“Usia bukan sekadar angka; ia adalah jejak perjalanan, doa, dan pengabdian. Tiga puluh enam tahun Komplek Q adalah bukti bahwa pesantren senantiasa tumbuh bersama zaman, mengakar dalam ilmu, dan berbuah keberkahan.”
Krapyak — Ahad (21/09) merupakan puncak acara sekaligus penutupan seluruh rangkaian acara Harlah Komplek Q ke-36 yang bertempat di Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q Krapyak Yogyakarta. Acara yang diselenggarakan pagi hari itu berjalan dengan penuh khidmah. Cuaca Yogyakarta yang cerah seolah memberikan dukungannya agar puncak acara harlah ini dapat terlaksana dengan lancar dan dipenuhi keberkahan terkhusus ridho dari sang pendiri pondok.
Seperti pada acara-acara biasanya, Grup Hadroh Tsamrotul Muna mengiringi pra acara dengan lantunan sholawat yang merdu dipadukan dengan alunan rebana yang menggelegar indah. Acara resmi dimulai yang dipandu oleh Istafada Mahdalina sebagai master of ceremony. Dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Bidayah Nayirotun Ni’mah. Setelahnya, sambutan oleh Gus Dr. H. Muhammad Kholid Arif Rozaq, S.Hut., MM mewakili Ibu Nyai Hj. Khusnul Khotimah Warson selaku pengasuh dari Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q.
Sekilas Cerita Perkembangan Komplek Q

Dalam sambutannya, Gus Kholid menyampaikan bahwa puncak acara harlah menjadi momentum istimewa. Acara harlah menjadi refleksi bagi kita semua tentang tinggalan dari para masyayikh, terkhusus KH. Ahmad Warson Munawwir – atau yang sering disebut Bapak Warson selaku pendiri Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q. Yang paling penting dari acara harlah adalah esensinya. Komplek Q sudah 36 tahun berjalan, kita patut mensyukuri dari acara harlah karena harlah ini bagian dari nikmat Allah. Lalu, tak lupa kita perlu reflkeksi, apa yang sudah kita lakukan selama 36 tahun ini? Tentunya kita harus kembalikan lagi pada esensi dari mendirikan Komplek Q ini adalah nasrul ilmi. Menyebarkan ilmu, mendidik santri, dan mengembangkan pondok pesantren. Alhamdulillah, kita bisa mengembangkan peninggalan Bapak Warson dengan ikhtiar. Of course, yang terutama adalah ikhtiar dari Ibu Nyai Hj. Khusnul Khotimah Warson.
Gus Kholid juga menceritakan sekilas perkembangan Komplek Q. Komplek Q didirikan pada tahun 1989, sebagai pendiri sekaligus pengasuh, KH. Ahmad Warson Munawwir lah yang mengurus segala urusan tentang pondok. Sedangkan Ibu Nyai Hj. Khusnul Khotimah Warson belum mengetahui bagaimana urusan pondok pada saat itu. Pada sekitar tahun 2008/2009, secara pelan-pelan segala urusan tentang pondok disampaikan kepada Ibu Nyai Hj. Khusnul Khotimah Warson. Sehingga, ketika Bapak Warson wafat pada tahun 2013, Ibu Warson tidak begitu kaget – dalam artian ‘pondok wes dipasrahno alon-alon” dan siap untuk melanjutkan perjuangan dari Bapak Warson dalam mengasuh dan mengembangkan pondok pesantren. Namun dibalik itu, ada duka yang mendalam, karena wafatnya Bapak Warson sangatlah mendadak. Masutnya adalah sebelumnya Bapak Warson tidak dinyatakan dalam kondisi sakit penyakit, hanya sakit sepuh. Jadi tidak terpikirkan akan secepat itu Allah memanggil Bapak Warson.
Setelah itu, ide-ide dalam mengembangkan Komplek Q berasal dari Ibu Nyai Hj. Khusnul Khotimah Warson. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan itu bisa. Tak sendiri, dibalik itu semua Ibu Warson juga tetap didampingi dan dibantu oleh putra-putrinya terutama oleh KH. Muhammad Fairuz Warson. Tak lain, juga dukungan dari semua pihak seperti halqimuna dan para santri. Itulah sejarah estafet perkembangan Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q dari KH. Ahmad Warson Munawwir kepada sang istri, Ibu Nyai Hj. Khusnul Khotimah Warson. Maka dari itu, Gus Kholid menyampaikan permohonan doa agar Komplek Q dapat terus melanjutkan mengembangkan pondok pesantren.
Baca Juga: Puncak Harlah Komplek Q Ke-35
Puncak Acara Harlah ke-36
Usai sambutan disampaikan, selanjutnya pembacaan tahlil sekaligus doa yang dipimpin oleh Bapak Agus Najib, S.Ag. Kemudian dilanjutkan acara inti, yakni pemotongan tumpeng oleh pengasuh yang diwakili oleh Ibu Hj. Qorry Aina, S.Psi. dan Ibu Hj. Ati Lutfia Baiti, S.Sos. Diiringi sholawat mabruk alfa mabruk oleh vokalis Hadroh Tsamrotul Muna. Hal ini sebagai bentuk rasa syukur dan harapan semoga Komplek Q bisa terus melanjutkan dan mengembangkan pondok pesantren dengan lebih baik lagi.

