Setelah Ujian Masuk Santri Baru (UMSB) gelombang 1 dilaksanakan pada Juli – Agustus 2020, Madrasah Salafiyah III (Masaga) mengadakan UMSB gelombang 2. Teknis pelaksanaan UMSB gelombang 2 sama seperti gelombang sebelumnya, terbagi menjadi dua tahap; ujian tulis dan ujian lisan. Ujian tulis meliputi materi keagamaan dan psikotes, sedangkan ujian lisan dilakukan dengan membaca kitab (qiro’atul kutub) menggunakan kitab Taqrib.

Sosialisasi teknis dan pengondisian peserta UMSB gelombang 2 dilaksanakan pada tanggal 9-10 Oktober 2020, dilanjutkan tanggapan dan tanya jawab seputar UMSB pada tanggal 11 Oktober. Simulasi ujian tulis dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober dilanjutkan dengan pelaksanaan Ujian Tulis pada tanggal 13 Oktober menggunakan media Google Form. Simulasi Ujian Qiro’atul Kutub dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober, dilanjutkan dengan pelaksanaan Ujian Qiro’atul Kutub pada tanggal 20-26 Oktober menggunakan media Google Meet dan video call WhatsApp untuk santri baru yang terkendala jaringan. Setelah dilakukan rekapitulasi nilai ujian tulis dan ujian qiro’atul kutub, diadakan Rapat Yudisium Penentuan Kelas pada 28 Oktober 2020 bersama Kepala Masaga, Ustaz Agus Najib. Pada tanggal 30 Oktober diumumkan hasil penempatan kelas dan sosialisasi pembelajaran online kepada santri baru yang mengikuti UMSB gelombang 2.

Sebanyak 63 santri mengikuti UMSB gelombang 2. Hasil penempatan kelas memutuskan sebanyak 42 santri ditempatkan di Mustawa’ I’dad, 9 santri ditempatkan di Mustawa Awwal A, 10 santri ditempatkan di Mustawa Awwal B, dan 2 santri ditempatkan di Mustawa Tsani A. Santri baru yang sudah ditempatkan dalam masing-masing kelas, mulai melaksanakan pembelajaran online pada tanggal 1 November 2020. Sebelumnya telah dilakukan sosialisasi pembelajaran online bagi santri baru pada 30 Oktober yang meliputi teknis, tata tertib, dan skenario pembelajaran. Santri baru pada UMSB gelombang 2 berasal dari berbagai macam daerah, dari yang terdekat asal Yogyakarta, asal Jawa, maupun Luar Jawa. Ustaz Agus Najib berpesan agar santri dapat bersungguh-sungguh selama menuntut ilmu di pesantren agar menjadi orang yang berilmu dan mendapat ilmu yang bermanfaat.

Oleh: Hanin Nur Laili

Leave a Comment