Foto Mutakhorijat Bersama Pengasuh
Foto Mutakhorijat Bersama Pengasuh

Haflah Takharruj Wa Tasyakkur Khatm Nadzm Amtsilati Wa Nadzm Maqshudi MI Tahfidz El Muna Q Angkatan-IV dan MTs Tahfidz El Muna Q Angkatan-III

Diposting pada 57 views

Momen penting kembali hadir di Yayasan Pondok Pesantren El Muna Q. Mutakhorijat MI TQ (Tahfidzul Qur’an) angkatan ke-III dan MTs TQ angkatan ke-IV pada hari Sabtu, 6 Juni 2026 telah resmi diwisuda. Acara ini diselenggarakan di Hall Lantai 5, Gedung Terpadu Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.

Mulai terdengar lagu Hymne Madrasah yang mengiringi para mutakhorijat memasuki ruangan menjadikan suasana semakin hikmat.

Pengasuh, guru-guru, wali mutakhorijat, dan semua tamu undangan seketika hanyut dalam alunan lagu dan memperhatikan para mutakhorijat. Kemudian dilanjutkan dengan lantunan kalam ilahi oleh Zayyana Alifa Putri salah seorang mutakhorijat MTs TQ. Usai pembacaan kalam ilahi yang begitu menyejukkan hati itu, hadirin dimohon berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Madrasah dan Ya Lal Wathon.

Tak lupa setelah itu ada penampilan Tari Ratoh Jaroe oleh siswi-siwi MTs TQ yang memeriahkan acara. Ibu Widyaningsih, M. S. I selaku perwakilan kepala madrasah sangat bangga melihat penampilan siswi-siswinya itu. Terlihat juga dalam sambutannya, beliau menyampaikan berbagai prestasi akademik maupun non akademik yang diraih oleh siswi-siswinya, salah satunya adalah prestasi MI TQ juara umum drumband tingkat Provinsi dan MTs TQ juara umum drumband tingkat kabupaten.

Sambutan-sambutan
Dr. H. Muhammad Kholid Arif Rozaq, S. Hut., M. M.
Dr. H. Muhammad Kholid Arif Rozaq, S. Hut., M. M.

“Jangan sampai karena nila setitik rusak susu sebelanga”, sebuah pepatah yang disampaikan Gus Kholid dalam sambutannya. Artinya, jangan sampai karena satu kesalahan kecil, seluruh kebaikan yang telah dibangun hilang atau hancur. Isu-isu yang beredar sekarang jangan sampai melemahkan pondok pesantren, jadikan refleksi bagi kita, bahwa pondok pesantren itu tidak seperti itu. Beliau juga menyampaikan pesan dari mbah Warson ” Lid, Nek mbangun pondok ki rausah njalok-njalok! Nek kowe njalok-njalok yo santrimu kudu gratis. Nanging nek kowe dike’i ojo nolak” (Lid, kalau mbangun pondok itu jangan minta-minta! Jika kamu minta-minta ya santrimu harus gratis. Tapi jika kamu diberi jangan nolak).” Selain itu, beliau juga berpesan kepada para orangtua agar tidak minder kalau prestasi atau pendapatan juz anaknya tidak sebanyak anak lain (membandingkan dengan anak lain), yang terpenting pondasinya sudah terbentuk. Memondokkan anak tidak hanya untuk mengejar target, tapi untuk membentuk karakter dan akhlak. Pondasi yang kuat itu penting. “Maka berbahagialah bapak ibu, jangan berkecil hati”.

Ibu Hj. Etyk Nurhayati, S. Pd. I, M. Pd. Selaku pengawas Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Bantul setuju dengan dawuh Gus Kholid dan menegaskan lagi bahwa ” Membentuk pondasi yang kuat itu dengan memondokkan anak “.

” Kulo mberebes mili karena melihat anak-anak yang sejak kecil sudah bersama Al-Qur’an”. Tutur Gus Faiq Muhammad, S. Th. I, M. Hum. dalam sambutannya sebagai perwakilan wali mutakhorijat.

