Latihan Dasar Media: Makna yang Diungkap, Lewat Panca Indra yang Menangkap

Diposting pada 100 views

Krapyak — Divisi Media dan Publikasi (DMP) Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q kembali menggelar kegiatan Latihan Dasar Media (LDM). Kegiatan ini dikhususkan untuk crew media sebagai tim pendukung yang aktif dan kreatif. Terdiri dari santri-santri terpilih, crew media berperan membantu DMP dalam mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan pondok pesantren.

Kerja sama ini bukan hanya memperkuat tim DMP dan crew media secara teknis, tetapi juga menjadi ruang belajar dan wadah pembinaan bagi santri yang memiliki minat di dunia media terkhusus di bidang fotografi, desain grafis, streaming, jurnalistik, dan videografi. Dengan semangat kolaboratif, DMP dan crew media bersama-sama menghadirkan wajah pesantren yang informatif, inspiratif, dan relevan di tengah perkembangan media digital saat ini. Mencetak santri yang melek media, kritis, dan kreatif.

Baca juga: Kunjungan Media: Komplek Q X An-Nawawi Berjan
Latihan Dasar Media
Sesi Streaming

Latihan Dasar Media (LDM) dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dan telah terlewati dengan begitu larut, kegiatan tersebut dimulai dari tanggal 14 hingga 16 Juli 2025. Hari pertama, para crew media disuguhi dengan materi videografi dan desain grafis. Sesi videografi diisi oleh M. Asrori Ramandha & Farid Dihan Nahdi sedangkan Desain grafis diisi oleh Isnan Arifin.

Selama dua sesi ini para crew media belajar dan memperhatikan dengan serius sehingga suasana belajar penuh dengan tawa dan rasa penasaran. Dalam pemberian materi para crew media dikenalkan dengan tools, teknik atau langkah-langkah dalam membuat video maupun desain dan tidak ketinggalan pula dengan prakteknya.

Pemateri videografi menjelaskan inti terpenting dalam membuat video adalah “storytelling” atau “show, don’t tell”. Artinya prinsip ini menekankan pentingnya menunjukkan melalui visual dan tindakan, daripada hanya menjelaskan melalui narasi. Dengan kata lain, penonton seharusnya merasakan cerita melalui apa yang mereka lihat dan dengar, bukan hanya mendengar deskripsi atau penjelasan. 

Kemudian di hari kedua para crew media belajar tentang streaming bersama Daffa Syarifuddin Masnun. Selama belajar streaming para crew media begitu antusias dan aktif dalam tanya jawab. Selain diberikan materi, para crew media juga diberikan praktik streaming dengan cara bergantian setiap meja, tentunya dalam hal ini pemateri ikut serta mendampingi agar para crew media benar-benar bisa mengoperasionalkan kamera video dan aplikasi OBS Studio dengan baik.

Baca juga: Tim Redaksi Komplek Q Lakukan Diskusi bersama Bangkit Media
Latihan Dasar Media
Materi Jurnalistik

Hari terakhir ditutup dengan fotografi dan jurnalistik, untuk fotografi diisi oleh Agus Kurniawan sedangkan jurnalistik oleh Chanif Ainun Naim. Walaupun di hari terakhir, para crew media tetap semangat dan senang mengikuti dua sesi ini. Dalam sesi fotografi selain diberikan materi, para crew media bisa eksplor keluar untuk hunting foto agar bisa langsung mempraktekkan teknik yang sudah diberikan dalam materi, yaitu teknik rule of thirds, framing dan leading line.

Jurnalistik, suguhan terakhir yang isinya mengulik-ulik tiap baris kalimat. Walaupun ditempatkan di sesi akhir tapi materinya tidak kalah seru dengan yang lain, pemateri mampu menjelaskan dan memberikan pandangan yang baru nan bagus dalam dunia kepenulisan bagi para crew media. Dalam jurnalistik, para crew media belajar bagaimana cara membangun opini yang baik, mencari gap masalah dengan memperhatikan das sollen dan das sein, serta yang tak kalah penting adalah membangun kepercayaan diri dalam menulis. 

Saat menjelaskan bagian membangun kepercayaan diri, pemateri memberikan pandangan baru yaitu “Menulis adalah cara kita bersyukur kepada Allah atas anugerah hidup dan membalas kebaikan dengan menghadirkan nilai bagi orang lain.”

Semoga adanya pelatihan dasar media ini, para crew media bisa berkembang menjadi lebih baik dan yang terpenting adalah tetap mau belajar hal baru atau yang telah lalu. 

 

Lakukan apa yang kau mau sekarang

Saat hatimu bergerak, jangan kau larang 

Hidup ini tak ada artinya 

Maka kau bebas mengarang maknanya seorang

 

Pewarta: Laisa Fikriyatul Muskila

Foto: Arsip Media Komplek Q