Dalam Islam, kedudukan wanita sudah tidak diragukan lagi kemuliaannya. Bahkan ada satu surah di dalam Al-Qur’an yang bernama An-Nisa’ yang artinya perempuan. Maka tak heran jika Nabi Muhammad berkata bahwa akan ada wanita-wanita yang kelak menjadi ahli surga dan pemimpin para perempuan muslim di sana. Mereka adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Muzahim. Tentunya keempat nama ini sudah tidak asing lagi bukan di telinga kita? Nah, di sini kita akan membahas mengapa keempat wanita ini bisa mendapat kemuliaan besar di akhirat.
- Khadijah binti Khuwailid
Khadijah binti Khuwailid adalah istri pertama yang sangat dicintai Rasulullah. Meskipun merupakan saudagar wanita yang kaya dan sukses, beliau memilih hidup sederhana bersama Rasulullah serta menyedekahkan seluruh hartanya untuk agama Islam. Beliau selalu setia menemani Rasulullah sejak awal kerasulan baik dalam keadaan suka maupun duka. Sebagai orang terdekat Rasulullah, beliau menjadi orang pertama yang beriman kepada Rasulullah sebelum sahabat-sahabat yang lain. Beliau juga yang pertama kali shalat bersama Rasulullah dan saat itu yang dilaksanakan baru shalat sunnah (beliau meninggal dunia sebelum diwajibkannya shalat lima waktu). Dengan ketangguhannya, beliau menguatkan Rasulullah dengan memberikan ketenangan ketika Rasulullah mendapatkan wahyu Al-Qur’an yang pertama.
- Fatimah binti Muhammad
Fatimah binti Muhammad adalah putri bungsu dalam pernikahan Rasulullah dengan Sayyidah Khadijah. Gelar ”Ummu Abiha” melekat pada beliau karena beliau senantiasa merawat, membela, dan menghibur Rasulullah layaknya seorang ibu. Beliau juga mendapat julukan “Az-Zahra” (yang semerbak) karena wanginya ketaatan beliau bisa tercium oleh para malaikat. Semasa hidupnya, beliau mengisi malam-malam dengan shalat malam, zikir, dan doa. Beliau dikenal sangat khusyuk dalam beribadah hingga tumitnya membengkak. Ketika menikah dengan Ali bin Abi Thalib, beliau hidup penuh kesederhanaan dan rasa qana’ah. Beliau tidak sungkan bersedekah meskipun beliau sendiri sedang membutuhkan. Selain itu, kecintaan beliau terhadap Al-Qur’an sangat tinggi. Hal ini tercermin pada perilaku beliau yang selalu menjadikannya sebagai pedoman untuk mendidik putra dan putri beliau.
Baca juga: Mengenal Sosok Sayyidah Zainab Al-Kubro
- Maryam binti Imran
Maryam binti Imran adalah wanita istimewa karena beliau menjadi perempuan pertama yang namanya dijadikan nama surah dalam Al-Qur’an. Beliau tumbuh di lingkungan yang sangat religius di bawah asuhan Nabi Zakariya. Beliau menghabiskan hari-harinya dengan beribadah di mihrab dan menjauhkan diri dari keramaian duniawi untuk mendekatkan diri kepada Allah. Beliau adalah simbol kesucian wanita. Beliau menjaga kehormatan dan pandangannya secara mutlak sepanjang hidupnya dari sentuhan atau fitnah laki-laki, sehingga Allah memilih dan menganugerahkan kepada beliau seorang anak tanpa perantara bapak. Dari penerimaan beliau terhadap berita kehamilan ini dapat terlihat keyakinan kokoh beliau kepada Allah. Sayangnya, setelah melahirkan, beliau dituduh berzina oleh kaumnya. Beliau menghadapi fitnah tersebut dengan penuh kesabaran, bertawakal, dan memohon pertolongan hanya kepada Allah.
- Asiyah binti Muzahim
Asiyah binti Muzahim adalah istri Fir’aun yang dikenang sejarah karena kemuliaannya dan keimanannya. Beliau memegang teguh keimanan terhadap Allah meskipun berada di lingkungan yang penuh kekufuran. Meskipun hidup sebagai ratu Mesir dengan segala kemewahan istana, beliau tidak tergiur oleh itu semua. Beliau memilih beriman kepada Allah dan ajaran Nabi Musa secara sembunyi-sembunyi. Dan ketika Fir’aun mengetahui keimanan istrinya, ia langsung menimpakan siksaan yang begitu kejam kepadanya. Tangan dan kaki wanita mulia ini diikat pada pasak-pasak yang berada di bawah terik matahari dan punggungnya ditimpa batu besar. Namun sekalipun beliau tidak goyah dalam siksaan tersebut hingga beliau meninggal dalam keadaan beriman. Bahkan ketika nyawa telah di ujung tanduk, beliau tersenyum karena Allah memperlihatkan kepada beliau rumah di surga yang dibangun khusus untuk beliau.
Masyaallah, begitu agung keimanan keempat wanita ini. Perjalanan hidup Sayyidah Khadijah, Fatimah, Maryam, dan Asiyah adalah cermin kesucian dan kekuatan iman yang tiada tanding. Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, keteladanan mereka hadir sebagai lentera akhlak yang membimbing kita untuk tetap tangguh dan berpegang teguh pada agama Islam. Kisah-kisah mereka menjadi bukti nyata bahwa kesetiaan kepada Allah akan selalu membuahkan kemuliaan yang abadi, baik di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah mengaruniakan kita hati yang teguh dan mengumpulkan kita bersama wanita-wanita mulia ini di dalam surga-Nya kelak. Aamiin.
Penulis: Rizka Aisyah Fahma
Sumber Gambar: Pinterest