Usai penyampaian sambutan-sambutan, dilanjut dengan prosesi wisuda MTs dan MI, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Ibu Nyai Hj. Luthfia Jirjis dan do’a oleh Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah Zaenal, M.Si., pembacaan Nadzm Amtsilati oleh mutakhorijat MI serta pembacaan Nadzm Maqshud oleh mutakhorijat MTs.

Baca juga: Nyai Hj. Nur Khodijah: Perempuan Pendiri dan Penggerak Pesantren Putri Pertama di Indonesia
Penampilan-Penampilan dan Pemberian Penghargaan
Penampilan Angklung Siswi MI
Penampilan Angklung Siswi MI

Salah satu hal yang menarik disini adalah penampilan angklung siswi-siwi MI. Penampilan yang sangat memukau dan membuat para hadirin gemas dengan wajah-wajah yang masih imut dan lucu itu.

Setelah penampilan angklung, kemudian ada pengumuman dan pemberian penghargaan peserta didik berprestasi.
Kategori tahfiz terbanyak (MI):
1. Ata Maritza Azima: 17 juz
2. Zahwa Nabeela: 16 juz

Kategori tahfidz terbanyak (MTs):
1. Alazna Nadira Syahmina Syafi’i: 30 juz

Kategori hafalan lebih dari 5 juz(MI):
1. Nawalur Ridha Ridwan
2. Hafiza Tsaqif Almira
3. Ayisha Azkiya Syafarana
4. Delisa Malaika Qiellia
5. Azrina Syakira Chaidar
6. Muizzah Mushohhihatul Hasanat
7. Zahwa Milkhatunni’mah
8. Aisyah Afiqah Abdullah Tehuayo
9. Fatimatuzzahro Aly-Almachrusy
10. Yasmin Karimah Salsabila
11. Jihan Qaida Rahmadhisa
12. Adzkia Delisha Diarto
13. Ata Maritza Azima
14. Zahwa Nabeela

Kategori hafalan lebih dari 10 juz (MTs):
1. Fayra Fanisha: 10 juz
2. Lana Choirun Niswah: 11 juz
3. Nazila Aqila Alfat: 13 juz
4. Qurratu Qistina Bilqis: 15 juz
5. Naura Hasna Almira: 16 juz
6. Callysta Zalfa Nabila: 19 juz

Kategori Prestasi akademik dan non akademik (MTs):
1. Lana Choirun Niswah: TKA Terbaik
2. Naura Hasna Almira: TKAD Terbaik
3. Lailita Husna Alifiya: Mapel Kepesantrenan Terbaik
4. Qurratu Qistina Bilqis: Peraih juara lomba terbanyak
5. Faza Amira Rahmawati: Karya tulis terbaik dengan judul ” Cinta Pertama Anak Perempuan “.

Melanjutkan rangkaian acara selanjutnya yakni penyerahan buku antologi ” Cinta Pertama Anak Perempuan” oleh Kepala Mts TQ Ibu Widyaningsih, M.S.I  kepada Ibu hj. Etyk Nurhayati, S.Pd.I, M.Pd. selaku pengawas madrasah.

Sebelum acara benar-benar berakhir, ada penampilan Tari Sumilir ayup-ayup oleh siswi-siswi MI TQ. Tarian yang menakjubkan. Ada juga penampilan puisi oleh semua mutakhorijat yang diringi lagu ” Karnamereka-Ayah Ibu”. Para mutakhorijat berhasil menumpahkan air mata seluruh hadirin. Isak tangis pun mulai terdengar dimana-mana saat para mutakhorijat berlari menghampiri orangtua masing-masing untuk memberi bunga. Sungguh sesi ini menjadi  akhir acara yang sangat mengharukan.

Semoga para mutakhorijat mendapat ilmu yang manfaat barokah dan semua orangtuanya mendapat balasan yang terbaik dari Allah SWT. Aamiin.

 

Pewarta: Wulan Aprilia

Sumber Gambar: Media Komplek Q