Pengurus PP Al Munawwir Komplek Q Periode 2019-2020 telah resmi dilantik pada Sabtu, 9 November 2019. Tim formatur Rapat Akhir Kepengurusan (RAK) telah berhasil menentukan nama-nama yang menjadi pengurus Komplek Q periode selanjutnya. Pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan dan pemanggilan nama-nama pengurus baru oleh Gus Adi—selaku pengurus pondok pusat.

Divisi Pengembangan Sumber Daya Santri (PSDS) Pondok Pesantren Almunawwir Komplek Q mengadakan kegiatan keputrian yang berlangsung di musala barat Komplek Q, Minggu (12/01). Kegiatan yang mengangkat tema “Pentingnya Thoharoh bagi Perempuan di Era Milenial” ini menghadirkan pengasuh Majlis Ta’lim Tarbiyatun Nisa’ — Hindun Zakiyah S. Ag. — sebagai pemateri. Dalam

Waktu silih berganti, pun dengan Ramadan yang akan segera pergi. Tak terasa telah di penghujung bulan Ramadan. Biasanya menjelang Syawal, orang-orang mendatangi makam sanak keluarganya untuk mendoakan orang tua dan sanak saudara yang telah mendahului. Nyekar, begitulah orang Jawa menyebutnya. Nyekar merupakan tradisi Jawa untuk pergi mendatangi makam keluarga dan

Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-108 Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak resmi dibuka pada Sabtu (16/11). Acara yang akan berlangsung selama dua hari ini—16 & 17 November 2019—bertempat di Lapangan Ali Maksum Krapyak. Pasar murah, bazar & stand, pentas seni & hiburan turut memeriahkan acara Harlah di hari pertama. Sedangkan di

Dahulu ada seorang keluarga yang mencukupi kebutuhannya dengan bekerja keras mencari nafkah sebagai seorang petani. Setiap pagi beliau bergegas pergi ke sawah untuk merawat dan menanam padi milik juraganya sampai petang menghadang. Beliau tak pernah lelah dan pantang menyerah dalam bekerja. Sepulangnya dari sawah, beliau sempatkan untuk mampir ke kebun

Sudah hampir usai. “Sahur..sahur..” Empat pagi, terkantuk namun sekedar tiga kurma harus tetap di lahap masuk. Atau satu piring nasi dengan kecap, tak lupa telur mata sapi hangat dibuatkan ibu. Pula, hanya air putih karena terkantuk, terjaga semalam suntuk. Siang hari akan terus berkawan dengan lemas-lesu. Tidurnya orang berpuasa diganjar

Video yang beredar di dunia maya yang berisikan azan dengan gubahan kalimat “hayya ‘alash-shalah” di ganti dengan “hayya ‘alal-jihad” ramai diperbincangkan. Video azan dengan membawa  alat tajam tersebut dengan cepat meluas dan menggegerkan masyarakat. Habib Novel Alaydrus menanggapi kejadian ini kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan adanya kejadian seperti ini. 

Rumah itu berdiri tegak menjulang ke arah awan. Angin kencang disertai hujan deras tak mengurungkannya untuk goyah bahkan roboh. Jangan dahulu, masih ada segenap nyawa di dalamnya rupanya. Ini cerita tentang segenap nyawa yang berharap kehangatan dan keselamatan di cuaca seperti ini. Nampak ibu berkepala lima itu mondar mandir menyiapkan