Acara Harlah ke-30 Komplek Q telah resmi dibuka pada (8/9) oleh pengasuh. Usai acara pembukaan dilanjutkan acara pameran foto dan Workshop Binding Book. Workshop ini diikuti oleh 30 peserta yang dipandu oleh Luai Ihsani Fahmi di Musala Barat. Sebelumnya, Luai menjelaskan beberapa macam buku jilid, yaitu jilid spiral, jilid benang,

Larut hampir pagi. Di sebrang sana ayat-ayat-Nya bersahutan dengan sunyi. Lembar ke lembar terjaga dalam dekapan. Angin menyemai, matanya tetap terjaga dengan aman. Pagi-nya merapal kembali. Berjejer berbaris antri. Dari mulutnya yang keluar selalu indah. Makhraj, irama selalu sempurna terjamah. Membuka-menutup-menunduk. Mushaf adalah kekasihnya. Dibawa ke mana-mana. Dalam hati, pikiranpun

Selamat Hari Hutan Internasional!!! Tanggal 21 Maret ditetapkan sebagai Hari Hutan Internasional/International Day of Forest sejak tahun 2012 oleh majelis umum PBB. Penetapan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan bagi seluruh makhluk di bumi ini. Keberadaan hutan di seluruh dunia memiliki fungsi vital, karena hutan menutupi sepertiga dari

Jika Idul Fitri diartikan sebagai kembali lagi pada kesucian, atau banyak orang bilang “0:0 lagi deh yaa” Maka mungkin tidak salah jika Awwalusanah juga diartikan sebagai hari baru untuk memulai tahun ajaran baru dengan semangat baru. Dalam teori Hierarki Kebutuhan Maslow yang sudah tidak asing kita dengar, disebutkan terdapat kebutuhan

Senyum yaitu menggerakan bibir dengan menaikkan antara dua sudut bibir dengan wajah berseri dihadapan orang lain. Tersenyum merupakan salah satu cara sederhana untuk mengatasi banyak hal.  Memberikan senyuman kepada orang lain tidaklah perlu menunggu rasa senang datang menghampiri diri kita, karena justru dengan senyumlah dapat membuat diri kita menjadi lebih

Kepada yang sedang berjuang Apapun itu, semoga tercapai dengan hasil terbaik  Semoga kamu mampu melalui semua masa sulit di depan sana  Jangan kecewa jika apa yang terjadi tidak berjalan sesuai harapan Jalan lurus yang ada dalam benakmu sebenarnya berkelok, berlubang, bahkan berduri tajam  Namun, pelangi yang indah telah menantimu di

Pekat malam semakin sunyi Tak satupun suara berbunyi menjadi-jadi Candra asterisk saling hias mengiringi Bumantara memberikan tabik pada penikmat sejati ‘Selamat malam wahai makhluk bumi’ Kutengadahkan tangan Bermunajat pada Sang Illahi Rabbi Kuminta ampunan Ridlo juga belas kasih Agar jadi hamba yang dikasihi Kekasih Kutitipkan satu nama Yang telah tertulis

Corona, enam huruf yang akhir-akhir ini sedang hangat diperbincangkan. Tidak hanya di negara Indonesia, tapi juga Mancanegara. Tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga pelosok-pelosok desa. Tidak terkecuali di desa saya sendiri. Seluruh perbincangan dan pembicaraan tentang corona, selalu bernuansa sedih dan negatif. Meski tidak jarang nuansa itu akhirnya menimbulkan

Aku manusia… Yang berawal dari segumpal tanah dan segumpal darah, lalu ditiupkan padanya ruh agar ia mampu bergerak dan menjadi khalifah (pemimpin) bagi dirinya dan orang lain. Aku manusia… Yang seiring berjalannya waktu, bertegur sapa dengan dosa dosa dunia, melupakan ancaman ancaman yang nyata, membiarkan luka batin terbengkalai hingga menjadi