Sebelum memasuki acara selanjutnya, Istafada Mahdalina pamit undur diri sebagai master of ceremony dan dilanjutkan oleh Nabila Niswatur dan Siti Nur Aisyah sebagai master of ceremony non-formal yang membawakan dengan gaya santainya. Acara selanjutnya yaitu penayangan video kilas balik Komplek Q dan ucapan harlah dari pengasuh, halqimuna, MTPA, MTPR, dan mahasiswa. Selesainya, kemudian dilanjutkan penampilan-penampilan yang diisi oleh santri El-Muna Q. Penampilan tersebut adalah Angklung oleh MI TQ El-Muna Q, Tari Rato Jaroh oleh Mts TQ El-Muna Q, dan Musabaqah Syahril Quran (MSQ) oleh MA TQ El-Muna Q.
Nah, acara yang sangat dinanti-nanti yaitu pengumuman juara. Juara lomba tingkat sekolah se-DIY meliputi lomba mewarnai tingkat TK/RA, lomba pildacil tingkat SD/MI, lomba kaligrafi tingkat SMP/MTs, dan lomba story telling tingkat SMA/MA. Tak kalah seru, mbak-mbak mahasiswa juga mengikuti perlombaan yaitu lomba stand up comedy dan lomba video. Juara lomba stand up comedy dimenangkan oleh rayon Q8 sebagai juara 1, rayon Q4 sebagai juara 2, dan rayon Q3 sebagai juara 3. Juara lomba video harlah perayon dimenangkan oleh rayon Q4 sebagai juara 1, rayon Q8 sebagai juara 2, dan rayon Q3 sebagai juara 3. Dan yang terakhir adalah penayangan video dan ucapan harlah oleh mahasiswa, menutup puncak acara Harlah ke-36 Komplek Q.
Tak langsung pulang, setelah acara ditutup, seluruh hadirin dipersilakan menuju ke bazar stand harlah yang bertempat di parkiran baru Komplek Q. Bazar stand diisi oleh santri-santri Komplek Q dengan berbagai macam dagangan, hal ini menunjukkan bentuk implementasi kewirausahaan yang pernah diajarkan oleh sang pendiri, KH. Ahmad Warson Munawwir.

Di usia yang ke-36 tahun ini, Komplek Q telah melalui perjalanan panjang penuh warna. Tiga puluh enam tahun bukan sekedar angka, melainkan jejak perjuangan, kebersamaan, dan doa yang terus dipanjatkan. Semoga bertambahnya usia ini mejadi pertanda semakin kokoh persaudaraan, semakin kuat persatuan, serta semakin luas keberkahan yang Allah limpahkan. Semoga Komplek Q senantiasa menjadi tempat yang teduh, rumah yang menentramkan, dan ladang pahala bagi siapa saja yang menghuninya. Di bawah naungan rahmat-Nya, mari kita jaga silaturrahmi, tumbuhkan cinta, dan perkuat langkah bersama, agar Komplek Q tercinta selalu menjadi pelita yang menerangi sepanjang masa. Amiin…
Pewarta: Zia Zahra Hudaya
Foto: Arsip Media Komplek Q



