Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei. Penetapan Hari Kebangkitan Nasional berdasarkan keputusan Presiden nomor 316 tahun 1959 yang ditetapkan oleh Presiden Soekarno pada 16 Desember 1959. Peringatan ini tidak terlepas dari peristiwa berdirinya organisasi Boedi Utomo. Organisasi ini berawal dari gagasan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Yang kemudian disambut baik

Berbeda dengan Hari Buku Internasional yang diperingati pada tanggal 23 April, pada tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Hal ini berdasarkan berdirinya Perpustakaan Nasional Indonesia pada tanggal 17 Mei 1980. Pencetus utama hari buku nasional adalah Menteri Pendidikan yakni Abdul Malik Fadjar. Hari Buku Nasional lebih kepada lingkup

Hari Palang Merah Internasional diperingati setiap tanggal 8 Mei sejak tahun 1948. Tujuan dari peringatan Hari Palang Merah Internasional adalah sebagai wujud terima kasih kepada para aktivis kemanusiaan. Lalu, apa tema peringatan Hari Palang Merah Internasional 2022? Bagaimana sejarah Peringatan Hari Palang Merah Internasional? Untuk lebih jelasnya, mari simak uraian

Di zaman yang serba cepat ini, berita bohong atau hoax mudah sekali ditemukan baik dalam media digital maupun cetak. Hal itu terjadi karena kurangnya literasi masyarakat Indonesia dalam mendapatkan informasi dan dengan mudah menyebarkan berita bohong tersebut akibat terkecoh dengan judulnya saja. Apa itu literasi? Literasi adalah kemampuan membaca dan

Lebaran ~ “Allāhu akbaru.. Allāhu akbaru.. Allāhu akbaru.. Lā ilāha illallāhu Allāhu akbaru.. Allāhu akbaru wa lillāhi al-hamdu” Ba’da Isya, suara takbir mulai menggema, bersahutan dari pengeras suara yang satu ke pengeras suara yang lain. Pertanda Ramadan telah usai, berganti memasuki tanggal 1 Syawal yang tak lain merupakan hari raya

Ramadan sudah berakhir, takbir berkumandang di segala penjuru. Saatnya menyiapkan diri untuk menyambut hari Raya Idul Fitri. Tentu saja pernak-pernik di hari Raya yang Fitri tidak boleh ketinggalan, yaitu kue lebaran. Momen yang sangat berkesan saat Ramadan, karena bisa membantu ibu di dapur untuk membuat jajanan lebaran atau berdesak-desakan di

Berkecimpung dalam media sosial ibarat menyelam di sebuah lautan. Semakin dalam kita membenamkan diri, semakin berlimpah pula keragaman biota laut yang kita nikmati. Di samping itu, kita juga harus berenang lebih kuat dan berani menghadapi gelap yang kian pekat, dingin yang kian mencekam, dan tekanan bawah laut yang bertambah besar.

Dongkelan Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata ‘Dongkelan’ ?  Apakah teringat Masjid Patok Negaranya? Atau teringat Makam keluarga Mbah Munawwir? Jika ingatan kalian merujuk ke salah satu atau bahkan kedua istilah tersebut, maka simak baik-baik tulisan berikut ini yaa Pernah nggak sih kalian, sebagai seorang santri Krapyak terbesit pikiran

Mendengar orang ngantuk bukanlah kata asing yang belum pernah  kita dengar. Namun, kata ngantuk sangatlah familiar di seluruh dunia. Mungkin hanya berbeda bahasanya saja. Setiap manusia yang hidup di muka bumi ini pernah mengalami ngantuk khususnya kita sebagai santri yang terkenal dengan kengantukannya. Santri yang ingin sekali menghilangkan rasa ngantuk