Jum’at, 24 Juli 2026 pukul 19.00 WIB telah berlangsung Dialog Aswaja bersama Gus Muhammad Yunan Roniardian, M.Sc sebagai narasumber. Dialog ini menjadi salah satu rangkaian acara pada hari pertama Orientasi Studi dan Pengenalan Pesantren 2026 Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q Krapyak. Dialog ini dimoderatori oleh saudari Sayyidah Lathifah Hamid dan diikuti oleh seluruh santri baru tahun 2026.
Pengertian Aswaja
Gus Yunan mengatakan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah tersusun dari tiga kata yang sudah digunakan secara umum (sudah dijadikan istilah). Tiga kata tersebut yaitu kata ahlu, as-sunnah, dan al jama’ah. Kata pertama yaitu ahlu yang dapat diartikan sebagai keluarga atau kerabat dan juga dapat diartikan sebagai golongan atau pengikut. Kata kedua yaitu as-sunnah yang menurut bahasa berarti jalan dan menurut istilah berarti segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun persetujuan. Kata ketiga yaitu al jama’ah berarti sekumpulan orang yang terdiri dari tiga orang atau lebih yang memiliki tujuan yang sama.
Dengan begitu dapat ditarik kesimpulan bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah adalah golongan yang mengikuti ajaran Islam sebagaimana diajarkan dan diamalkan oleh Rosulullah saw dan para sahabatnya. Sebagaimana Hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tahun 2002 di Jakarta yang menyatakan bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah adalah golongan yang memegang teguh Al-Quran dan mengikuti segala sesuatu yang telah diajarkan oleh Rosulullah saw, para sahabatnya, serta as-Salaf as-Salih.
Baca juga: Dialog Sejarah: Napak Tilas Komplek Q
Konsep Aswaja
Gus Yunan menjelaskan tiga konsep yang menjadi sifat-sifat Ahlussunnah wal Jama’ah. Konsep yang pertama adalah as-sawad al-a’dham yang berarti kelompok mayoritas. Sebagaimana dalam hadist berikut:
إِنِّ أُمَّتِي تَفْتَرِقُ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ، كُلُّهاَ فِي النَّارِ إِلاَّ السَّوَادَ الأَعْظَمَ
“Sungguh umatku akan terpecah menjadi 72 golongan, semua ada di neraka kecuali golongan mayoritas.” (HR. Abu Ya’la)
Gus Yunan menambahkan bahwa terdapat perbedaan yang mendasar antara iftiraq dan ikhtilaf. Iftiraq itu perpecahan karena perbedaan pemahaman ushuludin, sedangkan ikhtilaf adalah perbedaan dalam hal furu’iah. Contoh ikhtilaf Adalah perbedaan madzhab-madzhab seperti Syafi’iyah, Hanafiyah, Maliki, serta Hanbali. Ikhtilaf merupakan hal yang baik.
Konsep yang kedua adalah ummatan wasathan yang berarti umat yang moderat. Dalam hal ini Gus Yunan menjelaskan bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah adalah umat yang moderat yaitu berada di tengah-tengah. Wasathiah atau kemoderatan dalam Ahlussunnah wal Jama’ah dibagi dalam beberapa kategori yaitu wasathiah dalam aqidah, pemikiran, tindakan. Jika dijelaskan secara singkat, umat Ahlussunnah wal Jama’ah meyakini bahwa manusia memiliki andil dalam setiap perbuatan baik atau buruk yang dilakukan akan tetapi perbuatan tersebut di bawah kuasa Allah swt serta meyakini bahwa dosa besar seseorang tidak menyebabkan kekufuran melainkan menjadi tanda bahwa seseorang tersebut sedang mengalami penurunan keimanan.
Konsep yang terakhir adalah al-firqah an-najiyah yang memiliki arti golongan yang selamat. Sebagaimana dalam hadist berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَ سَبْعِيْنَ مِلَّةً وَ تَفَرَّقَتْ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَ سَبْعِيْنَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّمِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوْا وَمَنْ هِيَ يَارَسُوْلَ اللَّهِ؟. قَالَ مَاأَنَا عَلَيْهِ وَ أَصْحَابِي (سنن الترمذي، رقم ٢٥٦٥)
“Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kaum Bani Isra’il telah terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya akan masuk neraka, kecuali satu golongan”. Lalu sahabat bertanya, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab, “(Golongan itu adalah orang-orang yang berpegangan pada) semua perbuatan yang telah aku lakukan, serta semua perbuatan yang dikerjakan oleh sahabat-sahabatku.” (Sunan al-Tirmidzi [2565])
Sebagaimana yang dijelaskan Gus Yunan di awal tadi bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah adalah golongan yang mengikuti ajaran Islam berdasarkan perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad saw. Dengan menilik hadist ini, insyaallah kita sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah kelak akan mendapatkan keselamatan di akhirat.
Di penghujung dialognya, Gus Yunan mengingatkan para hadirin untuk senantiasa kritis di era disrupsi sekarang ini. Kita tidak boleh mengikuti dalil-dalil ulama jika dalil tersebut bertentangan dengan dalil naqli. Ketika terdapat pemikiran seseorang, meskipun dia sunni sekalipun, jika pendapat tersebut bertentangan dengan norma naqli baik dari Al Qur’an maupun hadist, maka kita wajib menolaknya.
Sebelum acara berakhir, Gus Yunan memberikan closing statement bagi para hadirin untuk senantiasa berpegang pada prinsip ini ketika mengaji di Krapyak.
ثبات العلم بالمذاكرة وبركته بالخدمة ونفعه برضا الشيخ
Artinya: jika kamu ingin ilmumu menancap dan menetap di ingatan, maka seringlah kamu mengingatnya, baik dengan nderes maupun muthola’ah. Jika kamu ingin ilmumu barokah, maka berkhidmahlah. Sekecil-kecilnya khidmah itu ikut membersihkan lingkungan pondok dan menjaganya, sedangkan khidmah yang paling utama itu khidmah kepada guru. Dan yang terpenting, jika kamu ingin ilmumu bermanfaat, maka kamu harus mendapat ridho gurumu. Jangan sekali-kali kamu menyakiti hatinya. Semoga kita bisa senantiasa berpegang teguh pada prinsip ini.
Penulis: Rizka Aisyah Fahma
Sumber Gambar: Media Komplek Q



