Dalam rangkaian acara Haul ke-34 Mbah Ali Maksum, terdapat banyak kegiatan salah satunya adalah Muhadlarah ‘Ammah atau Kuliah Umum yang digelar oleh Mahasantri Ma’had Aly Krapyak Yogyakarta. Muhadlarah ‘Ammah ini bertema “Kontekstualisasi Fiqih-Ushul Fiqih dalam Tatanan Dunia Baru: Pengalaman Diplomasi ala Santri” dengan narasumber Drs. KH. Agus Maftuh Abegebriel, M.Ag.

Apakah sempat terlintas dipikiran kita bahwasanya waktu itu sangat penting bahkan berharga? Bukan perihal masalah, namun ini adalah tentang waktu yang menjadi faktor utama dalam segala bentuk aktivitas yang dilakukan.  Dalam kehidupan, waktu merupakan hal yang paling berharga dan menjadi penentu dari semua aktivitas yang dilakukan. Menurut KBBI, waktu adalah

Lailatul Qur’an menjadi puncak dari rangkaian acara Multaqa Ulama Al-Qur’an Nusantara 2022. Lailatul Qur’an diadakan di PP Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta pada 16 November 2022 pukul 19.30 WIB – selesai. Beberapa ulama Al-Qur’an menjadi narasumber pada acara ini, di antaranya: Prof. Dr. KH. Habib Quraish Shihab, M. A., KH. Bahau’uddin Nur

Rabu (16/11/22). Masih di hari yang sama setelah Panel Session 1 berakhir, dilanjut Panel Session 2 dengan mengangkat tema “Pengalaman dan Tantangan Ulama Al-Qur’an Dalam Menyampaikan Pesan Wasathiyah di Nusantara”. Terdapat tiga narasumber yaitu KH. Sa’dulloh, S.Q, M. M.Pd. (Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, Sumedang), Dr. KH. M. Afifuddin Dimyati, Lc. M.A. (Asrama

Acara yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak pada hari Selasa (15/11/2022) ini merupakan acara Multaqa Ulama Al-Qur’an Nusantara yang pertama. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementrian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag., Direktur Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama, Prof. Muhammad Ali Ramdhani, Pengasuh Pondok Pesantren

“Hilda: Cinta, Luka, dan Perjuangan” adalah sebuah novel karya Siti Muyassarotul Hafidzoh, M.Pd. Novel ini menceritakan kisah hidup Hilda, seorang perempuan tangguh dan cerdas, namun memiliki masa lalu kelam sebagai korban kekerasan seksual. Novel ini menyajikan tragedi yang traumatik, perjuangan hidup yang dramatik, dan dengan bumbu kisah cinta yang rumit

Hari guru sedunia mulai ada setelah diadakannya konferensi UNESCO di Paris pada tahun 1994, dalam konferensi tersebut melibatkan 76 perwakilan negara dan 35 organisasi internasional. Konferensi ini berlangsung selama 15 hari, tepatnya pada tanggal 21 September sampai dengan 5 Oktober 1994. Dalam konferensi ini membahas mengenai Recommendations Concerning the Status