“Hilda: Cinta, Luka, dan Perjuangan” adalah sebuah novel karya Siti Muyassarotul Hafidzoh, M.Pd. Novel ini menceritakan kisah hidup Hilda, seorang perempuan tangguh dan cerdas, namun memiliki masa lalu kelam sebagai korban kekerasan seksual. Novel ini menyajikan tragedi yang traumatik, perjuangan hidup yang dramatik, dan dengan bumbu kisah cinta yang rumit

Mungkin masih asing ditelinga kita mendengar siapa Zainab Al-Kubro? namanya mungkin tak sefamiliar kakak-kakaknya yaitu Hasan dan Husain. Yup, Zainab Al- Kubro adalah cucu perempuan pertama Rasulallah saw., anak ketiga dari Sayyidah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib. Zainab binti Ali lahir pada tahun ke-5 setelah hijrah. Mengenai tanggal lahirnya

Khusyuk dalam Bahasa Arab yaitu خشوعاً –  يَخْشعُ – خَشَعَ yang berarti takut, takut kepada Allah Swt.. Gus Baha dalam salah satu dakwahnya mengatakan bahwa “bentuk dari khusyuk yaitu ketika seseorang melakukan ibadah karena adanya dorongan akan ketakutan terhadap hukum Allah”. Begitu juga dalam salat, ketika kita melakukan salat karena

Mungkin di antara kita pernah menganggap bahwa jika kita melakukan perbuatan dosa besar maka baru melakukan taubat. Perlu kita sadari bahwa pernahkah kita berfikir bahwa ketika tidak melakukan hal non fisik, seperti tidak membicarakan orang lain, tidak berkata kasar, maka merasa tidak mempunyai dosa. Akan tetapi, mereka lupa akan dosa

Terdapat suatu kisah dari golongan pedagang yang kaya raya dan memiliki dua orang anak. Ketika ajal tiba, sang pedagang telah berwasiat kepada kedua anaknya untuk membagi rata harta warisan yang ia tinggalkan beserta dengan tiga helai rambut Rasulullah saw. Kemudian kedua anak membagi rata harta warisan sesuai dengan permintaan ayahnya

Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat pada 22 Jumadil Akhir 13 H atau 23 Agustus 634 M. Kitab al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa penyebab sakit dan wafatnya Abu Bakar adalah karena keracunan makanan berupa khazirah atau daging yang telah lewat satu hari. Karena bercampur dengan tepung setelah pengolahan, dan

Ibu Nyai kami, Ibu Nyai Hj. Husnul Khotimah Warson, adalah salah satu perempuan hebat  pengasuh pesantren di kota santri Krapyak. Bersamaan dengan sosok wanita hebat lainnya seperti Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah Zainal dan Ibu Nyai Hj. Nafisah Ali, Ibuk (panggilan para santri kepada beliau) meneruskan estafet kepengasuhan pesantren sepeninggal