Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 dii Al-Munawwir Krapyak

Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, Bendera Merah Putih Berkibar di Krapyak

Diposting pada 73 views

“Merdeka itu mensyukuri nikmat kemerdekaan. Merdeka itu bangkit, berani, dan terus melangkah. Serta Merdeka itu nderes, ngaji, dan jangan lupa ngopi.”

Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta menggelar upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dengan khidmat pada Ahad, (17/08/2025). Upacara yang berlangsung di halaman Masjid Al-Munawwir Krapyak ini diikuti oleh seluruh santri, baik putra maupun putri, beserta para dewan pengasuh pesantren.

Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut, para santri putra bertugas sebagai petugas upacara, sementara paduan suara diisi oleh santri putri. Agus M. Yunan Ronardian, M. Sc., hadir sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bagian dari jihad fii sabilillah.

Dalam amanatnya, pembina upacara menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan kepada bangsa Indonesia. Shalawat dan salam juga dihaturkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan para ulama yang senantiasa menegakkan risalah Islam.

Baca Juga: Upacara HUT RI Ke-78: Terus Melaju, Untuk Indonesia Maju

Memaknai Arti Kemerdekaan

Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Al-Munawwir Krapyak
Amanat Pembina Upacara (Sumber: Arsip Media Q)

Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 pada 17 Agustus 2025 ini mengingatkan kembali momen bersejarah proklamasi 1945, yang menjadi titik balik perjuangan bangsa. Kemerdekaan bukan sekadar tanggal bersejarah, melainkan hasil pengorbanan darah, air mata, dan nyawa para pahlawan yang harus terus disyukuri oleh generasi penerus.

Pembina upacara menegaskan peran santri dalam perjuangan bangsa, mengutip resolusi jihad KH. Hasyim Asy’ari sebagai bukti nyata keterlibatan santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Dari sinilah lahir pengakuan atas perjuangan santri yang kemudian setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai hari santri. Lebih jauh, Gus Yunan Ronardian menekankan bahwa makna kemerdekaan bagi santri adalah kesempatan untuk belajar, berjuang, dan berkhidmat. Ada tiga pesan kunci yang disampaikan: Merdeka itu mensyukuri nikmat kemerdekaan; Merdeka itu bangkit, berani, dan terus melangkah; serta Merdeka itu nderes, ngaji, dan jangan lupa ngopi.

Pembina upacara juga menyinggung kondisi dunia, khususnya penderitaan rakyat Gaza yang masih dijajah. Hal ini menjadi pengingat bahwa Indonesia telah diberi anugerah kemerdekaan, sehingga wajib mensyukurinya dengan memperkuat iman, ilmu, dan pengabdian. Tugas santri di era kini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengangkat semangat belajar, menambah hafalan, sorogan, bandongan, serta berani bangkit ketika gagal. Semua itu adalah bentuk perjuangan santri masa kini untuk membangun bangsa.

Mengutip Bung Karno, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”. Maka cara terbaik menghargai pengorbanan para pahlawan adalah dengan membangun negeri yang sejahtera dan beriman.

Di akhir amanat, pembina upacara mengingatkan bahwa kunci kemakmuran bangsa terletak pada keimanan dan ketakwaan penduduknya. Di sinilah peran santri sebagai generasi penerus, yang bertugas memastikan risalah Islam senantiasa terjaga dan disampaikan ke seluruh lapisan masyarakat. Amanat ditutup dengan doa agar Allah SWT senantiasa menjaga Indonesia dalam rahmat dan ridha-Nya. Dengan penuh semangat, pembina mengajak seluruh peserta untuk menggemakan seruan: “Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Merdeka!”

Baca Juga : Malam Tirakatan Hari Kemerdekaan & Malam Inaugurasi Muharroman Krapyak 1447 H
Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, Bendera Merah Putih Berkibar di Krapyak
Peserta Santri Upacara Hari Kemerdekaan (Sumber: Arsip Media Komplek Q)

Rangkaian upacara berlangsung sesuai tata acara resmi, mulai dari penghormatan, pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks proklamasi, hingga menyanyikan lagu 17 Agustus 1945 bersama-sama. Setelah pembacaan doa, upacara resmi ditutup pada pukul 08.30 WIB.

Peringatan Hari Kemerdekaan di pesantren ini tidak berhenti pada upacara saja. Usai kegiatan inti, acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dari unit pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak. Penampilan tersebut meliputi drumband dari MI Al-Fatimiyyah, angklung dari MI Tahfidz El-Muna Q, serta marchingband dari MTs-MA Tahfidz El-Muna Q. Suasana semakin semarak dengan antusiasme santri yang menyaksikan rangkaian penampilan tersebut.

Acara peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 di halaman masjid Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak ini berakhir pada pukul 09.00 WIB. Seluruh rangkaian berjalan tertib dan penuh semangat nasionalisme, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi positif.

 

Pewarta: Fariha Fauziah

Editor: Zia Zahra Hudaya

Foto: Arsip Media Komplek Q