Opening Ceremony harlah ke-36 Komplek Q

Santri Komplek Q Songsong Harlah ke-36, Bersamaan dengan Puncak Maulid Nabi Muhammad SAW

Diposting pada 85 views

Suasana khidmat menyelimuti Mushala Barat Komplek Q. Para santri berkumpul dengan penuh antusias menyambut momen bersejarah, yaitu Hari Lahir ke-36 Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q yang tahun ini bertepatan dengan Puncak Acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Tiga puluh enam tahun bukanlah waktu yang singkat. Harlah ke-36 Komplek Q hadir bukan hanya sebatas sebagai perayaan saja, tetapi menjadi sebuah momentum untuk bersama-sama meneguhkan niat dan mengokohkan tekad. Dengan dorongan tersebut, para santri dipacu untuk tumbuh menjadi  pribadi yang hebat, sehingga bisa berkontribusi bagi masyarakat dan orang-orang terdekat.

“Teguhkan Niat, Kokohkan Tekad, Komplek Q Mencetak Santri Hebat”, inilah tema yang diusung dalam peringatan Harlah ke-36 Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Q. Tema tersebut bukan sekedar slogan, tapi juga menjadi ruh dari seluruh rangkaian acara yang telah dimulai dengan opening ceremony pada hari Kamis (04/09). Lantunan shalawat diiringi dengan hadrah mengalun merdu, dibawakan oleh grup hadrah Tsamrotul Muna sebelum acara dimulai. Pukul 19.15, acara resmi dimulai oleh Zuhaida Fatinatul sebagai master of ceremony, dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ma’rufatun Nihayah, kemudian dilanjut dengan sambutan-sambutan.

Sambutan-sambutan

Laisa Fikriyatul Muskila menyampaikan sambutan pertama. Selaku ketua panitia acara Harlah ke-36, ia menekankan filosofi dari tema harlah tahun ini, yaitu menggambarkan perjalanan seorang santri dari tumbuhnya niat sebagai pondasi awal kemudian berkembang menjadi tekad yang kuat untuk terus belajar hingga akhirnya membuahkan hasil berupa menjadi santri yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberi manfaat di tengah masyarakat.

Sambutan kedua disampaikan oleh Nur Hidayaturrohmah selaku ketua pondok. Ia memberikan pesan kepada seluruh santri Komplek Q untuk terus mengingat niat utama seorang santri dalam menuntut ilmu di Pesantren, ia juga memberi semangat kepada para santri agar selalu antusias dalam menyambut setiap rangkaian acara opening ceremony ini, serta harlah ke-36 sebulan ke depan.

Seperti biasanya, sambutan utama disampaikan oleh Dr. H. M. Kholid Arif Rozaq, S.Hut., M.M, selaku pengasuh Komplek Q. Beliau mengapresiasi usaha yang telah dilakukan panitia harlah tahun ini karena telah menyiapkan rangkaian acara yang akan dilakukan beberapa minggu ke depan. Sambutan ditutup dengan pemotongan pita, sebagai simbolis dibukanya acara harlah Komplek Q ke-36 dan disambut meriah oleh tepuk tangan para santri.

Baca Juga: Puncak Harlah Komplek Q Ke-35

Puncak Maulid dan Mauidloh Hasanah

Karena acara pembukaan harlah malam ini bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awwal 1447 H, maka dilaksanakan pula Puncak Maulid Nabi Muhammad SAW., dengan membacakan diba’  dan shalawat yang diikuti oleh seluruh santri dan diiringi dengan hadrah Tsamrotul Muna. Peringatan maulid Nabi telah genap diselenggarakan selama dua belas hari sejak tanggal 1 Rabiul Awwal 1447 H kemarin, hal ini menjadi ajang perlombaan bagi para santri Komplek Q dan diselenggarakan divisi Ibadah dan Jamaah, serta divisi Pengembangan Sumber Daya Santri. Diba’ dan shalawat dibawakan per-rayon masing-masing sesuai dengan nomor urut yang telah ditentukan panitia, dan antusiasme setiap rayon tercermin dari usahanya dalam membawakan penampilan mereka dengan ciri khasnya masing-masing.

opening ceremony harlah ke-36 Komplek Q

Setelah acara puncak maulid, ibu Hindun Zakiyah S. Ag. sebagai alumnus Komplek Q beliau berkesempatan untuk menyampaikan mauidloh hasanahnya pada acara malam ini. Beliau merupakan salah satu santri generasi pertama di Komplek Q. Dalam mauidloh hasanahnya, beliau mengingatkan betapa pentingnya memperingati Maulid Nabi sebagai bentuk kecintaan dan keteladanan terhadap Rasulullah. Sebagai umatnya, kita dituntut untuk meneladani setiap ucapan, perilaku, dan kebiasaan beliau yang merupakan petunjuk langsung dari Allah.

