Man praying at sunset mountains raised hands Travel Lifestyle spiritual relaxation emotional concept vacations outdoor harmony with nature landscape

Tiga Pencarian Manusia; Gus Qoyyum Rembang

Diposting pada 239 views

Gus Qoyyum Rembang dalam ceramahnya  menyebutkan bahwa terdapat  tiga pencarian
manusia dalam hidupnya, yang pertama adalah Maknal Hayat, Sa’adatul Hayat, dan Akhirul Hayat.

Pencarian yang pertama adalah Maknal Hayat. Maknal Hayat (Arti Kehidupan) artinya hidup itu adalah tidak mati. Dalam kehidupan ini ada yang hidupnya dengan nyawa, seperti manusia.  Ada yang hidupnya dengan air, seperti tanaman dan tumbuhan. Ada yang hidupnya dari cahaya, seperti malaikat, hati dan akal (pikiran). Hati dan akal (pikiran) itu hidupnya dari cahaya. Akal cahayanya adalah ilmu dan hati cahayanya adalah dzikir. Jadi, jika terdapat manusia yang hanya memiliki nyawa dengan kata lain  hanya makan tapi tidak mengetahui manfaat dari apa yang ia makan, berarti ia hanya mempunyai nyawa tetapi tidak mempunyai ilmunya.

Kedua adalah mengerti Sa’adatul Hayat. Sa’adatul Hayat adalah kebahagiaan dalam hidup. Taraf kebahagiaan setiap manusia itu berbeda-beda tergantung pada yang merasakannya.

Ketiga adalah yang paling penting yaitu Akhirul Hayat (akhirnya hidup). Akhir hidup yang baik yaitu meninggal dengan Husnul Khotimah yang menjadi harapan  setiap manusia. Jadi tidak hanya berharap terhadap kebahagiaan dunia, manusia berharap kelak akhirul hayatnya Husnul Khotimah, meninggal dalam keadaan baik. Seperti meninggal setelah sholat, atau setelah membaca Al-Qur’an atau meninggal karena terkena wabah dalam keadaan iman.

Nabi SAW bersabda: “Orang yang terkena virus (wabah), dia (dalam keadaan) beriman, Islam dan ta’at, maka matinya adalah mati syahid. Dan salah satu sahabat Nabi yang meninggal karena terkena virus (wabah) adalah Mu’adz bin Jabal.

Kemudian, Nabi pernah punya sahabat yang sedang berkemah. Saat sedang berkemah, saat memasang tenda, di bawah tenda di dalam tanah terdapat mayyit dalam keadaan membaca Al- Qur’an surat Al-Mulk. Akhirnya, para sahabat melapor kepada Nabi SAW  “Wahai Nabi, saya sedang memasang tenda, di dalam tanah terdapat mayyit membaca Al-Qur’an surah al-Mulk.” Lalu Nabi SAW menjawab “Surah al-Mulk itu Munjiyyat, penyelamat”.

Baca Juga:  Mabuk Cinta: Takdir atau Pilihan?

baca juga Gus Baha : Meskipun Ngesot yang Penting Kita Menuju Allah

Oleh karena itu, mulai sekarang, mari rajin-rajinlah kita membaca surah Al-Mulk supaya di alam kubur kita mendapatkan  keselamatan dari Allah. Itulah yang dinamakan Husnul Khotimah yaitu meninggal dalam keadaan baik, sehingga husnul khotimah itu adalah pokoknya hidup. Memohonlah kepada Allah, semoga akhir hayat nanti diberikan husnul khotimah.

Referensi: https://youtu.be/D6AcMU7im1M

Oleh: Eka Novitha Utami

Foto: Unplash