Sejenak merebahkan tubuh memandang luasnya samudera langit dari atas puncak yang riuh oleh perjuangan doa-doa manusia yang melambung ke angkasa. Menepi dari segala keramaian dan dari matahari yang membakar baranya di kota. Berada dalam pendakian di Gunung Sindoro ketinggian 3153 mdpl dan merasakan angin yang berhembus halus, masuk menyatu dalam

Ratusan tahun setelah pernikahan Nabi Muhammad Saw. dengan Sayyidah Aisyah, gelombang kritik berdatangan. Para pemikir dari kalangan orientalis mempermasalahkan usia Aisyah saat dinikahi Nabi, lebih-lebih pernikahan tersebut adalah poligami. Padahal dalam pendapat Quraish Shihab, pada masa pernikahan Nabi, tidak satu pun sahabat yang mempermasalahkannya bahkan dari kalangan musuh-musuh Nabi. Nabi

Ahad (8/9) berlangsung pembukaan acara Harlah ke-30 Komplek Q yang diikuti oleh seluruh santriwati Komplek Q di Musala Barat. Acara dimulai pukul 08.00 WIB yang dimeriahkan oleh hadroh Tsamrotul Muna. Usai membawakan beberapa lagu, acara dibuka oleh Reni Wahyuni sebagai pembawa acara dan dilanjutkan sambutan dari ketua panitia. Dalam  sambutannya

Pada zaman Nabi kedua, yaitu Nabi Idris, pernikahan sudah tidak boleh lagi dilakukan dengan saudara kandung. Saat itu, Nabi Idris masih bisa melihat malaikat karena malaikat belum ghaib tapi masih tampak. Namun, suatu hari Nabi Idris merasakan bosan dan sumpek dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh umatnya yang ngeyel. “Ya Idris,

Pada tanggal 20 Agustus kemarin, umat Islam telah memasuki tahun baru Hijriyyah 1442. Penghitungan waktu yang didasarkan atas peredaran bulan ini dimulai pada bulan Muharram. Masyarakat Jawa banyak menyebutnya dengan Suro.

Dikutip dari idntimes.com apresiasi diri atau self appreciation merupakan salah satu cara seseorang agar dapat meningkatkan kehidupan menjadi lebih baik. Self appreciation dapat membuat seseorang merasa lebih percaya diri, semangat dalam bekerja, dan membuat pikiran menjadi tenang. Dalam KBBI, apresiasi memiliki pengertian; kesadaran terhadap nilai seni dan budaya; penilaian (penghargaan)

Wahai Sang Pemilik langit merah Pada butiran mutiara yang jatuh Kurasa… Rasa ini tak ubahnya jeritan tasbih Mengalun perlahan penuh tatih Dan sekali lagi Lidah ini kilu tercekat Napas ini seolah dioyak masa Kudengar sosok disana Benar-benar tak memberi asa Tak kudengar sekalipun dirinya berkata “iya” Memang tak pernah kuungkap

Bumi ditikam diam dan sunyi. Hijau dedaunan menguning sendiri. Sayup alang-alang ingin bergerak dilanda angin, ketakutan. Di pelataran rekah, bunga-bunga tertahan. Gemuruh hujan, menangisi kesepian. Bumi tak lagi ramai. Seisinya tumbang. Geluduk petir terdengar lenggang. Kokok ayam menjadi sumbang. Manusia pejalan, dirundung bingung bukan kepalang. Anggrek-angrek putih menghitam. Langit sebiru

Apa yang ada dalam benak pikiramu ketika berada pada masa pergantian tahun? Semangat baru, pacar baru, kehidupan yang lebih baik, atau lainnya? Tentunya tak ketinggalan untuk mengabadikan momen setahun sekali melalui status di media sosial. Ada juga yang dicatat di atas selembar kertas kemudian ditempel di lemari atau dinding kamar