Insecure, siapa sih yang gak pernah ngerasain? Mungkin sebagian besar dari kita pernah merasakannya. Insecure adalah rasa keraguan, rasa tidak percaya diri, dan ketidakamanan. Rasa ini muncul karena kita merasa malu, kekurangan, merasa bersalah, dan tak mampu. 

Bagi remaja, mungkin hampir semua pernah insecure karena penampilan mereka, seperti warna kulit, berat badan, tinggi badan, bentuk wajah, dan lain-lain. Biasanya sifat ini muncul setelah melihat teman yang—menurut kita—lebih baik dari kita dan kemudian kita mulai menilai diri sendiri rendah. 

Untuk saya sendiri, sangat jarang memposting foto ke media sosial. Pun kalau sedang ingin buat story harus berpikir sebab-akibatnya dahulu dan berujung mengurungkan niat alias gak jadi. Dalam dunia nyata, hal ini berdampak pada interaksi dengan orang lain, padahal interaksi adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari. 

Selain dari faktor internal (dalam diri sendiri), rasa tidak percaya diri juga bisa datang dari faktor eksternal (teman, keluarga, lingkungan sekitar), padangan orang lain kepada kita. Faktor ini memang yang paling masuk ke dalam hati karena sudah datang dari orang lain. Memang kita tidak bisa mengontrol pandangan orang terhadap kita, tetapi setidaknya kita bisa menyaring kebaikan dari pandangan itu. 

Bisa jadi kita merasa insecure karena terlalu memikirkan urusan orang lain, padahal urusan diri sendiri saja belum beres. Dalam hal ini sikap bodoamat memanglah sangat penting diterapkan. 

Saya teringat salah satu quotes dari film “I’am Perfect”, yaitu “Daripada insecure lebih baik besyukur”. Quotes itu memang benar, daripada kita memikirkan kekurangan diri kita, lebih baik kita bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita. 

Oleh: Anis Lailatul Chasanah

Photo by Maisa Borges from Pexels

Leave a Comment