Rihlah Komplek Q kembali terlaksana di tahun ini, tak luput dari kegiatan sowan sepuh (ziarah ke maqbarah para wali di Jawa Timur), nilai yang kami tuju dalam berziarah (sowan sepuh) tidak lain dan tidak bukan, adalah untuk memetik berkah dari para Kekasih Allah.
Memetik berkah di sini maknanya adalah dengan sowan kepada kekasih-kekasih Allah, kami berharap pantulan cahaya kesholihan mereka menembus jiwa, membawa perbaikan nyata. Ulama besar, Imam Al-Ghazali, dalam karyanya Ihyā’ ‘Ulūmud-Dīn, pernah mengajarkan bahwa salah satu hikmah ziarah kubur adalah untuk “mengingatkan akan hari akhir dan mengambil pelajaran dari keadaan mayit yang telah wafat,” yang merupakan fondasi utama dari setiap kebaikan.
Lebih lanjut, tradisi ini juga didukung oleh pandangan para ahli tasawuf yang menganggap ziarah sebagai perjalanan batin menuju kesadaran Ilahiah, sekaligus upaya untuk “memperoleh tabarruk (mengambil berkah) dari jejak-jejak kesalehan mereka,” yang kemudian diwujudkan dalam peningkatan amal kebaikan diri sepulang dari ziarah. Berikut ini adalah tempat-tempat maqbarah yang menjadi tujuan rihlah Komplek Q 2025:
1. Makam Sunan Bonang
Makam Sunan Bonang terletak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sunan Bonang, bernama asli Raden Maulana Makhdum Ibrahim, adalah putra Sunan Ampel dan guru dari Sunan Drajat serta Sunan Giri, la dikenal sebagai ulama, seniman, dan pendidik yang berperan penting dalam penyebaran Islam di pesisir utara Jawa melalui pendekatan budaya, gamelan, dan tembang suluk. Wafat sekitar tahun 1525 M
2. Makam Syekh Maulana Ishaq
Makam Syekh Maulana Ishaq terletak di daerah Lamongan, Jawa Timur. Beliau dikenal sebagai salah satu ulama besar dan penyebar Islam di tanah Jawa, sekaligus ayah dari Sunan Giri. Dalam dakwahnya, beliau banyak berperan di daerah Blambangan (Banyuwangi) dan Lamongan dengan pendekatan hikmah serta kasih sayang, menanamkan ajaran tauhid dan akhlak kepada masyarakat setempat.
3. Makam Sunan Drajat
Makam Sunan Drajat berada di Desa Drajat, Paciran, Lamongan. Bernama asli Raden Qasim, la adalah putra Sunan Ampel dan adik Sunan Bonang. Sunan Drajat dikenal sebagai wali yang menekankan ajaran sosial dan kepedulian sesama melalui dakwah yang lembut dan penuh kasih. Makamnya kini menjadi tempat ziarah yang ramai, melambangkan warisan ajaran welas asih dan kemanusiaan beliau
4. Makam Sunan Giri (Raden Paku/Ainul Yaqin)
Makam Sunan Giri terletak di Desa Giri, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Bernama asli Raden Paku atau Ainul Yaqin, beliau adalah putra Syekh Maulana Ishaq dan murid Sunan Ampel. Sunan Giri dikenal sebagai ulama, pendidik, dan pemimpin yang mendirikan pesantren Giri, pusat dakwah dan pendidikan Islam yang berpengaruh di Nusantara. la juga menciptakan tembang dan permainan anak bernilai dakwah. Wafat sekitar tahun 1506 Μ.
5. Makam Sunan Gresik/Maulana Malik Ibrahim
Makam Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim terletak di Desa Gapuro Sukolilo, Gresik, Jawa Timur. Beliau dikenal sebagai wali pertama yang menyebarkan Islam di tanah Jawa. Dengan pendekatan damai dan kebijaksanaan. Sunan Gresik mengajarkan Islam melalui perdagangan, pendidikan, dan keteladanan akhlak. Beliau dihormati karena menyebarkan ajaran Islam tanpa paksaan, menanamkan nilai-nilai kejujuran dan kerja keras. Beliau wafat pada tahun 1419 M.
