LUKISAN KITA

Diposting pada 63 views

Pada dasarnya sama semua

Kanvas putih yang siap dilukis

Ada beberapa yang bertekstur kasar ada yang juga halus sekali

Beberapa dari kanvas itu berwarna sedikit kuning ada juga yang sedikit coklat

Kusamnya permukaan kanvas tidak merubah fungsi mereka

Toh akan di timpa warna juga

 

Mengenai warna

Ada beberapa yang memilih sendiri

Ada juga yang terpaksa atau bahkan berserah

Ada yang gelap atau terang benderang

Ada yang warna warni melebih-lebihi pelangi

Ada yang hanya mengandung satu dua warna

Bukan karena enggan, mungkin mainnya kurang jauh atau kesempatannya kurang banyak

 

Kanvas bercorak corak warnanya

Pemalu lembut hatinya, bernuansa biru muda ada sekilas merah muda dan muda muda lainnya

Si pemberani, menutup kanvas dengan warna merah merona

Sedangkan si pemurung, main aman dengan warna warna senada

Lantas aku?

Baca Juga:  Aku Mati Sebelum Hari Ini

Warnaku tidak banyak

Cenderung netral saja

Sesekali kuning menghiasi wajahku yang tersenyum lebar

Tapi hatiku? Tidak semerona hati yang lainnya

Ah atau hanya sok tahuku saja

 

Mungkin mereka juga sepertiku

Beberapa kali tergores warna warna gelap yang kotor

Lantas buru buru ditutup lagi dengan warna-warna cerah

Kanvas itu tidak pernah penuh

Saat di timpa warna baru, yang lama hilang

Tertutup sempurna

Kadang aku ingat warna apa sebelumnya

Seringnya lupa

Kamu mewarnai kanvasmu dengan warna apa?

 

Kadang aku bingung karena terlalu banyak warna gelap di kanvas milikku

Ingin minta warna lain ke teman, ah mereka juga sibuk minta-minta

Ingin minta warna lain ke saudara, ah aku tak menemukannya

Ingin minta warna lain ke guru, kadang aku sungkan kadang memang ku tidak menemukan

Baca Juga:  Tanya yang Jawabnya Entah

Aku masih mencari warna lain

Bisakah kau membantu?

Atau aku harus mulai berpasrah saja?

 

Kalau boleh berharap, aku mau satu dua warna

Aku ciptakan warna baru bersama

Nanti ku bagi warna itu menghiasi kanvas kita

Ah, andai bisa begitu

 

Kulihat kanvas lainnya sudah mulai indah

Kanvasku masih belum apa apa

 

Karya: Zahrotul Ihsan

Pictured by Justyn Warner on Unsplash