Haflah Khotmil Quran Perdana

Haul Ke-13 KH. Ahmad Warson Munawwir dan Haflah Khotmil Quran Perdana El-Muna Q

Diposting pada 183 views

Sejak pagi, suasana khidmat telah menyelimuti Pondok Pesantren El-Muna Q, Bungsing, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Lantunan shalawat dari Hadrah Al-Wathoni pagi ini berhasil menyambut para tamu undangan dalam acara Haul Ke-13 KH. Ahmad Warson Munawwir dan Haflah Khotmil Quran Putri Perdana. Acara resmi dimulai pukul 07.30 WIB dengan panduan Bapak Ahmad Hanist Thoriq, M. Si., sebagai master of ceremony utama. Majelis ini dihadiri oleh para dzurriyah Krapyak, dewan guru, keluarga besar dzurriyah KH. Ahmad Warson, Halqimuna (Alumni), para wali santri dari 278 khotimat, masyarakat Bungsing, serta seluruh santri yang terlibat.

Baca juga: Meniti Keberkahan : Haul KH. Ahmad Warson Munawwir ke-13

Haflah Khotmil Quran Santri El-Muna Q

Haflah Khotmil Quran ini merupakan wujud syukur dan penegasan komitmen pesantren dalam mencetak generasi penghafal Al-Quran. Rasa haru terlihat jelas di wajah para wali khotimat (santri yang menyelesaikan hafalan) dari berbagai kategori, yakni: 30 Juz, 20 Juz, 15 Juz, 10 Juz, 5 Juz, dan Juz ‘Amma bil-Hifdzi.

Peserta khotimat terdiri dari santri Madrasah Tahfidz Putri Anak (MTPA), Madrasah Tahfidz Putri Remaja (MTPR), dan Madrasah Tahfidz Mahasiswa (MTPM).

  • Pembacaan Maqra’: Acara diawali dengan pembacaan maqra’ (bacaan Al-Quran) sesuai kategori hafalan, dilanjutkan dengan pembacaan takhtim, dan ditutup dengan doa khotmil Quran yang dipimpin oleh K. H. R. Abdul Hamid Abdul Qodir.

Seusai lantunan maqra’ tersebut, K. H. R. Abdul Hamid Abdul Qodir memimpin pembacaan doa khotmil Quran, lalu dilanjutkan dengan foto bersama dengan para calon Khotimat yang akan diwisuda, beserta dzurriyyah keluarga Almaghfirullah KH. Ahmad Warson Munawwir. Sesi foto bersama ini menjadi bukti sejarah bagi Pondok Pesantren El-Muna Q dalam dua moment sekaligus yakni, Haul Bapak Warson beserta Haflah Khotmil Quran Putri perdana.

  • Pengalungan Samir: Prosesi ini dilakukan oleh Ibu Nyai Hj. Qorry Aina, Ibu Nyai Ati Luthfiyah Baity, Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah Zainal, dan Ibu Nyai Umi Salamah kepada seluruh khotimat 30 Juz dan perwakilan kategori lainnya, didampingi dengan para wali.

Baca Juga: Majelis Haul Almaghfurlah KH. Ahmad Warson Munawwir ke-12

Majelis Haul Ke-13 K. H. Ahmad Warson Munawwir

Almaghfurlah KH. Ahmad Warson Munawwir, salah satu ulama terkemuka Indonesia dan pengarang kamus Arab-Indonesia legendaris, Kamus Al-Munawwir. Acara yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Komplek Q ini berlangsung khidmat. Peringatan haul ini menjadi moment tahunan bagi para santri, alumni, dan masyarakat untuk mengenang jasa dan meneladani perjuangan Kiai Warson dalam memajukan ilmu agama, khususnya bahasa Arab.

  • Sambutan dan Mau’idhah Hasanah:

    • Ibu Yuli Nuriyanti, S. Pd., M.Sc. (Kamituo Kelurahan Guwosari): Beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh hadirin yang hadir dan mengajak hadirin untuk meneladani jasa dan perjuangan Kiai Warson.

    • Dr. Muhammad Barqun Safe’i, M. A. (Perwakilan Wali Santri): Beliau mengucapkan terima kasih dan mengajak hadirin memaafkan kekhilafan almaghfirullah Bapak Warson serta mendoakannya.

    • Dr. M. Kholid Arif Rozaq, S.Hut., M.M (Pengasuh Pondok Pesantren El-Muna Q): Beliau mengucapkan selamat kepada 278 khotimat atas wisudanya, dan berpesan agar mereka menjadikan muraja’ah sebagai pengabdian sejati. Pengasuh juga menegaskan komitmen pesantren untuk melanjutkan warisan Kiai Warson, yakni mencetak generasi yang kuat dalam menjaga Al-Qur’an dan mumpuni dalam ilmu alat (Bahasa Arab).

Puncak dari peringatan Haul Bapak kali ini adalah Mauidzoh Hasanah yang disampaikan Dr. K. H. Abdul Ghofur. Dalam nasihatnya, K. H. Abdul Ghofur menyampaikan poin-poin penting mengenai peran seorang penghafal Al-Quran dan keteladanan yang harus diikuti, di antaranya yaitu:

  1. Kemuliaan Ahlul Quran: Santri yang telah menyelesaikan hafalan (khotimat) memiliki derajat yang tinggi. Mereka bukan hanya menghafal, tetapi juga membawa tugas besar untuk mengamalkan dan mengajarkan nilai-nilai Al-Quran.

  2. Pentingnya Mudzakarah (Mengulang Hafalan): Beliau menekankan bahwa menyelesaikan hafalan adalah awal dari perjuangan. Kunci menjaga hafalan dan barokah ilmu adalah dengan terus menerus mengulang (mudzakarah) dan menjadikannya wirid harian.

  3. Keteladanan K.H. Ahmad Warson Munawwir: Kiai Warson adalah contoh nyata ulama yang menggabungkan ilmu (ilmu) dan pengabdian (khidmat). Kamus Al-Munawwir adalah bukti ijtihad beliau dalam mempermudah umat Islam memahami Al-Quran dan Hadis melalui penguasaan bahasa Arab.

  4. Menjaga Dzurriyah (Keturunan) dan Sanad Keilmuan: Para khotimat dan alumni diajak untuk selalu menghormati dan menjaga hubungan baik dengan para dzurriyah (keturunan) Kiai Warson, serta mempertahankan sanad (rantai keilmuan) yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

  5. Peran Pesantren: Pesantren El-Muna Q didirikan sebagai keberlanjutan perjuangan para kiai untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kuat spiritualnya dengan bekal Al-Quran.

Peringatan Haul Ke-13 KH. Ahmad Warson Munawwir menegaskan kembali bahwa nilai-nilai keilmuan dan keteladanan beliau, terutama dalam bidang Bahasa Arab melalui karya legendaris Al-Munawwir akan terus hidup. Semoga Pondok Pesantren El-Muna Q terus sukses dalam melanjutkan amanah beliau untuk mencetak generasi yang mampu menjaga sekaligus memahami Al-Qur’an secara mendalam.

Aamiin…

Redaktur: Fariha Fauziah

Editor: Zia Zahra Hudaya

Arsip: Media Komplek Q