Menghilangkan Energi Negatif dari Kehidupan

Diposting pada 52 views
Energi adalah sebuah kekuatan abstrak. Ada dua energi yang bersisian dalam kehidupan, yaitu energi positif dan energi negatif. Kedua jenis energi ini sangat memengaruhi kehidupan. Namun, jika Anda menyadarinya, energi ini dapat membantu meraih tujuan hidup.
Bentuk nyata dari energi positif adalah munculnya perasaan bahagia. Jika tubuh memiliki energi positif, ibarat sedang bercermin, tubuh akan memantulkan hal-hal yang positif juga pada diri.
Kebalikan dari energi positif, bentuk nyata energi negatif adalah rasa sedih, takut, merasa pesimis, pemalas, egois, ingin menang sendiri, dan sifat negatif lainnya. Beberapa tanda bahwa Anda memiliki energi negatif adalah munculnya perasaan sering marah, kelelahan, atau pikiran mudah kacau.
Baca Juga:  Kekuatan Sebuah Do’a: Jawaban Indah dari Allah
Menghilangkan Energi Negatif dengan Berbicara yang Baik

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia sungguh – sungguh berkata yang baik, kalau tidak bisa maka diam. ‘’

Maksudnya adalah percaya kepada segala ketentuan Allah dan kalau sudah percaya maka bicaralah yang baik – baik saja dan bila tidak mampu berkata baik maka lebih baik diam. Salah satu contoh berkata yang kurang baik adalah dengan mengatakan atau bergumam “hidup kok kaya gini’’. Tidak baik mengatakan hal seperti itu karena segala perkataan negatif akan kembali pada diri kita sendiri.

Bicara yang baik adalah bicara yang tidak menimbulkan dosa, bicara yang mengarah kepercayaan kepada Allah SWT, Bicara yang penuh dengan semangat. Kalau seseorang terbiasa bicara susah ini dan itu maka dia akan dibuat susah dalam hal yang ia keluhkan. Dalam bicara yang baik juga perlu disertai dengan sikap sabar dan syukur. Hal itu bertujuan agar kita tidak menjadi manusia yang mudah mengumbar kalimat buruk dalam keadaan yang dikuasai emosi negatif. 

Baca Juga:  MENYIKAPI KENYATAAN YANG TAK SESUAI DENGAN HARAPAN

Karena dalam perkataan yang keluar dari diri kita secara tidak langsung mengandung do’a. Bahkan dalam tradisi orang Jawa ada istilah “Jangan bicara yang jelek – jelek, barangkali malaikat lewat nanti kalau di-aminkan bagaimana?” Yang mana kalimat ini mengisyaratkan bahwasannya setiap kata dari kalimat yang kita ucapkan secara tidak langsung berpengaruh terhadap hidup yang kita jalani.

Maka mulai hari ini mari belajar bicara yang baik, belajar mengontrol emosi agar setiap kalimat yang keluar adalah kalimat yang baik. Sehingga menjadi do’a yang baik dan memberikan ketentraman dan kenyamanan dalam menjalani hidup.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan “Lidah lebih tajam daripada pedang”. Sebab sakit yang ditimbulkan oleh lidah dalam artian perkataan lebih sulit untuk diobati daripada sakit karena tergores benda tajam. Intonasi dalam setiap kalimat yang keluar juga mempengaruhi persepsi orang terhadap apa yang kita maksud. Sehingga berbicara yang baik ini juga bukan hanya soal pemilihan kata tetapi juga ketepatan dalam menentukan intonasi yang digunakan.

Oleh karena itu mari saling mengingatkan dan berusaha saling menerapkan berbicara yang baik terhadap sesama makhluk Allah SWT terlebih pada diri sendiri.

Oleh: Silfi Ainunnisa

Sumber: Kanal YouTube

Photo by Kelly Sikkema on Unsplash