Ilustrasi maktabah al umawiyah
Ilustrasi maktabah al umawiyah

Al-Maktabah Al-Umawiyah: Suluh Ilmu Pengetahuan Islam terhadap Renaissance Eropa

Diposting pada 71 views

Abad pertengahan menjadi “The Golden Ages” bagi peradaban Islam. Keilmuan berkembang pesat dan ekspansi wilayah Islam dilakukan secara besar-besaran hingga mencapai Eropa, salah satunya adalah wilayah Andalusia (Spanyol). Sebaliknya, Barat justru menjuluki abad pertengahan sebagai “The Dark Ages” akibat dominasi gereja yang menekan pemikiran rasional. Islam masuk ke dunia Eropa dimulai ketika Abdurrahman ad-Dakhil berhasil mendirikan Dinasti Umayyah II yang berpusat di Andalusia pada tahun 756 M.

Pemerintah Dinasti Umayyah pada masa ini terkenal sangat royal jika berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Pemerintah akan memberikan privilege kepada para ilmuwan yang berkenan mengembangkan keilmuannya di Andalusia. Alhasil, para cendikiawan dan ulama Muslim dari Iraq, Syam dan Mesir berbondong-bondong membawa media-media literatur dari Timur ke Andalusia. Kejayaan ilmu pengetahuan mencapai puncaknya pada abad ke-11 M, ketika para cendikiawan dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Andalusia guna menimba ilmu. Sehingga pada masa itu, Andalusia menjadi kiblat ilmu pengetahuan dunia.

Semangat ilmuwan Muslim mengembangkan sains di Eropa juga ditandai dengan pembangunan perpustakaan Islam yang menjamur. Sejarah mencatat terdapat sekitar 70 perpustakaan berdiri kokoh di kota Cordoba selama masa kepemimpinan Al-Hakam II. Salah satu perpustakaan yang paling populer adalah Al-Maktabah Al-Umawiyah yang didirikan oleh Khalifah Abdurrahman III dan dikembangkan lagi pada masa Al-Hakam II. Jumlah koleksi buku Al-Maktabah Al-Umawiyah mencapai 400.000 eksemplar dari beberapa cabang keilmuwan seperti ilmu perbintangan, matematika, geografi, filsafat, dls. 

Baca juga: Model Pembinaan Masyarakat Madinah Pasca Piagam Madinah

Transmisi keilmuwan Islam ke Barat inilah yang menjadi salah satu faktor pendukung munculnya zaman Renaissance di Eropa. Secara etimologis, kata Renaissance berasal dari bahasa Prancis yang berarti “kelahiran kembali”. Dalam sejarah peradaban Barat, zaman Renaissance adalah masa kebangkitan kembali minat terhadap warisan Yunani Romawi kuno yang mereka anggap paling baik. Hal ini berawal ketika muncul salah satu ilmuwan barat bernama Nicolaus Copernicus mencetuskan teori heliosentris yang bertentangan doktrin gereja tentang pusat tata surya. Descrates sebagai tokoh humanis juga muncul dengan menyebarkan doktrin bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya dan dunia disekitarnya. Pemikiran para ilmuwan dan humanis di Eropa tersebut tak dapat dilepaskan dari pengaruh revolusi pemikiran Islam yang telah menyebar ke seluruh masyarakat dunia. Ilmuwan-ilmuwan Barat yang sebelumnya telah banyak belajar dari ilmuwan muslim berhasil mengimplementasikan hasil belajar mereka terhadap kemajuan dunia barat yang ditandai dengan munculnya masa Renaissance di Eropa.

 

Penulis: Fariha Zuyyina Zahro’

Sumber Gambar: islamicbridge.com

Sumber Informasi:

Buku “History of the Arabs” karya Phillip K. Hitti.

Buku “From the Renaissance to England’s Golden Age” yang diterbitkan oleh Core Knowledge Foundation.

Buku “Sains Kepustakaan dan Perpustakaan dalam Sejarah dan Peradaban Islam” karya Dr. Nurul Hak, M.Hum.

Jurnal “Renaisans Eropa dan Transmisi Keilmuan Islam ke Eropa” karya Hasyim Asy’ari.