Beliau kemudian bercerita tentang keagungan peristiwa kelahiran Rasulullah. Nabi Muhammad lahir dalam keadaan yatim, ayahnya wafat ketika beliau masih berusia dua bulan dalam kandungan. Saat beliau dilahirkan, langit tampak cerah dan bersinar, ditemani para bidadari serta kehadiran mulia dari Siti Maryam dan Siti Asiyah. Mereka hadir untuk menyambut manusia paling mulia, bak mutiara yang muncul di tengah bebatuan biasa.

Sejak kecil, Nabi Muhammad telah menghadapi berbagai ujian. Ibundanya, Sayyidah Aminah wafat ketika beliau berusia enam tahun. Setelah itu, beliau diasuh oleh sang kakek, Abdul Muthalib, seorang bangsawan Quraisy yang sangat mencintainya. Namun, tak lama kemudian, kakeknya pun wafat, sehingga pengasuhan berpindah kepada pamannya, Abu Thalib. Di bawah asuhan pamannya yang penuh kasih sayang, beliau belajar banyak hal, termasuk menggembala domba, hingga tumbuh dewasa. Keteladanan Rasulullah tampak pula dalam masa mudanya, terutama ketika beliau mulai berdagang atas nama Sayyidah Khadijah. Kejujuran dan akhlaknya yang mulia membuat Sayyidah Khadijah jatuh hati dan akhirnya melamar beliau untuk menjadi suaminya.

Salah satu kisah yang menunjukkan kecerdasan dan kebijaksanaan Nabi adalah ketika terjadi perselisihan antar kabilah Quraisy terkait peletakan Hajar Aswad. Saat itu, Ka’bah mengalami kerusakan akibat banjir, dan setiap kabilah menginginkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad di tempatnya. Akhirnya mereka sepakat bahwa orang pertama yang masuk ke Masjidil Haram akan menjadi penengah. Ternyata, yang pertama datang adalah Nabi Muhammad. Dengan bijak, beliau membentangkan sehelai kain, meletakkan Hajar Aswad di tengahnya, lalu meminta setiap perwakilan kabilah memegang sisi kain tersebut dan mengangkatnya bersama. Setelah sampai di tempatnya, beliau sendiri yang meletakkannya. Keputusan ini diterima semua pihak dengan lapang dada.

Begitulah Rasulullah— penuh kasih sayang, adil, bijaksana, dan menjadi teladan sempurna bagi seluruh umat manusia. Semoga dengan cinta dan shalawat kepada beliau, kelak kita semua mendapat syafa’atnya. Aamiin.

Baca Juga: Opening Ceremony Harlah Ke-35 Komplek Q: Khidmah Santri, Melestarikan Tradisi, Berjiwa Islami

Pembagian Hadiah Pemenang Peringatan Maulid Nabi

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW

Rangkaian terakhir dan yang paling ditunggu-tunggu malam ini ialah pembagian hadiah kepada para pemenang lomba diba’ dan shalawat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peraih juara satu adalah dari rayon Q3, kemudian juara dua diraih oleh rayon Q8, dan rayon Q6 tahun ini berhasil meraih juara satu, seluruh pemenang maju ke depan untuk pembagian hadiah serta foto bersama dengan ketua pondok, serta perwakilan dari panitia maulid Nabi. Setelah pembagian kemudian acara resmi ditutup oleh master of ceremony.  Semoga seluruh rangkaian acara Harlah bisa berjalan dengan lancar dan Komplek Q semakin berkembang serta dapat terus mencetak santri yang berkualitas, Aamiin. 

 

Redaktur: Fariha Fauziah & Ela Nur Hidayati

Arsip: Media Komplek Q