Muharroman 1448 H
Muharroman 1448 H

Memupuk Semangat Ukhuwah dengan Langkah Awal Pembukaan Muharroman 1448 Hijriyah

Diposting pada 15 views

Krapyak, 2 Juli 2026 – Telah berlangsung acara Pembukaan Muharroman 1448 H di halaman Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak. Acara tahunan yang rutin diadakan ini dihadiri oleh para pengasuh pondok dan santri dari seluruh komplek. Para hadirin mulai memadati tempat acara dengan sambutan sholawat yang dibawakan oleh grup hadrah Sapu Jagad. Cahaya rembulan yang indah di langit timur pun turut meneduhkan acara ini. Dengan mengusung tema “Nyawiji ing Ukhuwah, Gumregah fi Sabilillah”, Muharroman 1448 H menyisipkan pesan tentang pentingnya nilai ukhuwah di atas segala kompetisi yang akan dijalankan.

Acara ini dipandu oleh dua Master of Ceremony yaitu saudara Zamzami dan Tsaqif. Dilanjutkan dengan bacaan ayat suci Al Quran oleh saudara Rizquna. Lantunan ayat yang mengingatkan kita semua akan betapa pentingnya persatuan karena sebuah pertandingan tidak selalu harus diakhiri dengan perpecahan. Selanjutnya seluruh hadirin berdiri untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Ya Lal Wathon sebagai bukti kecintaan terhadap negara dan agama. Setelahnya, dilakukan penyerahan piala bergilir oleh Komplek Q sebagai juara umum Muharroman tahun lalu kepada ketua panitia Muharroman tahun ini.

Sambutan-Sambutan

Sambutan yang pertama disampaikan oleh saudara Aniq Fahmi selaku Lurah Pondok Pesantren Al-Munawwir yang mewakili panitia Muharroman. Beliau berkata bahwa Muharroman harus menjadi kegiatan yang positif dengan memaksimalkan bakat yang dimiliki masing-masing orang. Adapun sambutan yang kedua disampaikan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Romo KH. Ahmad Shidqi Masyhuri. Berikut adalah beberapa poin penting yang beliau sampaikan mengenai Muharroman ini:

  1. Yang utama adalah menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antar santri dari berbagai komplek.
  2. Menjadi sarana pengembangan bakat akademis dan non akademis yang dimiliki santri.
  3. Kompetisi ini bertujuan untuk melatih mental santri agar kelak bisa bermanfaat ketika nanti hidup di tengah-tengah masyarakat.

Romo KH. Ahmad Shidqi Masyhuri juga mengatakan bahwa menang dan kalah bukanlah poin utamanya karena pemenang sejati adalah dia yang menerima dengan lapang dada segala keputusan dari dewan juri. Tak lupa beliau berpesan agar para santri tidak saling mengejek agar Muharroman ini tidak menimbulkan kemudlorotan. Pemukulan gong oleh beliau menjadi titik simbolis dibukanya rangkaian acara Muharroman 1448 H.

Baca juga: Malam Tirakatan Hari kemerdekaan & Malam Inaugurasi Muharroman Krapyak 1447 H
Mauidlah Hasanah

Acara malam ini dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Romo KH. Fairuzi Afiq Dalhar dan diikuti pembacaan Sholawat Diba’ yang dipimpin oleh Gus Faiq Muhammad. Setelahnya, penyampaian mauidloh hasanah oleh Gus Yunan Roniardian. Dalam mauidlohnya, beliau menyampaikan sejarah lahirnya tahun hijriyah yang digagas oleh Sayyidina Umar bin Khattab dan juga menjelaskan arti dari nama bulan-bulan hijriyah secara berurutan.

Pada akhir mauidlohnya, Gus Yunan berpesan bahwa kita harus memiliki identitas sendiri yang membedakan kita dari orang dan agama lain dengan meneladani Sayyidina Umar bin Khattab dalam menentukan tahun untuk umat muslim. Yang kedua, beliau berpesan agar kita menjunjung nilai musyawarah ketika mengambil keputusan yang penting sebagaimana yang dilakukan para Sahabat Nabi dahulu. Dan yang terakhir, beliau berpesan untuk menjadikan Muharroman ini menjadi momentum perubahan agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Setelah mauidloh hasanah, acara dilanjutkan dengan agenda terakhir yaitu pembacaa doa yang dipimpin oleh Romo KH. Muhtarom Busyro. Pembacaan doa kafaratul majelis menjadi penutup rangkaian acara Pembukaan Muharroman 1448 H. Semoga dari Muharroman kali ini kita bisa memetik makna dan meresapi setiap peristiwa yang terjadi. Jangan lupa untuk mengedepankan persatuan dan menjaga sportivitas dalam setiap pertandingan. Ingatlah selalu pesan para guru untuk senantiasa mengedepankan ukhuwah antar santri.

 

Pewarta: Rizka Aisyah Fahma

Editor: Wulan Aprilia

Sumber Gambar: Media Muharroman Krapyak 1448 H