Peringatan Maulid Nabi 1444 H: Filosofi Maulid Adalah “Al- Mahabbah”

Diposting pada 195 views

Sabtu malam Ahad (8/10/2022) PP Al-Munawwir Komplek Q menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Mushola Barat pukul 20.30 WIB. Acara diikuti oleh seluruh santri Komplek Q. Sembari menunggu kedatangan santri (pra acara), Grup Hadroh Tsamrotul Muna melantunkan beberapa shalawat. Tentu, Al –fatihah dipakai sebagai isyarat pembuka acara malam hari itu. Kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Hibatul Wafiroh. Lalu mauidhoh hasanah oleh Bapak Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim.

Bapak Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim berhalangan hadir secara langsung. Bukan menjadi suatu penghalang karena kita hidup di era serba teknologi. Mauidhoh hasanah disampaikan beliau melalui ruang meeting zoom dan berlangsung dengan khidmat.

Baca Juga:  Keutamaan Sholawat Kepada Baginda Rasulullah saw.
Empat Poin Penting Peringatan Maulid Nabi

Beliau menyampaikan bahwa kita harus “al-farah” yakni gembari atas kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa filosofi maulid adalah “al- mahabbah” atau cinta. Peringatan maulid ini sebagai ekspresi rasa cinta kita kepada baginda Rasul yang dijanjikan dalam HR. At-Turmudzi yang berbunyi:

مَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ

Artinya: “Barangsiapa yang mencintaiku, maka kelak dia akan bersamaku di surga.”

Kemudian beliau menyampaikan bahwa tanda utama mahabbah pada Rasullah yaitu “Barang siapa mereka yang menghidupkan sunnahkuu berarti dia mencintaiku.” Implementasinya al-uswah wal qudwah adalah dengan kita meneladani dan mencontoh perilaku Baginda Nabi Muhamamad SAW melalui perilaku guru, kyai, dan ulama kita. Karena para ulama sebagai warotsatul anbiya atau panutan dan contoh bagi kita.

Baca Juga:  Rahasia Dibalik Kelahiran Rasulullah SAW Pada Bulan Rabi’ul Awwal

Dalam buku yang berjudul Wadli’u Labnati Istiqlali Indonesia menjelaskan bahwa KH. Hasyim Asyari mendapatkan al-‘alama al-mujahid, beliau adalah seorang panutan yang rendah hati. Bapak Prof. H. Abdul Mustaqim menghubungankan dalam buku ini  mengenai K.H Hasyim Asyari kaitan dengan Hari Santri yaitu santri wajib membela tanah air, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para pejuang dan ulama

Poin terakhir yang disampaikan beliau yaitu “as-shiroh“. As-shiroh adalah mempelajari sejarah Baginda Nabi Muhammad SAW melalui kitab dan referensi mengenai perjalanan Nabi.

Sehingga terdapat empat poin penting yaitu “al-farah” gembira atas kelahiran Nabi, “al-mahabbah” mencintai Nabi, “al-uswah” mencontoh dan meneladani Nabi, dan “as-shiroh” mempelajari perjalanan/kisah Nabi. Dengan empat poin tersebut semoga kita dapat diakui sebagai umat Baginda Rasulullah SAW yang akan memperoleh rahmat dan syafaat beliau atas izin Allah. Wallahu a’lam.

Oleh: Kuni Sa’adati Maisaroh

Foto: Dokumentasi Pribadi