Road To Rihlah Komplek Q 2025: Sowan Sepuh, Memetik Berkah Penuh

Diposting pada 113 views

Coming Soon Rihlah 2025!

Pondok Pesantren Al Munawwir Komplek Q, Krapyak, Yogyakarta kembali mengadakan agenda tahunan yang disebut sebagai rihlah. Makna rihlah berasal dari bahasa arab, jika diambil dari kamus al Munawwir karya Allahuyarham K.H. Ahmad Warson adalah sama dengan safar yakni bepergian atau perjalanan.

Jika dikaitkan dengan sejarah, dahulu rihlah dilakukan oleh kaum Quraisy dalam perjalanan dagang yang relatif jauh. Sehingga dapat diambil makna bahwa rihlah adalah perjalanan yang relatif jauh.

Agenda rihlah di Pondok Pesantren Al Munawwir Komplek Q dilaksanakan setiap dua tahun sekali serta menjadi kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh santri Komplek Q. Setelah dua tahun yang lalu melaksanakan perjalanan ke Jawa Barat dan DKI Jakarta, kini euforia hari-hari menuju rihlah seakan bangkit lagi dari jiwa para santri.

Setelah sekian waktu para santri berada dalam langkah kesibukannya masing-masing, akhirnya mendapatkan kesempatan untuk sekedar melepas penat. Namun, rihlah bukan sekedar berjalan-jalan dan mencari kebahagiaan yang sempat tertunda, di dalamnya terdapat esensi “barokah” dari kegiatan ziarah yang juga kami laksanakan sebagai inti dari perjalanan panjang .

Jadi, kemana rihlah kita tahun ini?

Panitia Rihlah Komplek Q 2025

On The Way Jawa Timur-Madura

Tujuan rihlah Pondok Pesantren Komplek Q di tahun 2025 adalah Jawa Timur dan Madura. Kedua daerah tersebut dipilih sebab dalam perjalanan menuju keduanya, terdapat banyak ulama’ yang dapat kami kunjungi, diantaranya Sunan Bonang di Tuban, Maulana Ishaq dan Sunan Drajat di Lamongan, Sunan Giri dan Sunan Gresik, Sunan ampel di Surabaya, Syaikhona Kholil di Bangkalan, Syaikh Syamsuddin di Batu Ampar, K.H. Abdul Hamid di Pasuruan dan ditutup dengan bersenang-senang di Jawa Timur Park 1.

Baca Juga: Komplek Q Goes To Rihlah 

Selain itu, terdapat juga kunjungan ke Pondok Pesantren As Salafiyah Pamekkasan, Madura. Kunjungan ke institusi pesantren adalah dalam rangka sharing knowledge, yaitu berbagi ilmu, kita menjadi tahu tradisi pesantren lain yang berbeda latar belakang. Selain itu, dapat menambah erat tali silaturahmi antar pesantren sehingga suatu saat ini dapat saling berbagi ilmu kembali.

Makna Sowan Sepuh

Sebagai seorang santri yang tugasnya adalah belajar, belajar, dan belajar, di dalamnya penuh sekali akan impian dan cita-cita, salah satu cara memperjuangkannya adalah dengan memperbaiki hubungan jiwa dengan Sang Maha Penyayang dan Maha Pengasih. Hari-hari seorang santri dipenuhi dengan itu, solat, mengaji, dzikir, mujahadah, dan satu hal lagi yang menjadi tradisi kami, ziarah masyayikh.

Baca Juga: Rihlah (Chapter 2): Iling 

Ziarah masyayikh bagi kami bukanlah sekedar berkunjung dan mengirim doa, namun kami memaknai ziarah dengan “sowan”. Sowan, dilansir dari laman nu.or.id memiliki makna berkunjung dalam rangka mengharapkan barokah atau petunjuk.

Petunjuk disini bukanlah meminta kepada masyayikh yang kami ziarahi, namun, kami mengharap petunjuk melalui wasilah masyayikh yang kami ziarahi. Tentu masyayikh yang kami kunjungi adalah orang yang dikasihi dan dekat dengan Allah SWT, sedangkan kami bukan siapa-siapa, sehingga Allah SWT tentu akan “notice” kami sebab kami dekat dengan orang-orang soleh.

Sebagaimana kalimat berikut.

“Surat-surat yang diterima Tuhan adalah yang berasal dari yang dekat dengan-Nya, dibaca lalu dikabulkan, bagaimana wujud Hamba-Nya, Tuhan tidak melihat semacam yang terlihat, yang ditemukan hanya sucinya hati untuk menyembah-Nya dan kebesaran jiwa untuk menerima apa-apa yang diberi oleh-Nya.”

(Pemahaman penulis dari cerita Maulana Jalaluddin Rumi dalam buku Fihi Ma Fihi)

Oleh sebab itu, sowan sepuh memiliki makna bahwa perjalanan kami tidak sekedar menyenangkan hati kami, namun juga menyenangkan hati orang-orang saleh agar kami dekat dan menjadi salah satu jalan dekat dengan Allah SWT.

Makna Memetik Berkah Penuh

Sebagaimana yang telah dijelaskan, bahwa jika kita dekat dengan orang saleh, maka Allah SWT akan lebih mengetahui keberadaan kita, maka salah satu hal yang akan kami dapat dari rasa cinta kami kepada mereka adalah sesuatu tidak terlihat yang kami sebut “barokah”. Barokah yang jamaknya adalah “jalbul khoir”, memiliki makna secara singkat ‘menambah kebaikan’.

Dilansir dari laman islam.nu.or.id, bahwa istilah barokah mulanya adalah pada saat kelahiran Nabi Muhammad Saw. yang menambah kebaikan pada Bani Sa’ad, keluarga Halimah Sa’diyah (seseorang yang menyusui Nabi Muhammad Saw.) yang pada saat itu mengalami paceklik, namun, setelah Nabi Muhammad Saw. dibawa oleh Halimah, keadaan Bani Sa’ad berangsur baik dan sejahtera.

Akan tetapi, sumber barokah hanya dimiliki oleh Allah SWT, sebagaimana QS. Al Mulk ayat 1 berikut.

تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ

            Maha Suci (Maha Barokah) Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kami Sowan Sepuh agar Mendapat Berkah Penuh

Tema rihlah yang diambil oleh Komplek Q pada tahun 2025 in tentunya bermakna tidak hanya secara dhohir saja yang bersenang-senang, namun yang utama adalah menyiram jiwa dengan barokah-barokah yang akan kami cari melalui pendekatan dan kunjungan kepada orang-orang saleh, baik yang telah diambil oleh Allah SWT. maupun yang masih terlihat oleh kami.

Kami percaya barokah sebab kami nyata merasakan kebaikan, kasih sayang, serta doa yang mengalir dalam darah kami ketika kami berjumpa dengan kekasih-kekasih Allah SWT.

SEE U ON RIHLAH KOMPLEK Q 2025!