beraktivitas. Adanya malam dan siang yang diciptakan oleh Allah tentu ada tujuannya, siang untuk melakukan kegiatan sedangkan malam untuk istirahat. Namun, sebagian orang ada yang justru sebaliknya, siang untuk istirahat sedangkan malam untuk melakukan kegiatan, atau tidur sepanjang siang dan malam. Islam diturunkan untuk mengatur kehidupan manusia termasuk pembagian waktu. Hal ini tercantum dalam QS. Al- An’am ayat 96 :
فَالِقُ الْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ             

“Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”

Namun, dalam kenyataannya masih banyak orang yang tidak mengamalkan ayat tersebut. Melakukan aktivitas sampai larut malam, waktu tidurnya dipakai untuk melakukan kegiatan sehingga menggantikan waktu tidurnya di pagi hari. Tidur di pagi hari memang sesuatu yang nikmat dan sering kita lakukan saat tidak ada aktivitas yang dilakukan. Namun, tidur di pagi hari merupakan hal yang dilarang Rasulullah SAW. dan dapat menolak rezeki sesorang. Hal ini berdasarkan hadis nabi yang tercantum dalam Kitab al-Jami’ as-Shaghir yang ditulis oleh Imam As-Suyuthi : الصُّبْحَةُ تَمْنَعُ الرِّزْقَ  “ Tidur pagi menyebabkan terhalangnya sebagian rezeki”

Menurut al-Musnawi, pagi yang dimaksud dalam hadis tersebut ialah dari terbit fajar hingga terbitnya matahari. Beliau menjelaskan bahwa terhalangnya rezeki dapat diartikan sebagai berkurangnya jumlah rezeki atau menghilangnya keberkahan rezeki, menyebabkan rezeki yang diterima tidak dapat mendorong seseorang untuk memperoleh kebaikan, justru digunakan untuk melakukan hal-hal yang dilarang Allah SWT sehingga rezeki itu terasa hilang begitu saja tanpa merasakan kenikmatannya. Penyebab dari hal tersebut menurut al-Musnawi diantaranya ialah:

  1. Siapa yang mengawali harinya dengan kebaikan, maka sisa harinya akan diberkahi oleh Allah;
  2. Waktu diantara terbitnya fajar hingga terbitnya matahari merupakan waktu dibaginya rezeki;
  3. Orang yang tidur di pagi hari jika bangun dari tidurnya akan merasakan kemalasan, sehingga tidak semangat dalam melakukan kegiatan.

Dalam Kitab Madarijus Salikin, disebutkan bahwa waktu pagi ialah waktu dibukanya pintu rezeki oleh Allah, dan merupakan waktu datangnya kebaikan (keberkahan). Maka dari itu, jika kita memulai waktu di pagi hari dengan kegiatan yang bermanfaat maka akan mendapat keberkahan, sedangkan  jika kita mengisi waktu pagi dengan hanya tidur maka pintu rezeki akan terlewat begitu saja dan sia-sia.  Sebagian dari kita mungkin tidur di pagi hari sudah menjadi rutinitas, maka dari itu untuk merubahnya diperlukan waktu yang tidak sebentar dan butuh proses. Langkah awal yang dapat dilakukan ialah :

  1. Bangun tidur sebelum subuh untuk mengerjakan sholat tahajud dan witir, sehingga dapat melaksanakan sholat subuh di awal waktu;
  2. Menghindari tidur di antara waktu masuknya sholat subuh hingga terbit matahari;
  3. Mengisi waktu setelah sholat subuh dengan berdzikir dan melakukan kegiatan yang bermanfaat;
  4. Menumbuhkan semangat beribadah baik dalam hal mencari ilmu maupun bekerja untuk menafkahi keluarga;
  5. Memotivasi diri agar hari yang akan dilalui lebih baik dari hari sebelumnya.

Dengan melakukan aktivitas yang bermanfaat di pagi hari, maka keinginan kita untuk tidur akan terlupakan sehingga secara tidak langsung kita telah berhasil mengamalkan perintah Allah QS. Al- An’am ayat 96. Disisi lain kita juga mendapatkan keberkahan karena waktu pagi ialah awal hari sekaligus sebagai kunci dalam menjalani aktivitas sepanjang hari, ia merupakan waktu turunnya rezeki, pembagiannya dan keberkahannya. Oleh karena itu, jika kita tidak tidur di pagi hari tidak akan merugi justru akan bermanfaat bagi kehidupan kita.

Oleh: Syarifah Rufaida

Foto oleh Artur Roman dari Pexels
Sumber:

https://www.muslimoderat.net/2018/03/5-waktu-tidur-yang-dilarang-rasulullah.html
https://islami.co/benarkah-tidur-pagi-menghalangi-rizki/
https://tebuireng.online/menolak-rezeki-sebab-tidur-pagi/?amp

Leave a Comment