Sebelum melakukan sesuatu, sudah seharusnya kita memikirkan dampak yang akan ditimbulkan ke depannya. Namun, pernahkah Anda terlalu banyak berpikir sampai pada akhirnya tak melakukan apapun karena terlalu merasa cemas sebelum bertindak? Jika Anda pernah seperti itu, bisa jadi Anda tengah mengalami overthinking.

Dilansir dari alodokter.com, overthinking adalah istilah untuk perilaku memikirkan segala sesuatu secara berlebihan. Hal ini bisa dipicu oleh adanya kekhawatiran akan suatu hal, mulai dari masalah sepele dalam kehidupan sehari-hari, masalah besar, hingga trauma di masa lalu yang membuat seseorang tidak bisa berhenti memikirkannya. 

Siapa yang mungkin mengalami overthinking?

Orang yang sangat mungkin mengalami overthinking adalah orang-orang yang memiliki kenangan pilu di masa silam atau orang-orang yang melakukan kesalahan yang mereka sesali sehingga memiliki bayang-bayang kegagalan yang cukup besar. Masalahnya, semua orang pasti memiliki kenangan tidak menyenangkan di masa lalunya. Oleh karena itu, semua orang berkemungkinan mengalami overthinking, namun ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa perempuan lebih sering overthinking daripada laki-laki. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari faktor biologis hingga sosial budaya. 

Sebenarnya overthinking bisa membuat seseorang menjadi lebih berhati-hati dalam bertindak dan melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Akan tetapi, jika terlalu sering akan memberikan dampak buruk bagi kehidupannya. Terlalu sering overthinking bisa menghambat kegiatan sehari-hari, menurunkan perfoma kerja, emosi jadi lebih tidak terkontrol, bahkan juga mengalami gangguan kesehatan. Jika terus berlanjut hal ini akan memberikan dampak yang buruk bagi masa depan. Oleh karena itu, overthinking perlu diatasi dengan tepat.

Bagaimana cara mengatasi overthinking?

Mengatasi hal-hal yang berhubungan dengan pikiran memerlukan waktu yang tidak singkat, membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan keistiqamahan. Adapun mengatasi overthinking pada seseorang bisa dimulai dengan menuliskan apa yang sedang dipikirkan, baik itu sebuah keresahan, masalah yang belum selesai, maupun hal-hal lain yang mengganggu pikiran. 

Selain itu, bisa juga dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan, jika pikiran kita senang, beban yang mengganggu akan menjadi lebih ringan. Kemudian mulai menyelesaikan permasalahan yang telah ditulis sebelumnya dengan cara melihat masalah mana yang sekiranya lebih berat dan mana yang lebih ringan sehingga lebih mudah untuk menyelesaikannya. Hal lain yang paling penting adalah mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan berserah diri karena hal itu akan membuat hati lebih tenang serta legowo dalam menerima segala takdir-Nya.

Mungkinkah seorang santri overthinking?

Ya, tentu sangat mungkin karena seorang santri juga tak lepas dari permasalahan kehidupan. Namun sejauh pengamatan saya, santri akan lebih mudah mengatasi overthinking karena lingkungan pesantren yang mendukung. Bagaimana tidak? Pesantren telah membuatkan jadwal kegiatan yang efisien sehingga para santri tak lagi bingung menyusun kegiatan sehari-hari. Selain itu, pesantren juga menyediakan berbagai kegiatan yang menyenangkan seperti berselawat bersama, mengadakan berbagai lomba, bahkan ada juga ajang pentas seni yang membuat pikiran santri selalu terasah untuk berpikir kreatif dan inovatif. Hal lain yang paling penting adalah santri selalu selangkah lebih dekat dengan Allah Swt. karena mereka hidup dalam lingkungan yang “menuntut” untuk banyak beribadah dan mengaji, meskipun ada beberapa yang melakukannya secara terpaksa karena takut ditakzir pengurus, hehe

Hal-hal positif yang disuguhkan oleh pesantren tak terasa akan menjadi sebuah rutinitas yang positif sehingga dapat menjauhkan seorang santri dari overthinking. Dengan demikian, dapat menjadi bukti bahwa rutinitas yang positif akan membantu seseorang menjalani kehidupan yang lebih bahagia serta jauh dari overthinking

Let’s think positive and be happy!

Semoga bermanfaat ☺

Oleh: Dhab

Referensi:

Foto oleh olia danilevich dari Pexels

Leave a Comment