Pernah dengar istilah generasi strawberry? Istilah yang cocok untuk menggambarkan orang-orang yang hatinya rapuh dan lunak meskipun penampilannya indah berwarna merah merona. Seperti generasi masa kini yang visualnya indah namun sering overthinking, insecure, dan kelelahan. Kalau dibiarkan terus menerus, hal ini akan membuat hidup menjadi gegana. Apa itu gegana? gelisah, galau, meranaa..
Tidak semua hal harus dipikirkan, karena tidak semua hal ada pada kendali kita. Ikhlaskan masa lalu, jangan khawatirkan masa depan, dan hiduplah hari ini!
Tidak mengkhawatirkan masa depan, bukan berarti tidak memikirkan masa depan ya…. Kita harus jadi visioner yaitu orang yang berfikir dan mempersiapkan masa depan dengan sebaik mungkin tapi tidak perlu overthinking, berfikir berlebihan yang disertai kecemasan. Berusahalah dan pasrahkan hasilnya pada Allah!
Penyebab Overthinking, Insecure dan Kelelahan
Akar sebab overthinking dan kelelahan itu ada 3.
- Terbiasa hidup enak. Akibatnya, ketika dihadapkan pada tantangan sedikit saja, kita drop, lelah, dan menyerah.
- Kebanjiran aneka ragam informasi dari gadget. Tanpa sadar, informasi yang tidak disaring membuat kita terus membandingkan diri dengan orang lain hingga muncul rasa cemas, insecure dan merasa tertinggal.
- Tidak ada rem dalam hidup. ngegas terus mengejar target dan pencapaian sehingga kita lupa ada sisi hidup yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu menikmati hidup.
Cara Mengatasi Overthinking, Insecure dan Kelelahan
- Jangan hanya mencari kenyamanan dalam hidup. Sebaliknya, beranilah menghadapi tantangan yang dapat membentuk diri menjadi pribadi yang lebih kuat, tangguh, dan memiliki beragam kemampuan. Dalam istilah Jawa hal ini disebut tirakat, yaitu kesediaan menahan diri dan menjalani proses yang tidak selalu nyaman demi mencapai hasil yang lebih baik. Tirakat bukan berarti tidak mampu, melainkan memilih bersabar dulu agar dapat menikmati hasilnya nanti.
Dalam konteks tirakat, Ada 2 konsep kebahagiaan dalam Islam, yaitu faroh dan falah. Faroh adalah kesenangan atau kebahagiaan sementara, sedangkan falah adalah keberhasilan atau kebahagiaan jangka panjang. Adakalanya kita harus mengorbankan faroh untuk mendapatkan falah.
- Perhatikan caramu menggunakan gadget. Bijaklah memilih informasi yang kamu konsumsi. Hindari konten yang memicu overthinking dan ingatlah bahwa media sosial sering kali hanya menampilkan sebagian kecil dari kenyataan.
- Nikmati hidupmu terlebih lagi masa mudamu. Selain untuk dinikmati, hidup harus disyukuri dan dimuhasabahi. Apakah sudah sesuai berlari di jalan ini? Apakah sudah sesuai dengan syari’at agama?. Pastikan kamu punya momen refleksi, sehingga tau kesalahan yang selama ini dilakukan kemudian melakukan perbaikan.
Ada 3 rumus jika kamu ingin melakukan perbaikan atau perubahan:
- Mau di nasehati
- Mau melakukan
- Mau mengaku salah
Baca juga: Cara Menghentikan Kebiasaan Procrastination

Belajar dari sebuah Analogi
Suatu ketika Rabi’ah al-Adawiyah kehilangan kunci. Beliau mencari kunci itu di luar rumah sehingga tetangganya melihat dan bertanya, “Wahai Rabi’ah, apakah yang engkau cari?.” “Kunci.”, jawab Rabi’ah.
Lalu tetangganya bertanya lagi, ” Dimana engkau menghilangkannya?” “Di dalam rumah”, sahut Rabi’ah. “Loh, hilangnya di dalam rumah kenapa engkau mencari di luar rumah?.” “Karena di dalam rumahku gelap, sehingga aku keluar mencari di tempat yang lebih terang.”
Apakah Rabi’ah akan menemukan kunci tersebut? Tidak. Lalu, apa yang seharusnya dilakukan Rabi’ah? Ia perlu menerangi rumahnya sendiri. Menerangi rumah sendiri berarti mulai memahami diri: apa yang sebenarnya kamu cari dalam hidup ini? kemana tujuanmu? Dari sanalah makna hidup mulai terbentuk.
Jangan sibuk mencari makna hidup kemana-mana, sehingga lupa menikmati hidupmu, menyeriusi hari-harimu, padahal yang salah ada pada dirimu. Sekarang, Renungkan 3 hal ini:
1. Apa yang kamu cari?
2. Caramu mencari bagaimana?
3. Ukuran kamu sudah menemukan itu apa?
Penulis: Wulan Aprilia
Sumber Informasi: Spesial Talkshow: Mental Health Santri di Era Modern: Prespektif Filsafat & Fikih Kontemporer
Sumber Gambar: Media Muharroman Krapyak 1448 H dan Pinterest