6. Makam Sunan Ampel (Raden Rachmat)
Makam Sunan Ampel terletak di kawasan Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Bernama asli Raden Rachmat, beliau merupakan salah satu tokoh utama Wali Songo dan menantu Raja Majapahit. Sunan Ampel dikenal sebagai pendiri pesantren pertama di Jawa, tempat lahirnya banyak ulama besar seperti Sunan Giri dan Sunan Bonang. Dakwahnya menekankan akhlak, persaudaraan, dan penyebaran Islam secara damai. Wafat sekitar tahun 1481 M.

7. Makam Syaikhona Kholil Bangkalan
Makam Syaikhona Kholil terletak di Desa Martajasah, Bangkalan, Madura. Beliau dikenal sebagai ulama besar kharismatik dan guru para kiai pendiri Nahdlatul Ulama, termasuk Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Syaikhona Kholil memiliki peran penting dalam penguatan ilmu agama, tasawuf, dan semangat kebangsaan melalui pendidikan pesantren. Dakwahnya tegas namun penuh kasih, menekankan pentingnya ilmu. akhlak, dan ketawadhuan. Beliau wafat pada tahun 1925.
8. Makam Syekh Syamsudin (Buju’ Lattong) Batu Ampar
Makam Syekh Syamsudin atau Buju’ Lattong terletak di daerah Batu Ampar, Kabupaten Pamekasan, Madura. Beliau dikenal sebagai ulama dan wali yang menyebarkan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan dan kedekatan pada masyarakat. Dakwahnya menekankan nilai keikhlasan, keteguhan iman, dan akhlak yang luhur. Syekh Syamsudin dihormati sebagai sosok yang memiliki karomah dan menjadi panutan spiritual bagi warga Madura.
9. KH. Abdul Hamid Pasuruan
Makam KH. Abdul Hamid terletak di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Beliau dikenal sebagai ulama kharismatik yang memiliki kedalaman ilmu, ketawadhuan, dan keikhlasan luar biasa. KH. Abdul Hamid adalah sosok mursyid yang banyak membimbing umat melalui keteladanan akhlak dan doa, bukan dengan ucapan panjang lebar. Dikenal memiliki karomah dan kepribadian lembut, beliau dihormati oleh berbagai kalangan, dari santri hingga pejabat. Wafat pada tahun 1989 M.
Tujuan akhir untuk berziarah ke maqbarah KH. Abdul Hamid, Pasuruan kali ini tidak dilaksanakan secara langsung dikarenakan beberapa kendala yang dialami rombongan di tujuan sebelumnya, yakni study comparative di PP. As-Salafiyyah, Pamekasan, Madura. Kendala yang dihadapi rombongan seperti cuaca, transportasi, dan mulai banyak santri yang jatuh sakit, tidak membuat perjalanan dihentikan begitu saja. Seluruh panitia terus berusaha mencari cara agar perjalanan bisa diselesaikan dengan tuntas dan santri bisa pulih dari sakitnya, meskipun akhirnya ziarah ke Maqbarah KH. Abdul Hamid, Pasuruan terpaksa diganti dengan pembacaan tahlil dan kirim doa dalam perjalanan menuju destinasi selanjutnya dikarenakan waktu yang tersedia terbatas.
Pembacaan tahlil dan doa kepada KH. Abdul Hamid menjadi penanda berakhirnya sesi Ziarah: Sowan Sepuh pada perjalanan Rihlah tahun 2025. Ziarah (sowan sepuh) ini telah mengingatkan kembali bahwa warisan terbaik dari para Kekasih Allah bukan hanya cerita, melainkan ajaran dan akhlak yang harus tetap dihidupkan. Semoga perjalanan rihlah kali ini selalu diberi kelancaran, serta kebahagiaan yang senantiasa menyertai seluruh rombongan rihlah.
Aamiin..
Redaktur: Fariha Fauziah
Sumber: NU Online
Dokumentasi: Arsip Media Komplek Q



