Mengabadikan Cerita, Menjelajahi Budaya: Hari Ketiga Latihan Dasar Media

Mengabadikan Cerita, Menjelajahi Budaya: Hari Ketiga Latihan Dasar Media

Diposting pada 6 views

Kotagede, 14 Juni 2026 – Divisi Media dan Publikasi (DMP) Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q menyelenggarakan praktik lapangan di kawasan Masjid Gedhe Mataram pada Ahad (14/6). Kegiatan ini merupakan hari ketiga sekaligus penutup dari rangkaian Latihan Dasar Media (LDM) yang berlangsung sejak 12 Juni 2026. Sebanyak 26 peserta turut serta dalam kegiatan ini, didampingi oleh satu pemandu wisata yaitu Mbak Unggul dan tiga pemateri yang terdiri dari Mas Asyhad, Mas Mu’ti dan Mbak Erfika serta sembilan pengurus DMP. 

Sebelum memulai walking tour sekaligus praktek lapangan, peserta terlebih dahulu dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok bimbingan Mas Ansya dan Mas Mu’ti. Pembagian ini bertujuan untuk pengenalan berbagai komponen kamera beserta fungsinya secara lebih mendalam. Selama kurang lebih satu jam, masing-masing kelompok mengikuti pemaparan materi dengan saksama dan antusias.

Setelah pemberian materi usai, kegiatan berlanjut pada walking tour yang dipadukan dengan penugasan sesuai minat masing-masing peserta. pada tahap ini, peserta kembali dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, meliputi tiga kelompok fotografi, dua kelompok videografi, tiga kelompok desain dan dua kelompok jurnalistik.

Walking tour dibuka dengan pengenalan sejarah Masjid Gedhe Mataram, salah satu masjid tertua di Yogyakarta yang merupakan peninggalan kerajaan Mataram Islam. Peserta kemudian diajak berkeliling untuk mengenal beberapa titik bersejarah di kawasan masjid, diantaranya Gapura Paduraksa yang menjadi pintu masuk kompleks masjid, Watu Gilang dan Watu Gatheng yang merupakan batu bersejarah peninggalan Mataram Islam, serta Sendang Seliran Kakung dan Estri, yaitu kolam pemandian yang terletak di sebelah selatan kompleks makam raja-raja Mataram.

Mengabadikan Cerita, Menjelajahi Budaya: Hari Ketiga Latihan Dasar Media
Masjid Gedhe Mataram Yogyakarta
Baca Juga: Latihan Dasar Media: Makna yang Diungkap, Lewat Panca Indra yang Menangkap

Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat sangat interaktif dan edukatif, di mana kombinasi antara penjelasan sejarah Mataram Kotagede dan sesi hunting visual membuat proses belajar terasa lebih hidup. “Selain menambah ilmu sejarah, skill produksi tim media pun ikut serta terasah”, ucap ketua pelaksana LDM, Sasi Kirana Nurmiyanti Ariyani.

Sasi menjelaskan alasan pemilihan Masjid Gedhe Mataram sebagai lokasi praktik. Menurutnya, tempat ini memiliki nilai sejarah yang kuat sebagai akar Kerajaan Mataram Islam serta mencerminkan akulturasi budaya Hindu-Jawa-Islam dalam arsitekturnya. Karakteristik tersebut dinilai mendukung kegiatan praktik media, karena peserta dapat melatih kepekaan visual hingga mampu menyusun storytelling lewat foto dan video. 

Senada dengan hal tersebut, salah satu peserta yaitu Umi Hafilda, turut membagikan kesannya mengikuti kegiatan ini. Ia mengaku merasakan keseruan tersendiri selama mengikuti kegiatan LDM yang berada di bawah bimbingan Media Komplek Q (DMP), yang dikenal mempunyai karya-karya berkualitas dan menjadi salah satu sentral kesuksesan promosi Komplek Q di media sosial. Menurutnya, hasil yang terlihat keren tersebut ternyata tidak diraih dengan proses yang mudah. “Tidak hanya skill yang dibutuhkan, tapi waktu dan kemauan juga”, ujarnya.

Mengabadikan Cerita, Menjelajahi Budaya: Hari Ketiga Latihan Dasar Media
Peserta LDM praktek memomtret
Baca Juga: Apa Itu Fotografi?

Rangkaian Latihan Dasar Media yang berlangsung selama tiga hari ini resmi ditutup dengan harapan besar dari berbagai pihak. Ketua Pelaksana LDM berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan, baik dari segi teknis maupun storytelling, serta mempererat kekompakan antara DMP dan Media Crew yang telah turun bersama ke lapangan.

Harapannya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama tiga hari ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan, sehingga mampu menghasilkan karya-karya media yang semakin berkualitas dan bermakna ke depannya.

“Kreativitas lahir dari rasa, tumbuh bersama ide yang tak pernah reda. Selalu berani mencoba, jangan ragu berkarya; dari hal kecil tercipta makna yang luar biasa.”

– Erfika Qotrunnada

 

Redaktur: Laisa Fikriyatul Muskila