“Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui” Peribahasa yang saya kira relevan untuk topik kita sekarang. Bagaimana tidak, memiliki pola makan yang tepat adalah dalam rangka kita mewujudkan hidup sehat. Terlebih jika kita memegang acuan pada pola makannya Nabi saw. Niscaya diri kita berhak menyandang pangkat orang yang sehat dan mengagungkan sunah Nabi. Sederhananya sehat yang berpahala. Jika

Bertepatan pada bulan Robiulawal, bulan penuh kemuliaan di mana lahirnya Baginda Rasulullah saw. Di berbagai tempat diadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan atas bulan kelahiran beliau. Adapun ayat  Alquran yang menganjurkan untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad saw terdapat dalam surah Al-Ahzab ayat 56 yaitu : اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ  يٰٓاَيُّهَا

Kita adalah umat nabi dengan kemajuan zaman yang segala sesuatunya mudah, komplit, dan umat yang merdeka. Zaman baru, otak kita juga harus terbuka. Jangan susah dan jangan ngeyel. Jangan menjadi orang yang merasa paling bagus dan benar. Pendidikan agama itu jalurnya dari Nabi dan Nabi memiliki pewaris yaitu ulama. Sedangkan handphone tidak ada pewarisnya karena itu pendidikan

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Potongan QS. At-Tin: 4 tersebut telah menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Hidung manusia, bentuknya lebih baik dari kambing. Mulutnya, tangannya juga bisa digunakan untuk apa saja. Berbeda dengan makhluk yang lain, manusia memiliki kelebihan. Ada dua kelebihan yang dimiliki oleh manusia, yaitu paling baik dan

Melihat dari kasus perkembangan Covid-19 yang semakin merebak, pemerintah tak hanya memberlakukan physical distancing, namun juga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga, berbagai kegiatan di luar rumah dibatasi, termasuk kegiatan peribadatan yang biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, dengan terpaksa harus ditiadakan. Jika sebelumnya salat jumat ditiadakan dengan diganti dengan salat zuhur di rumah, lalu bagaimana dengan

Puasa atau menahan diri dikenal sejak zaman dahulu bahkan dikenal oleh agama-agama besar, seperti Kristen, Protestan, Hindu, Mesir Kuno. Mereka memiliki cara tersendiri dalam puasa atau menahan diri dan ada yang beranggapan bahwa puasa untuk berlatih menyiksa diri sebelum terjadinya bencana nantinya. Bagi umat Islam sendiri, intinya yaitu menahan gejolak nafsu. Bukan dilarang tapi menahan. Mulai dari

Bulan Ramadan merupakan bulan yang dinanti oleh umat muslim. Di mana pada bulan Ramadan, pintu-pintu langit dibuka, dan setan-setan pengganggu dibelenggu. Bahkan pada bulan ini terdapat satu malam terbaik dibandingkan dengan seribu bulan. Hal tersebut telah disabdakan Nabi Muhammad Saw. pada pidato awal bulan Ramadan di hadapan para sahabat, sebagai berikut :  “Telah datang kepada kalian bulan